Kayu

Veneer dan Kayu Lapis

Veneer Veneer[/caption] Seperti yang sudah dijelaskan tadi, bahwa kayu lapis atau plywood merupakan hasil penempelan veneer, plywood yang terdiri dari 3 lapis veneer biasa kita kenal dengan nama tripleks, sedangkan plywood yang lebih dari 5 lapis veneer biasa kita kenal dengan multipleks.

Laminated Board

Veneer dan kayu lapis dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan papan yang berukuran lebih lebar. Dimensi kayu lapis dipasaran biasanya ada pada ukuran 122 cm x 244 cm. Selain itu pembuatan kayu lapis diharapkan dapat menghemat penggunaan kayu karna biasanya menggunakan kayu dengan kualitas rendah seperti ;
  1. Meranti
  2. Keruing
  3. Kapur
  4. Kampas
  5. Merawan
  6. Mangir
  7. Agathis
[caption id="attachment_546" align="aligncenter" width="600"]Multipleks Multipleks[/caption] Namun ada pula veneer yang dibuat dari kayu berkualitas yang lebih tinggi seperti ;
  1. Jati
  2. Sonokeling
  3. Kayu Hitam
  4. Sonokembang
  5. Rengas
  6. Kuku
[caption id="attachment_545" align="aligncenter" width="500"]Blockboard Blockboard[/caption] Kayu lapis dan veneer diklasifikasi atas kelasnya sebagai berikut ;
  1. Custom.  Kayu lapis dan veneer jenis ini dibuat dengan memilih corak kayu yang bagus dan dibuat dari kayu yang berkualitas tinggi.
  2. Good. Kayu lapis dan veneer jenis ini biasanya digunakan sebagai finishing natural.
  3. Sound and utilities grades. Jenis kayu lapis dan veneer ini memiliki kualitas yang rendah dan biasa digunakan untuk pekerjaan struktur atau kemudian dilapis dengan duco
  4. Backing Grades. Jenis ini biasanya digunakan untuk pekerjaan struktur yang tidak terlihat.
Kayu lapis dan veneer awam digunakan saat ini pada pembuatan furniture interior rumah tinggal, kantor, bahkan untuk produksi masal karna harganya lebih rendah dari kayu solid, ditambah lagi kayu lapis dan blockboard biasanya ditempeli lagi dengan HPL, melamin dsb yang tersedia dengan berbagai variasi sehingga memberikan banyak alternatif bagi konsumen. Namun selain memiliki beragam keunggulan yang telah disebutkan diatas, tetap saja kayu lapis merupakan kayu olahan yang butuh perawatan lebih banyak, serta memiliki durabililtas yang pendek karna dibuat dengan mencampurkan berbagai komponen seperti lem dan bahan kimia lain dibandingkan dengan kayu solid. Kayu lapis dan blockboard biasanya menjadi pilihan yang ekonomis bagi industri perumahaan yang ingin menyediakan perumahaan yang build-in dengan interior, begitu pula untuk hotel, apartemen, kantor maupun commercial place lainnya. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan kayu lapis ;
  1. Kayu lapis hendaknya disimpan secara mendatar dan rata
  2. Permukaan kayu lapis rentan terhadap benturan, gesekan dan terutama air, jadi hindari kontak dengan hal-hal tersebut.
  3. Simpan pada ruangan yang kering dan luas agar tidak terbentuk jamur atau terjadi kelengkungan.
  4. Agar dimensinya tetap terjaga beri pelindung pada sisi-nya
  5. Beli kayu lapis saat hendak digunakan, karna kayu lapis mudah rusak. Kecuali anda adalah pedagannya atau memiliki tempat penyimpanan khusus.
Adapun ketebalan untuk kayu lapis yang biasanya diperdagangkan di Indonesia mempunya variasi ketebalan sebagai berikut ;
  1. 244 x 122 x 0,4 cm (tripleks)
  2. 244 x 122 x 0,6 cm (tripleks)
  3. 244 x 122 x 0,9 cm (tripleks)
  4. 213,5 x 91,5 x 0,4 cm (tripleks jati)
  5. 213,5 x 94,5 x 0,4 cm (tripleks ukuran kecil)
  6. 183 x 91,5 x 0,4 cm (tripleks ukuran kecil)
  7. 244 x 122 x 1,2 cm (multipleks)
  8. 244 x 122 x 1,4 cm (multipleks)
  9. 244 x 122 x 1,5 cm (multipleks)
  10. 244 x 122 x 1,8 cm (multipleks)
  11. 244 x 122 x 2,4 cm (multipleks)

Baca juga: Rotan di Indonesia

]]>

14 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *