Menghidupkan Masjid
Kegiatan

Menghidupkan Masjid, Membangkitkan Umat

Artikel ini berisi tentang berbagai hal yang mungkin telah dilakukan oleh berbagai masjid secara parsial. Sebagai catatan atau pengingat bahwa masjid memiliki potensi yang sangat besar. Sehingga sebagai motivasi, saya meletakkan judul Menghidupkan Masjid, Membangkitkan Ummat rasanya cukup pantas.

Selain menjadi tempat melaksanakan ibadah shalat berjamaah, tidak jarang kita ketahui beberapa masjid juga menjadi tempat dakwah selain dihari jumat dan bulan ramadhan. Tapi tidak banyak masjid selain masjid kampus yang menjadi tempat sharing ilmu pengetahuan. Tidak semua masjid pula jadi pusat perekonomian ummat. Meski masing-masing masjid memiliki keterbatasan, masih banyak sekali masjid yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Tidak ada permasalahan dengan mempercantik masjid, memperluasnya serta memaksimalkan fasilitas didalamnya. Karena Allah sejatinya menyukai yang indah-indah. Walaupun begitu, menghidupkan masjid sudah jelas merupakan hal yang lebih utama.

Saya ingin mengajak anda membayangkan jika semua masjid yang ada di Indonesia bisa menjadi tempat berkumpulnya anak-anak sekolah untuk belajar, dibimbing oleh kakak-kakak dari kampus yang ada di kota tersebut. Menjadi tempat sharing para jamaahnya sesuai dengan keahliannya masing-masing. Tiap masjid memiliki grup whatsapp yang berisi para jamaahnya. Mengadakan pasar minggu yang berisi dagangan para jamaahnya. Gathering beberapa waktu sekali mengenal jamaah lain yang notabene adalah para tetangganya.

Dengan tidak melupakan dakwah mengenai syariah, jika kita hitung waktu operasional masjid mulai dari pukul 5 subuh hingga jam 9 malam saja, berapa banyak waktu masjid menjadi kosong diluar waktu shalat.
Dari 16 jam tersebut jika setiap shalat hanya menghabiskan 30 menit, sehingga totalnya 2,5 jam. Maka setiap masjid memiliki waktu senggang hingga 13,5 jam yang sangatlah sayang jika tidak dimanfaatkan dengan maksimal.

Masing-masing waktu tersebut dapat dibagi sesuai dengan target kegiatannya. Sehingga dari waktu-waktu masjid semakin memberikan dampak yang komprehensif terutama bagi para jamaah disekitarnya. Baik secara spiritual maupun sosial.

Hal yang dipastikan mengikuti adalah semakin banyak yang rajin mengerjakan ibadah shalat berjamaah sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. Kedekatan masyarakat dengan masjid ini juga bisa menjadi pembentuk karakteristik masyarakat yang lebih baik.

1. Menjadi tempat belajar anak-anak kita

Secara efisiensi misalnya para orang tua yang butuh memasukkan anaknya ke tempat kursus jika bisa mengkursuskan anaknya pada masjid didekat rumah, tentunya akan mengurangi biaya transportasi dan atau biaya kursus. Kegiatan belajar mengajar di Masjid dapat memberdayakan Mahasiswa dari kampus terdekat. Kakak-kakak mahasiswa juga bisa menerima honor dari infaq orang tua.

2. Tempat sharing keilmuan jamaah sesuai profesinya

Jamaah masjid tentunya terdiri dari berbagai profesi, dan masing-masing profesi memiliki keilmuan yang dapat dibagikan pada jamaah lainnya. Jamaah yang berhasil pada profesinya dapat menjadi trigger dan motivasi agar jamaah lain juga menjadi maju. Misalnya pedagang material yang sharing kiat-kiat menjadi pengusaha atau menceritakan pengalamannya berbisnis bisa memotivasi para pengusaha lainnya agar lebih giat dan sebagainya. Hal ini juga dapat mempererat silaturrahmi dan saling mendukung dalam berbagai kegiatan antar jamaah.

Atau jamaah sepakat mengundang pembicara dari bidang tertentu yang dibutuhkan oleh mayoritas jamaah masjid tersebut.

3. Menghidupkan masjid dengan menjadikannya tempat berkumpul dan bersilaturrahmi

Gathering setiap triwulan di masjid dengan masing-masing jamaah membawa hidangan tertentu juga insyaallah dapat mempererat ukhuwah antar para jamaah.

Dan dengan pola komunikasi saat ini jamaah dapat berjejaring melalui whatsapp, facebook dan lain sebagainya sehingga informasi, keamanan lingkungan dan hal-hal berhubungan dengan kemasyarakatan semakin meningkat.

4. Tempat berolah raga

Latihan Silat, Memanah, Bulu Tangkis dan lain sebagainya. Olah raga penting bagi kesehatan manusia. Baik resmi maupun perorangan, latihan dan olah raga di masjid yang khususnya memiliki lapangan yang memadai sangat mungkin dilakukan. Olah raga seperti bela diri juga bisa menambah personal yang bisa menjaga lingkungan jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Membuat Perpustakaan untuk Masjid

5. Perpustakaan Masyarakat

Minta baca merupakan salah satu modal bagi kita untuk menambah pengetahuan. Sudah banyak survey yang mengatakan bahwa minat baca bangsa kita cukup rendah. Perpustakaan di Masjid dapat menjadi medium bagi kita untuk menumbuh kembangkan minat baca sedini mungkin dan menjadi salah satu cara untuk menghidupkan masjid. Sedangkan buku-bukunya bahkan bisa didapat dari masyarakat sekitar. Selain tentang keagamaan, buku-buku dipustaka Masjid bisa dari berbagai bidang keilmuan.

6. Bazaar dan Koperasi

Mesjid juga dapat menjadi pusat perekonomian ummat dengan membuat bazaar, pameran atau bahkan pasar mingguan seperti yang sering kita temui di beberapa masjid setiap Jumat. Selain mengadakan pasar, koperasi yang beranggotakan Jamaah juga dapat menopang sendi-sendi perekonomian ummat dan perlahan tapi dapat dipastikan menumbuhkan secara positif perekonomian nasional jika dikelola dengan professional.

7. Perlombaan

Setiap bulan Ramadhan tidak jarang berbagai masjid mengadakan perlombaan seperti MTQ, Kaligrafi dan lain sebagainya. Menurut saya jenis perlombaan yang dapat dilakukan sebenarnya bisa lebih variatif misalnya lomba ilmiah dan tidak bertentangan dengan syariat. Bahkan perlombaan ini dapat berkembang menjadi perlombaan antar utusan masjid sehingga menumbuhkan persaingan yang sehat dan motovasi yang positif melalui perlombaan-perlombaan ini.

7. Dari masjid keseluruh dunia

Setiap kegiatan dapat pula di dokumentasikan atau disiarkan secara live hanya dengan menggunakan handphone. Apalagi jika setiap mesjid memiliki website, channel youtube, grup whatsapp, telegram, instagram dan sebagainya. Sehingga publikasi kegiatan ini dapat mengalahkan konten-konten negatif yang saat ini sering melintas di media kita. Hal ini mudah terjadi jika semakin banyak populasi masjid yang berkontribusi karena jumlahnya bisa mencapai ratusan bahkan ribuan disetiap daerah terutama ditempat mayoritas muslim.

Sekali lagi kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di Masjid tersebut mungkin sudah dilakukan oleh beberapa Masjid, namun masjid yang sepi tanpa kegiatan mungkin lebih banyak jumlahnya. Sehingga artikel ini hanya sebagai catatan pengingat dan saya bersyukur jika artikel ini bisa pula menjadi inspirasi bagi anda yang membacanya. Dan jika demikian, saya harap anda sudi membagikan artikel ini kepada rekan-rekan yang lain.

Kegiatan-kegiatan ini dapat di evaluasi secara berkala untuk mengoptimalkannya sehingga kualitas ummat semakin meningkat dan persatuan dan kesatuan jamaah khususnya dan nasionalisme pun bisa semakin baik.

Islam merupakan agama yang Kaffah dan tidak hanya mengenai syariah. Dengan mengoptimalkan masjid untuk kegiatan-kegiatan yang positif, insyaallah kebangkitan ummat akan semakin mudah untuk dicapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *