Metal

Tembaga si Emas Merah

Tembaga di Indonesia memang tidak sepopuler di Jazirah Arab atau Amaerika, padahal Indonesia merupakan cadangan no 7 terbesar di dunia

Tembaga di Indonesia memang tidak sepopuler di Jazirah Arab atau Amaerika, padahal Indonesia merupakan cadangan no 7 terbesar di dunia. Salah satu daerah penghasil tembaga terbesar di Indonesia adalah Tembaga Pura yang kini kelola oleh Freeport. Meskipun pemberian nama Tembagapura bagi sebagaian orang hanya penggelapan atas hasil tambang yang diambil oleh Freeport di Papua ini, namun Tembaga atau dalam bahasa Inggrisnya Copper ini memang dikenal sebagai Red Gold.

Indonesia menyimpan cadangan Tembaga dunia sebesar 4,1% dengan total produksi hingga 10,4% dari jumlah produksi seluruh dunia. di Indonesia Tembaga di tambang di daerah-daerah sebagai berikut ;

  1. Cikotok, Jawa Barat
  2. Kompara, Papua
  3. Sangkaropi, Sulawesi Selatan
  4. Wonogiri, Tirtamoyo, Jawa Tengah
  5. Tembagapura, Papua
  6. Toli-Toli, Sulawesi Tengah
  7. Sawahlunto, Sumatra Barat
  8. Pacitan
  9. Panyabungan, Mandailing Natal
  10. Sumbawa Barat, Mataram
  11. Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Secara kimiawi Tembaga bernomor atom 29 dan nomor massa 63,54 dengan lambang Cu yang berwarna kemerahan. Tembaga memiliki titik lebur 1.803°C dan titik didih 2.595ºC. Tembaga jarang sekali ditemukan dalam bentuk murni, penambangan tembaga biasanya adalah surplus dari pertambangan emas atau perak. Tembaga adalah pengantar listrik (59,6×106 S/m) dan panas yang baik sehingga banyak sekali digunakan teruma didalam kawat penghantar listrik., diikuti dengan produk-produk sanitary, uang logam, kitchenware, industri, penjernihan air, insektisida, cat, obat-obatan hingga pigmen.

Tembaga digunakan sebagai paduan logam mulai dari baja, kuningan, perunggu dan lainnya. Serbuk Tembaga juga digunakan sebagai katalisator pengoksidasi metanol menjadi metanal. Saking banyaknya penggunaan Tembaga, sehingga menempatkanya pada urutan ketiga dalam logam yang paling sering digunakan di seluruh dunia.

Singakatan Cu untuk Tembaga pada tabel periodik merupakan singkatan dari Cuprum yang diambil dari nama Latin, Cyprium yang merukan asal mula pulau yang kini dikenal dengan Siprus. Tembaga memiliki peran besar dalam peradaban manusia pada jaman perunggu (3000-1000 SM).

China merupakan negara penyerap hasil tambang Tembaga terbesar di dunia yang menyerap hingga 43% supply Tembaga diseluruh dunia di ikuti oleh Amerika sebesar  9%, Jerman 6% dan Jepang 3%. Tembaga memiliki nilai ekonomi yang baik dan stabil karna termasuk salah satu komponen metal penting bagi Industri Dunia.

Sumber : Majalah Batu, Geologinesia, Annisa Tsamarah, Ferdy MP,  Wikipedia, Gold Eagle, Craft Mark, Circlecity Copper Works

Advertisements

0 comments on “Tembaga si Emas Merah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: