Senjata Tradisional

Peudeung, Pedangnya Tanah Rencong

Tanah Rencong, julukan yang memang sudah melekat pada Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Rencong yang kita ketahui merupakan salah satu senjata tradisionalnya bukanlah satu-satunya senjata tradisional dari daerah ini. Selain senjata tersebut Aceh juga memiliki senjata lainnya di antaranya Siwah dan Peudeung.

Senjata tradisional Rencong telah dibahas belum lama ini, sekarang artikel ini membahas mengenai senjata tradisional Peudeung.

Senjata ini umumnya digunakan untuk menyerang lawan. Jika biasanya Rencong digenggam menggunakan tangan kiri sebagai alat tikam, Peudeung digenggam dengan tangan kanan sebagai alat untuk mengalihkan perhatian sekaligus penetak atau pencincang tubuh lawan.

Peudeung 2

Jenis Peudeung

Terdapat beberapa jenis berdasarkan asal mulanya, dikenal istilah Peudeung Habsyah (Negara Abbesinia), Portugis (Eropa Barat) dan Turki berasal dari raja-raja Turki.

Lihat Juga: Senjata Tikam Dari Kalimantan Selatan

Dilihat dari segi bentuk gagangnya, ada beragam jenis yaitu, pertama, Peudeung Tumpang Jingki, gagangnya seperti mulut sedang terbuka, seakan-akan dapat menahan sandaran benda lain di atasnya. Gagangnya berasal dari tanduk hewan dan bilahnya dari besi. Panjang secara keseluruhan bisa mencapai sekitar 70 cm.

peudeung by Verdant on Sketchfab

Kedua, Peudeung Ulee Meu-Apet, pada gagang pedang ini terdapat apet atau penahan agar tidak mudah lepas. Senjata ini jarang digunakan, ada kesan pantang dikeluarkan sembarangan baik dari segi tempat maupun waktu.

Ketiga, Peudeueng Ulee Tapak Guda. Pedang ini gagangnya menyerupai telapak kuda yang terbuat dari tanduk dan bilahnya dari besi. Panjangnya mencapai sekitar 72 cm. selain itu ada Peudeung Ulee Iku Mie, pedang ini memiliki gagang menyerupai ekor Kucing. Senjata tradisional ini gagangnya menyerupai ekor Bebek. Peudeung Ulee Babah Buya, gagangnya seperti mulut Buaya. Peudeung Lapan Sagoe, gagangnya bersegi delapan.

Ada pula jenis Peudeung yang terkenal di masyarakat Aceh yakni Zulpaka. Hal ini kerap muncul dalam cerita orang tua di Aceh, terutama dalam bentuk hikayat.

Berdasarkan mata Pedang, terdapat beberapa jenis. Ada Peudeung On Teubee, sejenis pedang yang bilahnya menyerupai daun Tebu. Mengapa disebut demikian? Karena bilahnya tipis dan melengkung. Pedang yang umumnya terbuat dari besi ini mempunyai panjang kira-kira 100 cm, sudah termasuk gagang. On Jok, sesuai dengan namanya senjata ini menyerupai daun Ijuk atau daun Nira. Bentuknya lebih kasar dan tebal dari On Teubee, untuk ukurannya pun sedikit lebih pendek.

Sumber: Lidah Tinta, Aceh Dalam Sejarah.

 

2 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: