Keris Riau
Senjata Tradisional

Keris Riau Sebagai Simbol Kehormatan Bangsawan Melayu

Keris memang banyak dianggap sebagai senjata pusaka yang berasal dari pulau Jawa. Namun, tak hanya suku Jawa, suku Melayu pun memilikinya seperti di Riau ada Keris Riau. Keris sudah ditemukan sejak berabad-abad lalu, digunakan oleh anggota Kerajaan Melayu sebagai senjata kerajaan. Pada masanya Keris bukan hanya digunakan sebagai senjata tradisional tetapi juga digunakan sebagai bentuk simbol kehormatan. Maka dari itu bentuk dan nilai Keris sendiri bisa menentukan tinggi atau rendahnya derajat seorang bangsawan pada masanya.

Seseorang yang memiliki keahlian dalam membuat Keris biasanya dinamakan empu. Di Nusantara ini ada ratusan empu, maka tak heran jika banyak dijumpai bermacam-macam Keris dengan nama yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, Keris Riau, Keris Jawa ataupun Keris lainnya pasti memiliki perbedaan.

Keris Riau sebagai Simbol Kehormatan

Bagi masyakat Melayu di Riau, Keris sebagai salah satu senjata adat yang tak hanya digunakan untuk memberikan perlindungan diri, namun juga sebagai simbol kehormatan bagi pemiliknya. Menurut kepercayaan mereka, si pemilik atau pemakai Keris akan mendapat kemulian atau kehormatan dari sebagian masyarakat yang melihat atau mengetahuinya.

Masyarakat Melayu di Riau menganggap bahwa Keris merupakan senjata tajam yang memiliki petuah atau kekuatam magis. Bertuah sendiri mempunyai arti yakni memiliki nilai kehormatan. Semakin lama waktu pembuatan keris, maka nilai sejarahnya semakin tinggi.

Lihat Juga : Keris yang berasal dari Jambi

Selain sebagai benda pusaka, Keris juga digunakan untuk upacara adat. Hingga saat ini, masyarakat melayu di Riau selalu membawa keris Riau dalam setiap upacara adat, khususnya upacara adat pernikahan. Biasanya keris ini akan dijadikan pelengkap untuk busa pengantin pria. Hal ini terbukti dari beberapa dokumentasi para raja-raja di Riau yang membawa Keris Riau pada busana yang mereka kenakan.

Walaupun masa kerajaan sudah tidak lagi terkenal seperti dulu, namun tradisi harus tetap dilestarikan. Maka dari itu, sampai saat ini tradisi penggunaakan Keris sebagai simbol kehormatan masyarakat Melayu tetap melekat bagi masyarakat di Riau. Hal ini terlihat pada pakaian pengantin pria dalam upacara pernikahan. Tingginya nilai kehormatan yang terkandung dalam senjata ini juga tersimpan dalam cerita legenda Hang Tuah yang merupakan salah satu laksamana satria Melayu di Riau.

Penggunaan Keris Riau

Sebagai sebuah senjata tradisional, penggunakan Keris Riau sama saja seperti penggunakan Keris lainnya, yakni sebagai alat penusuk atau tikam ketika melawan  musuh dari jarak yang sangat dekat. Namun dalam penggunaan Keris sebagai senjata pelangkap untuk busana pengantin pria, biasanya Keris diselipkan pada pinggang bagian depan. Sementara dalam adat Jawa, Keris  selalu di bawa oleh mempelai pria di belakang pinggang.

Bentuk Keris Riau

Keris Riau sendiri memiliki bentuk dan ukuran yang hampir sama dengan keris lainnya. Namun tentu saja ada perbedaaanya, seperti Keris Riau memiliki jumlah lekukan yang sedikit. Ukiran pada gagang dan sarungnya lebih banyak menonjolkan motif flora.

Sumber : Adat Tradisional, Bukdeinfo.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: