Senjata Tradisional

Ruduih, Senjata yang Digunakan dalam Perang Manggopoh

Kebudayaan Minangkabau memiliki ciri khas yang tak kalah menarik bila dibandingkan dengan kebudayaan lainnya yang ada di Pulau Sumatra. Suku Minang ini masih menyimpan banyak hal yang tentunya unik dan menarik untuk dilihat. Mulai dari adat istiadat seperti adat Matrilineal, adat pernikahan hingga budaya merantau. Namun tak hanya itu, tengoklah senjata tradisional yang ada disini Ruduih misalnya.

Ruduih adalah senjata sejenis Golok yang berasal dari kebudayaan masyarakat Minang, Sumatra Barat. Senjata ini memiliki fungsi sebagai senjata yang digunakan untuk bertempur di medan perang. Sedangkan untuk berburu kala itu menggunakan senjata Sumpitan.

Ruduih 2

Taukah anda keberadaan senjata Ruduih saat ini? Ya, Senjata Ruduih saat ini berada di dalam Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma dan tercatat sebagai senjata yang digunakan dalam perang Manggopoh pada 1908 silam.

Lihat Juga: Senjata Simbol Kebesaran Orang Batak

Perang Manggopoh 1980 ini berlangsung pada 15-16 Juni 1908. Perang dilakukan karena berawal dari kejengkelan kaum ninik mamak, alim ulama, para cendikiawan dan rakyat Kanagarian Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Tindakan-tindakan yang dilakukan serdadu Belanda dinilai telah melanggar adat sopan santun masyarakat Manggopoh yang menjunjung tinggi nilai adat dan budaya luhur Minangkabau dan keluar dari batas kewajaran sebagai manusia.

Dari literatur yang ada, beberapa sumber ada yang menyebutkan senjata Ruduih adalah senjata yang tampak serupa dengan senjata Kelewang. Dari segi bentuk senjata ini seperti  pedang yang mempunyai satu sisi bilah yang tajam.

Terdapat beberapa perbedaan di antaranya, jika pada senjata Kelewang sisi bilah tajam dan lurus, maka sejata Ruduih memiliki sisi tajam yang lebih cenderung cembung ke dalam. Bentuk bilah yang demikian membuat serangan kepada lawan bisa lebih mematikan. Maka tak heran jika senjata ini kerap digunakan oleh para prajurit kerajaan ketika sedang berperang Manggopoh pada 1908.

Sumber: Adat Istiadat, Tradisi Kita, Senjata Tradisional Sumatra Barat,

 

3 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: