Mata Pisau
Pisau

Tipe mata yang umum pada bilah pisau yang perlu kita ketahui

Bagi knife enthusiast, knife maker maupun teknisi yang membutuhkan pisau barangkali bentuk mata pisau bukanlah sesuatu pengetahuan yang baru. Namun bagi masyarakat yang umum, pengetahuan ini dapat dipergunakan minimal untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan teknis yang dihadapi sesekali. Misalnya mengapa pisau Shasimi hanya diasah disatu sisi saja, atau mengapa desain mata produk pisau cukur diasah melengkung.

Asahan mata produk pisau atau dikenal sebagai knife grind merupakan salah satu anatomi terpenting dalam sebuah pisau. Sebuah produk baru dapat di identifikasi sebagai pisau jika benda tersebut memiliki mata yang tajam. Perbedaan pengasahan mata pada pisau dibuat sesuai dengan fungsi dari produk tersebut. Pisau dalam definisinya sebagai alat membutuhkan mata yang berbeda untuk keperluan yang berbeda pula. Sedangkan pisau yang berfungsi sebagai senjata hanya dominan menggunakan beberapa jenis mata saja.

Berbagai jenis asahan Mata Pisau yang umum

1. Asahan Cekung – Hollow Grind

Terutama laki-laki yang pernah dicukur tentunya familiar dengan pisau yang digunakan oleh tukang cukur (kecuali yang sekarang disambung dengan silet). Pisau cukur merupakan salah satu contoh aplikasi dari mata pisau yang cekung.

Zaman dahulu jenis mata pada pisau seperti ini cukup populer terutama untuk kegiatan berburu. Pada kegiatan berburu, jenis mata pada pisau seperti ini sangat efektif untuk skinning atau menguliti binatang. Kegiatan menguliti binatang menjadi mudah karena dengan mata seperti ini pisau menjadi sangat tajam. Namun demikian, jenis mata ini memiliki kelemahan yaitu lebih cepat tumpul. Meski dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, jenis mata seperti ini dianjurkan untuk benda-benda yang lunak atau liat.

2. Asahan Rata – Flat Grind

Pisau dengan mata yang diasah benar-benar datar dari punggung pisau kemudian lancip hingga ke arah bawahnya kini merupakan barang langka. Jenis mata pada pisau seperti ini biasanya digunakan oleh koki atau kita kenal sebagai Chef Knifes. Pisau dengan mata seperti sangat berguna untuk menekan keseluruhan bilah pisau pada sesuatu. Misalnya untuk memotong daging yang tebal.

Sama seperti pisau bermata cekung, pisau dengan jenis mata seperti ini sangat tajam. Semakin lebar bilah pisaunya, semakin panjang pula permukaan asahannya hingga ke punggung pisau, maka semakin tajam pula pisau dengan jenis ini. Dengan kondisi tersebut, mata pisau juga lebih mudah tumpul, karna ujung mata bisa menjadi sangat tipis.

Saat ini pisau dengan asahan rata banyak yang asahannya ditambah menjadi asahan campuran. Asahan utama yang dimulai dari punggung pisau berakhir pada titik tertentu mendekati ujung bawah kemudian diberikan kemiringan yang kedua atau secondary bevel.

3. Asahan Rata Tinggi – High Flat Grind

Hampir mirip dengan asahan mata pisau yang rata, asahan rata tinggi pada pisau dibuat mendekati punggung pisau. Pisau memiliki asahan mata sedikit dibawah punggung pisau. Dengan asahan seperti ini, sedikit bagian bilah dekat punggung yang tidak diasah dapat menjadi aksen tertentu.

Bilah pisau yang kecil dan tebal dapat mengakibatkan tipe asahan mata seperti ini menjadi cukup jelas. Hal ini dapat kita lihat pada pisau-pisau berjenis Pukko dari Finlandia.

4. Asahan-V – V-Grind

Tipe asahan mata pada pisau yang merupakan turunan dari Asahan Rata ini menyisakan setengah bahkan lebih bagian lebar pada bilah pisau tidak diasah. Jenis mata pada pisau seperti ini kini merupakan salah satu jenis mata yang cukup banyak digunakan pada pisau-pisau survival modern dan militer.

Kelebihan dari Asahan-v adalah durabilitasnya, jenis mata ini lebih mudah dan lebih cepat diasah dilapangan. Karena secara struktur luas penampang penahan mata pisau lebih luas, jenis mata ini lebih tahan terhadap kegiatan yang melibatkan momentum dibandingkan jenis mata yang sudah dibahas sebelumnya.

Kelemahan dari jenis mata pisau ini ada pada efisiensi, sementara mata yang berjenis cekung dan datar penuh lebih cepat untuk memotong, mata seperti ini sebaliknya.

5. Asahan Pahat – Chisel Grind

Seperti namanya, asahan mata pada pisau seperti ini biasa digunakan oleh pahat. Asahan mata pada pisau dengan tipe pahat dibuat dengan memiringkan satu sisi bilah dan membiarkan satu sisi lagi tetap datar. Kemiringan asahan mulai dari 30° hingga 20°.

Dalam pengerjaan pengolahan makanan, pisau dengan jenis asahan seperti ini biasanya digunakan pada produk-produk pisau Sashimi. Salah satu jenis pisau Sashimi yang terkenal adala Yanagiba. Pisau untuk Sashimi membutuhkan output yang dapat mempertahankan bentuk daging yang belum dipotong dan memisahkan daging yang ingin dipotong kearah luar.

Selain Yanagiba, pisau berjenis Tanto modern juga banyak yang menggunakan tipe asahan ini. Bahkan bentuk pisau Tanto juga sudah seperti pahat.

6. Asahan Cembung – Convex Grind

Asahan Cembung merupakan salah satu tipe asahan yang kini juga sulit ditemukan. Dibandingkan pada pisau, tipe asahan ini lebih banyak ditemukan pada kapak dan pedang. Tipe asahan mata seperti ini termasuk tipe asahan yang tahan lama secara struktur. Namun demikian untuk menjaga agar tipe mata seperti bertahan diperlukan perlakuan khusus saat mengasahnya.

Tipe asahan mata pisau seperti ini sangat ideal untuk kegiatan Chopping dan pembelahan benda. Pada pisau jaman sekarang, tipe mata ini dipertahankan dengan membuat secondary bevel. Dengan kemiringan kedua, kegiatan pengasahan pisau jadi lebih mudah, karena yang ditajamkan adalah sisi yang terluar yang terdapat pada Secondary Bevel-nya.

7. Asahan Campuran – Compound Grind

Tipe asahan mata pada pisau seperti ini merupakan tipe mata yang paling umum kita temui saat ini. Hampir semua jenis yang sebelumnya disebutkan ditambahkan Secondary Bevel. Penambahan kemiringan kedua pada ujung kemiringan pertama memberikan keuntungan dalam perawatan pisau. Dengan adanya kemiringan kedua, pisau lebih mudah untuk diasah dan tidak mudah sompel atau Chipping. 

Penggunaan Compound Grind menjadi teknik pembuatan mata pisau yang solutif namun terkadang luput dari perhatian user. 

8. Asahan Asimetris – Asymmetric Grind

Tipe asahan mata Asimetris adalah tipe gabungan dua jenis pengasahan dan luas asahan yang berbeda pada masing-masing sisi bagian bilah. Misalkan tipe mata cembung yang di kombinasikan dengan tipe asahan rata.

Dengan menggabungkan dua tipe asahan ini pisau memiliki kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tipe asahan.

Tipe asahan Asimetris biasanya digunakan pada pisau-pisau mesin tertentu terutama dalam industri makanan. Tipe mata seperti ini termasuk tipe mata khusus.

Dengan mengetahui tipe-tipe mata pada pisau diharapkan dapat memperkaya pengetahuan kita bersama dalam pemilihan produk pisau yang sesuai dengan dengan kebutuhan kita masing-masing. Selain itu dengan pengetahuan ini juga dapat memberikan kita masukan bagaimana mengasah dan mempertahankan ketajaman pisau yang kita gunakan untuk keperluan kita masing-masing.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: