Mengenal Plastik

Polimer atau biasanya kita kenal sebagai plastik adalah material sintetik yang dibuat dari minyak yang disuling. plastik adalah yang memiliki berbagai kegunaan yang benar-benar cocok untuk produksi massal dan cocok untuk diterapkan pada berbagai hal dengan hanya mengubah struktur kimianya. Ada 4 jenis Polimer; Thermoplastic, Thermosets, Elastomers & Composites. Palstik berguna untuk menghasilkan produksi masal yang berkualitas dan bisa diduplikasi dan memiliki properti yang baik ketimbang material yang lain seperti alumunium, kaca, karet dan baja dalam hal-hal tertentu.

Jenis-jenis plastik

Plastik biasanya tersedia dalam berbagai bentuk:

  1. Lembaran, batang, pipa dan balok
  2. Senyawa molding
  3. lembaran tipis atau film dan helai
  4. Busa
  5. Senyawa cetak seperti batangan
  6. Cat, vernis dan laker yang digunakan untuk finsihing
  7. Filamen dan serat
  8. Komposit yang mengandung material yang diperkuat

Daur ulang

  1. PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate). Merupakan jenis plastik sering kali transparan yang digunakan sebagai wadah makanan. Plastik jenis ini digunakan hampir pada semua botol air mineral. Jenis plastik ini hanya dapat digunakan sekali saja karna bahan ini sulit dibersihkan dari bakteri dan karsinogenik atau mengandung racun.
  2. HDPE (High Density Polyethylene). Merupakan jenis plastik yang biasa digunakan untuk membuat botol susu, botol detergen, botol shampo dan tas plastik. HDPE merupakan plastik yang sering didaurulang dan paling aman dan proses daur ulangnya tidak membutuhkan banyak biaya. Plastik ini seperti namanya cukup keras dan tidak mudah rusak karna sinar matahari, panas atau suhu dingin, karna itu plastik jenis ini sering digunakan juga untuk furnitur, peralatan rumah baik indoor maupun outdoor. salah satu sifat HDPE adalah jika ditekan tidak kembali kebentuk semula. Sebagian meyakini jenis plastik ini juga sebaiknya digunakan sekali saja karna melepas senyawa antimoni trioksida yang semakin meningkat tiap kali didaur ulang.
  3. V atau PVC (Polyvinyl Chloride). Merupakan plastik yang fleksibel dan biasa digunakan sebagai pembungkus makanan, botol minyak sayur, mainan anak-anak, peralatan renang, pipa dan kabel. PVC sering dikhawatirkan sebagai plastik beracun karna mengandung berbagai racun yang dapat mencemari makanan. PVC mengandung DEHA yang lumer pada suhu 150°C, reaksi yang terjadi dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi membahyakan ginjal, hati dan berat badan.
  4. LDPE (Low Density Polythylene). Sifat mekanis plastik ini adalah kuat, transparan dan agak berlemak dan hingga pada suhu 60ºC masih resisten terhadap reaksi kimia. Biasanya digunakan sebagai pembungkus baju, kantong laundry, pembungkus buah-buahan dan botol pelumas.  Plastik ini jarang didaur ulang, kecuali untuk ubin lantai. LDPE butuh suhu hingga 600°C untuk dilumerkan.
  5. PP (Polypropylene). PP bersifat kuat, ringan dan tahan terhadap panas. Plastik PP mampu menjaga makanan yang ada didalamnya dari kelembaban, minyak dan senyawa lain. PP biasanya digunakan sebagai pembungkus makanan sejenis sereal agar tetap kering dan segar. PP juga sering didaur ulang.
  6. PS (Polystyrene). Lebih kita kenal sebagai styrofoam merupakan plastik yang murah, ringan dan mudah dibentuk. Styrofoam sering digunakan sebagai wadah makanan, karton telor dan pelindung produk untuk distribusi. Styrofoam mudah rusak dan rapuh, sehingga mudah terpotong-potong menjadi kecil dan mudah mencemari lingkungan. Senyawa styrene pada styrofoam mudah terlepas dan dapat memicu kangker dan menggangu sistem reproduksi pada manusia.
  7. BPA, Polycarbonate, dan Lexan. Jenis plastik ini biasanya digunakan sebagai aksesoris kendaraan dan mesin dan tidak dianjurkan untuk digunakan untuk pembungkus makanan atau produk makanan maupun minuman karna dapat mengganggu kerja hormon pada tubuh.

Sumber : Materials & Process, Awal Ilmu, Nunung

Asyraaf

Industrial designer

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *