Keris Aru Palaka
Senjata Tradisional

Keris Aru Palaka – Keris Emas Peninggalan Kerajaan Bone

Sesuai dengan namanya, Pusaka Keris Emas Aru Palaka ini adalah salah satu senjata tradisional yang dianggap sebagai benda pusaka bagi masyarakat setempat. Keris ini sudah ada sejak masa kerajaan Buton dan juga merupakan senjata pusaka dari raja-raja di kerajaan Buton, Sulawesi Tenggara.

Senjata keris ini, digunakan sebagai senjata untuk melawan musuh dengan cara ditikam atau di tusukkan dengan jarak yang dekat. Keris pusaka ini hanya dimiliki oleh anggota kerajaan saja, atau lebih tepatnya raja-raja di Kerajaan Buton. Bahkan kembaran daripada keris Pusaka ini pernah di berikan kepada Sulton Buton yang ke sembilan yakni Sultan Qaimuddin Malik sirullah Khalifatul Khamis oleh Aru Palaka pada tahun 1660, tepatnya di Bulan Oktober.

Lihat Juga : Alamang Senjata Tradisional Sulawesi Selatan

Keris Pusaka Emas Aru Palaka ini sangat memiliki nilai sejarah dan leluhur yang tinggi, sebab ia juga merupakan saksi bisu dari masa kerajaan sejak dahulu kala, selain itu nilai materi yang terkandung pada keris ini juga sangat tinggi, sebab sesuai dengan namanya, keris ini memang berlapiskan emas, wajar saja karena yang memiliki keris ini pada zaman dahulu hanya para raja di kerajaan Buton.

Bentuk Keris Emas Aru Palaka

Keris ini memiliki bentuk seperti keris pusaka pada umumnya dengan luk yang ada pada bagian kerisnya, pada bagian hulu keris berlapis emas dengan dilengkapi permata yang menghiasi bagian dari keris pusaka itu. Lapisan emas dan permata juga terdapat pada sarung keris.

Lihat Juga :  Badik Lompo Battang

Bahan Baku Pembuatan Keris Emas Aru Palaka

Berbeda dengan keris biasanya, keris ini dibuat dengan bahan baku yang sangat mewah yakni dengan di lapisi emas dan batu permata di bagian sarung dan hulu keris.

Keris Pusaka Emas Aru Palaka, Peninggalan Pusaka Raja Arung Palaka

Banyak cerita tentang kejayaan Raja Aru Palaka atau Arung Palaka, yang mana merupakan Sultan Bone. Beliau ialah sosok raya yang sangat dihormati oleh rakyatnya, karena beliau sangat berpengaruh dalam kekuatan Maritim besar yang dimiliki suku Bugis di abad ke 17. Banyak sekali kisah menarik yang dimiliki oleh Aru Palaka. Begitu juga dengan peninggalan yang di tinggalkan oleh beliau yang dianggap sebagai senjata dan benda pusaka oleh masyarakat.

Benda dan senjata pusaka yang ditinggalkan oleh beliau selalu di lapisi emas dan batu permata yang menghiasi tampilannya. Salah satunya seperti Keris Pusaka Emas Aru Palaka. Keris ini menjadi senjata peninggalan dari kerajaan Buton, sebab di berikan oleh Aru Palaka sendiri kepada kekerajaan Buton, bahkan kembaran dari keris ini yang mana di serahkan lansung oleh Aru Palaka kepada Sultan Buton pada tahun 1660, yang di dampingi oleh istrinya yaitu Imangkawani Daeng Talele dan para sahabatnya yaitu Arung Apanang, Arung Belo, Arung Bila, Arung Kaju dan Arung Pattojo.

Selain dari Bentuk dan kemewahan yang dimiliki oleh Keris Pusaka Emas Aru Palaka. Bagian dengan lapisan emas yang melapisi sarung dan hulu keris pusaka ini. Kesaktian dari senjata pusaka yang dimiliki raja ini juga sangat mengagumkan. Konon katanya pada zaman dahulu, keris pusaka ini mampu memunuh lawannya hanya dengan sedikit goresan. Oleh karena itu, Keris ini sangat disayangi oleh sang raja. Keris ini juga menjadi senjata andalan yang selalu di bawa oleh raja dalam setiap perperangan kerajaan. Bentuknya yang mewah juga menjadikan keris ini sebagai simbol kekayaan dari kerajaan di Sulawesi Tenggara.

Sumber : Tradisi Kita

One Comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: