Buding
Senjata Tradisional

Senjata Buding Produk Kebudayaan Suku Osing

Buding – Manusia dan kebudayaan, salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Manusia menciptakan kebudayaannya sendiri, kemudian melestarikannya secara turun-temurun. Salah satu bentuk dari kebudayaan adalah senjata tradisional.

Setiap suku di Indonesia pasti memiliki perkakas atau senjata tradisional. Baik digunakan untuk berburu, bercocok tanam maupun sebagai alat pertahanan diri. Tak terkecuali suku Osing (penduduk asli Banyuwangi), menurut beberapa literatur senjata yang berasal dari sini ialah senjata Buding.

Suku Osing berasal dari Banyuwangi. Mereka juga sering disebut dengan nama Lare Osing atau Wong Blambangan. Konon bahasa mereka merupakan turunan langsung dari bahasa Jawa Kuno.

Suku ini memiliki tradisi perang yang sangat berani yang disebut sebagai Puputan. Puputan merupakan istilah perang hingga titik darah penghabisan. Tradisi ini terekam pada perang besar yang dikenal sebagai Puputan Bayu pada tahun 1771 M.

Suku ini masih mayoritas menempati bagian tengah hingga timur Kabupaten Banyuwangi. Saat ini Suku Osing mayoritas menjadi Petani. Meskipun memiliki kekerabatan dengan Suku Bali, Suku Osing tidak mengenal Kasta karena telah banyak dipengaruhi oleh agama Islam.

Lihat Juga: Senjata Khas Batak Toba

Sebagai senjata tradisional ini memiliki beberapa fungsi di antaranya, sebagai alat untuk membantu atau mempermudah aktivitas sehari-hari masyarakat suku Osing. Untuk pertahanan diri dari serangan musuh atau segala macam bahaya.

Bentuk Buding

Dari segi bentuk sama seperti halnya Pisau atau Golok, senjata ini memiliki ukuran panjang sekitar 46 cm lengkap dengan gagang dan sarung pelindung. Jika dirinci secara lengkap Buding memiliki ukuran pegangan 18 cm, sarung 29 cm, dan hiasan sarung 10 cm.

Namun jangan heran jika belum pernah mendengar nama senjata ini. Karena memang senjata Buding tidak terlalu popular di tengah masyarakat umum, hanya masyarakat tertentu seperti suku Osing.

Sumber: DisiniAja, Budaya Jawa, Budaya Indonesia, Tradisi Tradisional

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *