limbah kayu
Kayu,  Senjata Tradisional

Cek Dulu Artikel Ini Sebelum Anda Mulai Mengelola Limbah Kayu

Limbah kayu berasal dari pohon kayu hasil hutan alami atau produksi. Pohon merupakan karunia alam yang banyak memberikan banyak manfaat bagi manusia. Sebelum dan sesudah ditebang, secara umum pepohonan memberikan dampak yang positif bagi berbagai kebutuhan manusia. Lebih spesifik batang kayu baru hingga yang sudah diolah memiliki nilai tengible dan intengible bagi manusia. Dalam koridor perekonomian, kayu baik yang berbentuk utuh hingga serbuk, berukuran besar hingga kecil semuanya dapat dimanfaatkan bagi manusia.

Defenisi limbah yang merupakan buangan dari proses produksi sehingga disebut juga sebagai sampah rasanya sulit dilekatkan pada material perkayuan. Karena kayu baik secara fisik maupun kimiawi menyimpan potensi besar hingga keukuran terkecilnya. Hanya ketidak mampuan, ketersediaan dan fokus suatu sistem industrilah yang pada akhirnya menyisakan ekses komponen material yang tidak diolah ini.

Asal Limbah Kayu

Pengolahan limbah perkayuan tidak lepas dari karakter awal kayu yang diolah sehingga kita perlu memperhatikan asal dari limbah perkayuan yang akan kita olah tersebut

1. Alam

Secara alami pohon menghasilkan sampah hasil metabolismenya saat masih hidup seperti daun, kelopak bunga, dahan, ranting hingga kulit pohon. Sisa metabolisme ini banyak yang tidak jarang dimanfaatkan oleh manusia. Tidak ayal tebangan pohon juga menghasilkan sisa-sisa bagian dari pohon yang tidak ikut didistribusikan ketempat tujuan pengepulan. Salah satu contohnya ranting yang patah karena lapuk atau kering karena proses yang alami dapat digunakan sebagai material dekoratif. Ranting juga banyak digunakan masyarakat desa sebagai bahan bakar untuk memasak.

 

2. Industri kecil dan perbengkelan kayu

Dalam pembuatan produk hingga finishing industri kayu skala kecil dan perbengkelan kayu menghasilkan buangan yang sering kali ditumpuk atau dibakar. Sisa produksi ini jika ukurannya masih cukup besar biasanya masih digunakan kembali untuk membuat produk baru. Sedangkan ukuran kecil, serbuk dan partikel lebih banyak dibuang. Pada Industri dengan skala ini manajemen limbah jarang diatur sedemikian rupa. Sehingga limbah tersebut sering menjadi penyebab penurunan kualitas ruang kerja. Industri  jenis ini merupakan jenis industri yang cukup banyak di Indonesia. Bengkel furniture atau kusen pintu, produsen mainan atau produk-produk interior dekoratif seringkali menghasilkan limbah yang masih bernilai. Limbah yang dihasilkan oleh tempat ini bervariasi. Mulai dari potongan-potongan kayu, serutan kayu, partikel hingga serbuk hasil pengampelasan.

3. Industri skala menengah dan besar

Industri furniture dan produk olahan kayu bertujuan ekspor merupakan salah satu penghasil limbah kayu yang cukup besar. Bekerja dengan sistem produksi tertentu, ukuran dan komponen yang tidak terpakai sebagian dijual kembali atau dimanfaatkan untuk pengembangan produk lainnya.

4. Struktur dan sisa bahan bangunan

Limbah-limbah kayu yang berasal dari pekerjaan sipil dan arsitektural biasanya cukup banyak. Ukurannya pun bervariasi. Namun demikian limbah perkayuan ini biasanya terdiri dari kayu berkualitas rendah dan perlu banyak pembersihan dari sisa semen dan atau paku.

5. Packing dan shipping

Limbah perkayuan pada industri biasanya terdiri dari industri hulu dan hilir. Limbah pada industri hulu tidak jauh berbeda dengan limbah industri menengah dan besar. Sedangkan limbah dari industri hilir adalah sisa packing dan shipping pada industri penerima produk. Limbah perkayuan ini banyak kita temui dijual kembali karna di olah dengan standarisasi eksport.

Tipe Limbah Perkayuan

Tipe limbah kayu. Sebagian besar limbah perkayuan tidak dapat langsung dipergunakan. Material buangan ini biasanya perlu dibersihkan, dibentuk dan di finishing ulang sesuai dengan kebutuhan. Bahasa inggrisnya reclean, reshape and refinish. Effort penanganan ini dimulai dengan mengenali sifat limbah kayunya

1. Kering

Limbah kayu ini kebanyakan dihasilkan dari industri yang berskala eksport. Atau industri kecil dan perbengkelan yang berada diwilayah bersuhu panas. Sehingga jenis limbah ini dapat dibagi pula menjadi limbah kering olahan dan limbah kering alami. Limbah kering olahan merupakan limbah perkayuan yang sudah mengalami proses drying atau kiln serta diberj bahan kimia pada proses fumigasi dan pencelupan untuk menghilangkan hama. Sedangkan limbah kering alami dihasilkan melalui faktor pengeringan alami di ruangan terbuka tanpa pengolahan standar eksport.

2. Basah

Limbah kayu basah bisa disebabkan karna limbah dihasilkan dari pohon hidup, baru ditebang, terpapar oleh air atau kondisi lingkungan yang lembab. Pengolahan ulang pada tipe limbah seperti ini membutuhkan usaha dan biaya yang lebih besar dan banyak.

3. Cair

Limbah cair kebanyakan dihasilkan dari industri kayu besar yang mengejar standar ekspor impor. Limbah cair berasal dari pencucian material, pengawetan kayu dengan sistem perendaman dan lain sebagainya. Limbah cair industri perkayuan merupakan salah satu limbah yang berjenis toxic dan pengelolaannya perlu turut dipertimbangkan terlebih jika perusahaan memerlukan sertifikasi ISO.

Ukuran Limbah Kayu

Limbah kayu terdiri dari berbagai ukuran sesuai dengan asal limbah tersebut. Ukuran ini banyak menentukan potensi dari limbah tersebut.

1. Ukuran standar pasar

Limbah yang masih berukuran standar biasanya berasal dari buangan konstruksi sipil dan arsitektural. Limbah dengan ukuran ini juga banyak didapat dari sisa packing dan shipping.

2. Pasahan (shaving)

Partikel kayu kecil berdimensi tidak menentu yang dihasilkan apabila mengentam lebar atau mengetam sisi ketebalan kayu.

3. Serpih (flake)

Partikel kayu kecil dengan dimensi yang telah ditentukan sebelumnya yang dihasilkan dalam peralatan yang telah dikhususkan

4. Biskit (wafer)

Serupa serpih dalam bentuknya tetapi lebih besar. Biasanya lebih dari 0,025 inci tebalnya dari 1 inci panjangnya.

5. Tatal (chips)

Sekeping kayu yang dipotong dari satu balok dengan pisau yang besar atau pemukul seperti dengan mesin pembuat tatal kayu pulp.

6. Serbuk gergaji (sawdust)

Dihasilkan oleh pemotong dengan gergaji

7. Untaian (strand)

Pasahan panjang, tetapi pipih dengan permukaan yang sejajar.

8. Kerat (sliver)

hampir persegi potongan melintangnya, dengan panjang paling sedikit 4 kali tebalnya

9. Wol kayu (exelcior)

keratan yang panjang, berombak, ramping, juga digunakan sebagai kasuran dalam pengempakan.

Lihat Juga : Bagaimana Merawat Furniture Kayu

Pemanfaatan Limbah Kayu

1. Reuse

Pemanfaatan limbah kayu dengan cara reuse adalah menggunakan limbah untuk membuat produk yang serupa dengan asal limbah atau produk yang baru. Misalnya limbah kayu bekas bongkaran bangunan yang digunakan kembali untuk membangun struktur. Atau limbah kayu dari bangunan lama untuk membuat bangunan baru yang bergaya rustic.

2. Produk Umum

Hampir semua jenis kayu yang dikatakan sebagai limbah dapat dipergunakan kembali untuk memproduksi atau membuat produk dengan fungsi yang baru. Produk-produk tersebut tidak terbatas pada ukuran yang lebih kecil dari produk yang dapat dihasilkan material kayu awal, tetapi dapat digabungkan untuk menghasilkan produk-produk kayu yang lebih besar.

3. Mix Material

Limbah kayu juga sering dimanfaatkan dengan menambahkan komponen material lain untuk membuat produk baru. Sehingga volume kayu pada produk tersebut bervariasi. Sebagaimana umumnya pembuatan produk, pembuatan produk limbah dengan mencampurkan material lain dalam produk dapat memberikan aksen. Sebaliknya jika komponen kayu yang ada pada produk yang dibuat dengan cara mencampurkan material namun volumenya lebih sedikit dibandingkan dengan material lain, komponen kayu tersebut dapat menjadi aksen.

4. Produk Komposit

Limbah kayu dapat pula dicampurkan dengan material perekat untuk membuat produk komposit dari kayu. Sebagaimana yang diterapkan pada pembuatan kayu komposit seperti MDF, HDF, Particle Board dan lainnya dapat pula diterapkan pada limbah kayu berukuran tertentu.

5. Produk Organik

Limbah kayu tanpa bahan kimia dapat dimanfaatkankan sebagai media tanam. Limbah kayu yang digunakan sebagai media tanam kebanyakan adalah serbuk gergaji atau saw dust. Serbuk gergaji dapat dijadikan media tanam karna mengandung hara dan dapat menyerap atau menyimpan air secara optimal. Selain itu sebuk kayu ukuran tertentu dapat dijual untuk para pencinta hamster yang berfungsi sebagai alas kandang dan lain sebagainya.

6. Briket

Limbah kayu berukuran flake, saw dust dan particle dapat pula dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan briket. Nilai kalori pada kayu yang biasanya dimanfaatkan untuk kayu bakar dapat dioptimalkan dengan membuat briket dari limbah kayu dengan ukuran konsisten.

7. Elemen bangunan

Kayu bekas kini banyak dijadikan sebagai material untuk walltreatment. Baik limbah kayu dengan ukuran yang tertentu dan konsisten kini banyak dimanfaatkan sebagai elemen yang dapat dibuat menjadi aksen pada bangunan. Bahkan limbah kayu ukuran tertentu dapat kemudian dijadikan bahan bangunan yang dominan.

Lihat Juga : Lantai Parket Yang Membuat Rumah Menjadi Lebih Hangat

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan limbah kayu

Limbah kayu memang banyak yang dapat digunakan sebagai material pada jenis bisnis tertentu atau pendongkrak bisnis utama dari industri perkayuan. Meski demikian pengolahan limbah kayu tetap memerlukan manajemen yang baik sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan terciptanya efisiensi produksi. Perhatikan hal-hal berikut ini agar pemanfaatan limbah kayu tidak malah berubah menjadi merepotkan anda:

1. Volume kebutuhan

Perhitungan yang tepat sangat penting dalam pengelolaan perusahaan termasuk dalam pemanfaatan limbah kayu. Menghitung volume kebutuhan terhadap material bermanfaat untuk efisiensi pergudangan. Penghitungan kapasitas produksi berperan penting dalam penentuan volume kebutuhan material. Produksi by demand dan produksi by inisiative memiliki krusialitas yang berbeda. Sementara produksi by demand  dapat lebih mudah menghitung kuantitas material yang dibutuhkan, produksi by inisiative perlu penetapan sekaligus perhitungan jumlah produksi yang akan dikerjakan.

2. Kontinuitas supply

Saat pesanan dari konsumen anda telah kontinue bahkan terjadi peningkatan tiba-tiba material yang biasa anda tidak dapat dipesan atau habis stocknya. Sedangkan ditempat-tempat yang lain sayangnya tidak tersedia material yang sesuai dengan standarisasi yang biasa anda dapat. Saat itu pula anda mendapatkan nightmare dari kurangnya kesiapan diawal produksi. Keberlangsungan atau kontinuitas supply termasuk dalam pengolahan limbah kayu sangatlah penting. Jika anda tidak dalam program membuat sebuah produk yang limited edition maka sebaiknya anda menghindari mengambil material yang tidak dapat anda pastikan keberlangsungan supplynya.

3. Harga

Tentunya persoalan harga merupakan salah satu point penting yang perlu anda perhatikan jika limbah kayu anda dapatkan dengan cara membeli. Perhatikan nilai jual produk yang akan anda buat dan hitung dengan seksama budget yang akan anda keluarkan pada kegiatan produksi. Material limbah kayu yang anda pergunakan sebaiknya tidak menjadi beban utama dalam produksi yang anda lakukan.

4. Distribusi

Jika anda melakukan produksi di wilayah Bandung namun supply limbah kayu yang anda dapatkan berasal dari daerah Jawa Tengah. Hal tidak kalah pentingnya adalah perhitungan biaya transportasi dari supplier hingga ketempat anda. Ketersediaan material yang anda butuhkan dalam radius yang terdekat tentunya sangat baik. Namun jika material yang anda dapatkan cukup jauh, pertimbangkan dengan matang dan hitung dengan tepat.

5. Kualitas

Sebagai mana yang kita ketahui kualitas sebuah produk adalah salah satu pertimbangan penting yang perlu kita perhatikan. Kualitas ini dimulai dari material awal yang anda gunakan. Demikian halnya dengan limbah kayu. Tidak heran jika banyak yang memanfaatkan limbah kayu pinus dari peti kemas. Limbah kayu dari peti kemas tergolong kering dan bahkan sudah di fumigasi sesuai standar ekspor impor. Kualitas material yang anda gunakan juga mempengaruhi efisiensi produksi anda.

Demikianlah beberapa hal yang dapat membantu anda sebelum anda memulai menggarap limbah perkayuan yang mungkin kini sedang menganggur di workshop, pabrik, disekitar anda atau tempat produksi anda saat ini. Limbah kayu berupa potongan kayu hingga partikel sekalipun dapat dimanfaatkan terus menerus. Pemanfaatan komponen kayu berhenti setelah material tersebut berubah menjadi karbon atau habis dimakan api.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: