Riset

Semiotika

Dahulu ketika pertama kali saya mendapatkan materi perkuliahan tentang Semiotik, saya tidak habis pikir mengapa hal filosofis seperti ini harus pusing-pusing saya pelajari. Di ajar oleh Bpk. Yasraf Amir Piliang, saya rasa sedikit sekali dari materi Semiotika yang menempel pada ingatan saya saat itu. Bahasanya sulit dan tinggi, dan saya sering kali berakhir dalam kebingungan. Pada aplikasinya, Semiotika seringkali saya temukan bermanfaat saat interaksi dan previewnya dengan user sehingga implikasinya pada marketing jelas besar sekali. Demi mengingat kembali tentang Semiotika dan beberapa turunannya, saya membuat sekelumit catatan ini agar dikemudian hari dapat saya gunakan dalam mendesain lebih optimal.

Dari beberapa referensi yang saya peroleh saya mengambil kesimpulan pribadi bahwa Semiotika atau Semiotik adalah ilmu tentang tanda dan sebab akibat dari padanya. Semiotik yang berarti sebuah tanda yang kita terjemahkan sebagai kode dapat berupa sesuatu yang sangat sederhana hingga berkompleksitas tinggi. Kode ini bukan hanya kode secara visual tapi kode yang dapat kita rasakan dengan indra-indra yang lainnya pun dipelajari dalam Semiotik. Pendefenisian tentang kode-kode secara detail dengan cara tertentu disebut juga encoding setelah kode-kode tersebut ditemukan maknanya dan kemudian di urutkan pada kombinasi tertentu tanpa menghilangkan makna esensialnya disebut decoding, meski demikian kode-kode hasil dari decoding tidak jarang terdistorsi dari makna awalnya, apalagi proses tersebut dilakukan berulang-ulang.

Distrosi ini sering terjadi terutama saat encoding dilakukan dengan menggunakan indra yang lain, misalnya mendeskripsikan sebuah lukisan yang notabene ranah visual bukan dalam tekstual, kemampuan text yang menterjemahkan visual tersebut bisa jadi meninggalkan banyak detail atau malah mendefenisikannya secara berlebihan. Bagaimanapun encoding dan decoding merupakan interpretasi hasil referensi dan pengetahuan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok. Pada ilmu Semiotik, semua hal memiliki makna. Semua hal yang kita terima melalui panca indra. Bagaimana hal itu terjadi hingga respon apa yang kita atau suatu kelompok lakukan terhadap hal tersebut merupakan penjawantahan dari padanya. Secara sadar maupun tidak dalam semua kegiatan yang kita lakukan terkandung ilmu Semiotika didalamnya.

Untuk melengkapi pemahaman kita tentang Semiotika, mari kita lihat beberapa pandangan para ahlinya dibawah ini;

C.S Peirce

Menurut Peirce ada 3 komponen penting dalam Semiotika yaitu; Objek, Interpretant dan Tanda itu sendiri. Kemudian Tanda itu sendiri dibagi lagi jadi 3 yaitu; Simbol, Icon dan Index. Simbol merupakan tanda hasil kesepakatan, Icon adalah tanda yang mewakili fisik dan Index adalah tanda yang muncul karna sebab akibat.

Ferdinan De Saussure

Ferdinan De Saussure membagi Semiotik menjadi dua; Pertanda dan Penanda

Baca juga: Mengingat Kembali Tentang Ergonomi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: