Tunggal Panaluan, Senjata yang Berawal dari Legenda

Terdapat beberapa versi cerita tentang Tungkot Tunggal Panaluan yang dikutip dari berbagai sumber. Salah satu penggalan ceritanya adalah Guru Guta Balian bersama empat orang Datu yang lain berusaha untuk melepaskan anak kembar itu dari pohon, tetapi usaha mereka tak membuahkan hasil. Merekapun ikut melekat dan meninggal pada pohon Piupiu Tunggale tersebut. Atas kejadian itulah diukir patung tongkat untuk mengenang kejadian ini.

Tunggal Panaluan adalah sebuah benda berbentuk tongkat (tungkot) dengan ukuran panjang kira-kira 170 cm, dan biasanya dimiliki oleh Datu bolon (dukun besar). Senjata ini salah satu seniĀ  dari suku Batak yang sudah terkenal diseluruh dunia. Diukir menurut kejadian sebenarnya dan terbuat dari kayu tertentu yang konon katanya memiliki kesaktian.

Masyarakat suku Batak meyakini bahwa benda ini memiliki kekuatan gaib, seperti untuk meminta hujan, menahan hujan (manarang udan), menolak bala, wabah, mengobati penyakit, mencari dan menangkap pencuri, membantu dalam peperangan.

Tunggal Panaluan menggambarkan urutan tokoh manusia dan hewan yang berada di atas satu sama lain. Dua tokoh di atas mewakili saudara kembarnya yang legendaris. Mencoba menyelamatkan mereka, Datu dan hewan memanjat pohon, kemudian berubah menjadi sosok yang tampak di bawah si kembar. Pohon itu kemudian ditebang dan menjadi panaluan tunggal pertama.

Sumber: Gobatak, Metmuseum, Siraitmargaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s