Pisau Raut Betawi
Senjata Tradisional

Pisau Raut dalam Adat Pernikahan Betawi

Jika kita mendengar kata Betawi pasti langsung tertuju pada Ondel-Ondel. Ya, Kesenian yang telah menjadi ikon Jakarta ini memang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat sehingga popular di kalangan masyarakat. Namun tak hanya keseniannya, Betawi juga kaya akan senjata tradisional di antaranya Rotan, Pisau Punta, Pisau Raut, Golok dan lainnya. Tetapi yang jadi pembahasan pada artikel kali ini adalah Pisau Raut.

Pernahkah Anda melihat atau bahkan memiliki Pisau Raut? jika tidak simaklah ulasan berikut ini. Sebelumnya sempatkah anda berpikir bahwa Pisau Raut ini digunakan untuk menyembelih atau melakukan peperangan. Eh tunggu dulu, ternyata bukan itu kegunaanya. Pisau ini biasanya digunakan sebagai pelengkap busana pengantin pria yang menggunakan adat  Betawi.

Pisau Raut Pelengkap Pakaian Adat

Dilihat dari segi desain pisau ini terlihat sangat menarik, sehingga cocok disematkan pada busana pengantin pria Betawi sebagai aksesoris yang menawan. Ciri khas dalam Pisau ini ialah mata pisaunya berada pada sebelah atas.

Cara penggunaanya disematkan pada baju pengantin pria, tepatnya diletakkan pada bagian tengah baju. Agar pemasangannya tidak lepas dari baju, maka Pisau ini ditahan dengan menggunakan ikat pinggang yang dikenakan oleh pengantin pria. Kemudian agar penampilannya lebih menarik dan memikat banyak orang, ditambah hiasan berupa bunga-bunga Melati yang di ronce dan dipasang di ikat pinggang  sehingga pisau raut pun terlihat semakin indah dipandang.

Lihat Juga : Badik Cangkingan Khas Pemuda Jaman Old

Pisau ini merupakan pisau yang dapat digunakan sehari-hari dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan detail. Dipasangkan dengan golok kerja yang diperuntukkan untuk melakukan pekerjaan yang lebih berat, pisau ini juga sering digunakan untuk membuat ukiran. Selain itu pisau ini juga dapat digunakan dalam pertarungan jarak dekat sehingga menyematkan pisau ini pada pengantin pria memberikan filosofi bahwa sang pria dapat memberikan nafkah pada istrinya serta menjaga rumah tangga yang dibina-nya.

Dimensi dan Material

Pisau raut lama bilahnya biasa terbuat dari besi tempa namun dijumpai pula yang terbuat dari besi pamor atau damascus. Gagangnya terbuat dari kayu atau tulang sedangkan sarungnya terbuat dari kayu kenanga atau kayu nangka yang cenderung bewarna kuning. Bentuk sarung pisau ini sedikit mirip dengan keris tanpa ukiran. Pisau ini memiliki gagang yang melengkung kebelakang dengan pommel yang membulat. Sedangkan bagian bilang yang runcing di mengecil kedepan dengan lengkungan yang melenting.

Ukuran pisau ini tergolong pendek dibawah 25 cm dengan berat kurang dari setengah kilogram. Sehingga pisau ini mudah untuk dibawa kemana-mana dalam keseharian.

Sumber:

UMY, Krisku, Pisau Dapur.

One Comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: