Senjata
Senjata Tradisional

Senjata

Sebelumnya saya harus menjelaskan posisi saya sebagai penulis bahwa saya bukan salah seorang yang menganggap bahwa dunia akan menjadi tempat yang lebih baik tanpa senjata. Mengapa demikian? mari saya jelaskan. Bagi saya senjata dapat di defenisikan sebagai Alat yang dapat digunakan untuk agresi maupun bertahan terhadap makhluk hidup

Definisi ini tidak jauh berbeda dengan anda temukan pada Wikipedia. Tentunya selain dari wikipedia, kita juga dapat menemukan berbagai definisi yang dibuat oleh kamus-kamus besar seperti oxford, webster dan sebagainya. untuk mendapatkan pengertian etimologis secara menyeluruh mari kita lihat pula arti senjata dari kamus-kamus tersebut.

Webster

– 1. Sesuatu (seperti pemukul bola, pisau, senjata api) yang digunakan untuk melukai, mengalahkan atau menghancurkan. 2. Sesuatu untuk bersaing terhadap yang lain.

Dictionary

–  (kata benda) 1. Setiap instrumen atau alat yang digunakan dalam serangan atau pertahanan dalam pertempuran, berkelahi atau berperang, sebagai pedang, senapan atau meriam. 2. Apapun yang digunakan untuk melawan lawan atau sebaliknya korban : Senjata mematikan dari Satire. 3.  Zoologi. Bagian apapun dari organ yang digunakan untuk menyerang, mencakar, bertahan, menanduk, mengigit atau menyengat. (kata sifat) untuk menyediakan atau melengkapi dengan persenjataan atau mempersenjatai ; untuk mempersenjatai pesawat dengan rudal pencari panas.

Oxford

– (kata benda) Sesuatu yang dirancang atau digunakan untuk menimbukan kerugian atau kerusakan fisik ex: Senjata Nuklir. (Lainnya) Cara untuk mendapatkan keuntungan atau membela diri dalam konflik atau kontes, ex: “Ancaman pengunduran diri telah lama menjadi senjata bagi dirinya”

Kamus Besar Bahasa Indonesia

– senjata/sen·ja·ta/ n 1 alat yang dipakai untuk berkelahi atau berperang (keris, senapan, dan sebagainya): — api; gudang –; 2 ki sesuatu (surat, kop surat, cap, memo, dan sebagainya) yang dipakai untuk memperoleh suatu maksud: ijazah palsu itu dijadikan — untuk mencari rezeki; 3 tanda bunyi pada tulisan Arab (fatah, kasrah, damah, dan sebagainya);– makan tuan, pb sesuatu yang direncanakan untuk mencelakakan orang lain, tetapi berbalik mengenai diri sendiri;

Wikipedia Bahasa Inggris

– Perangkat yang digunakan untuk menimbulkan kerusakan atau membahayakan makhluk hidup, struktur atau sistem. Senjata digunakan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari kegiatan berbutu, kejahatan, penegakan hukum, bela diri dan peperangan. Dalam konteks yang lebih luas , senjata dapat ditafsirkan sebagai apapun yang digunakan untuk keuntungan strategis, materi atau keuntungan mental dari musuh dan sebaliknya.  Benda-benda biasa seperti tongkat, batu, mobil atau pensil dapat digunakan sebagai senjata, banyak pula yang dirancang dengan tegas untuk tujuan mutlak – mulai dari alat-alat sederhana seperti tongkat, pedang, rudal balistik antar benua yang modern dan rumit, senjata biologis dan senjata cyber. Atau sesuatu yang ditingkatkan kemampuannya untuk menyebabkan kerusakan seperti virus yang dipersenjatai atau laser dan sebagainya.

Wikipedia Bahasa Indonesia

Suatu alat yang digunakan untuk melukai, membunuh, atau menghancurkan suatu benda. Senjata dapat digunakan untuk menyerang maupun untuk mempertahankan diri, dan juga untuk mengancam dan melindungi. Apapun yang dapat digunakan untuk merusak (bahkan psikologi dan tubuh manusia) dapat dikatakan senjata. Senjata bisa sederhana seperti pentungan atau kompleks seperti peluru kendali balistik.

Sejarah Senjata

Senjata telah digunakan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu, mulai dari untuk keperluan berburu, pertahanan diri, penegakan hukum hingga aktifitas kriminal. Senjata memberikan kontribusi dalam sejarah manusia dan teknologi juga memberikan dampak terhadap perkembangan senjata dari waktu ke waktu.

Material memberikan kontribusi terbesar dalam perkembangan senjata, baik penggunaan material tunggal, multimaterial hingga material-material komposit menjadikan senjata semakin bervariasi, lebih kuat atau lebih mematikan. Mulai dari penggunaan material kayu, batu, logam, plastik dan seterusnya.

Prasejarah

Sebagaimana peralatan pendukung kehidupan manusia, senjata berkembang pada dasarnya demi memenuhi hasrat manusia untuk mendapatkan dan mencoba sesuatu yang baru. Sebagai alat, senjata berguna untuk berburu dan mengolah hasil buruan tersebut. Senjata yang digunakan sebagai alat didalam konflik antara sesama manusia diharapkan dapat menimbulkan kerusakan atau melindungi penggunanya dari dampak kerusakan yang dapat ditimbulkan senjata lawannya. Secara paralel baik sebagai alat mengembangkan kehidupan dalam berkelompok maupun penggunaannya pada konflik senjata terus berkembang, seiring semakin besarnya kelompok-kelompok manusia prasejarah, semakin kompleksnya tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam menyediakan makanan, munculnya kebutuhan-kebutuhan baru seperti membangun tempat berteduh atau tempat tinggal menciptakan komoditas baru seperti pakaian dan sebagainya.

Penggunaan batu yang dibentuk, tongkat, lembing pada jutaan tahun yang lalu pada masa Hominids menyisakan ambiguitas untuk tepat disebut senjata-senjata prasejarah. Senjata tertua berumur 300.000 tahun yang ditemukan di Nataruk, Turkana – Kenya adalah tombak Schöninger dengan beberapa tengkorak yang mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kepala, leher, tulang rusuk, lutut dan tangan serta proyektil-proyektil batu yang masih melekat pada tulang belulang tersebut yang mungkin disebabkan oleh tongkat dan panah dalam konteks konflik antara kelompok pemburu meskipun penemuan dan klaim tentang senjata pertama ini masih mengalami kontroversi.

Perkembangan senjata prasejarah

Semakin tingginya pengetahuan manusia dan ditemukannya sumber daya – sumber daya yang baru senjata tradisional di gantikan oleh senjata-senjata bermaterialkan logam yang lebih kuat dan tajam seperti tembaga. Permata berkontribusi pada perkembangan dunia lama seperti pada kebudayaan-kebudayaan di Mesopotamia, Mesir, Yunani, Roma, India, Cina serta membuat peradaban mereka lebih tinggi. Permata dikenal oleh manusia setelah berhasil menggeser kebudayaan batu dan menjadi logam utama yang dikenal manusia dalam waktu yang cukup lama. Saat zaman permata tongkat berkepala bundar jadi salah satu yang tinggi permintaannya. Bangsa Sumeria adalah manusia yang dicatat sebagai pengguna Senjata dari permata. Sedangkan pada masa itu penduduk asli Amerika masih menggunakan pisau dan tombak batu tapi telah menggunakan permata untuk acara adat dan dekorasi yang rumit lalu kemudian para perajin jaman dahulu menemukan kekurangan permata sebagai persenjataan meskipun senjata yang terbuat dari tembaga lebih mudah dipertajam namun pinggirannya tidak dapat dipegang.

Bersama gada, busur, panah dan ketapel sering dipergunakan dalam perang. Busur dan panah lebih sering digunakan karena lebih mudah dibawa dan dipergunakan sehingga mempermudah pergerakan serta lebih akurat dan tidak membutuhkan terlalu banyak material untuk membuatnya. Busur dan panah dianggap sebagai anugerah bagi para pemburu karena dengan busur dan panah mereka dapat berburu dengan lebih eifisien di bandingkan dengan tombak.

Perkembangan Setelah Ditemukannya Logam

Setelah ditemukannya tembaga murni di Anatolia sekitar 6000 SM metalurgi tembaga menyebar di Mesir dan Mesopotamia. sekitar 3500 SM kesenian metalurgi menyebar ke India, Cina dan Eropa. Kuningan yang terbentuk dari tembaga dan timah juga telah dikenal lama sejak 4500 SM karena lebih keras dibandingkan tembaga murni dan telah sering digunakan diwilayah Asia. Lembah Hindus berkembang pesat saat metalurgi semakin berkembang. Komunitas neolitikum yang banyak tinggal dipinggiran sungai Kuning juga sering menggunakan kuningan terbukti dari peninggalan yang ditemukan pada daerah Majiayao. Kuningan diproduksi dalam skala besar di Cina untuk senjata termasuk tombak, kampak palu, kampak belati, panah komposit, dan helm kuningan yang dicampur kulit. Dari penggalian di Zhengzhou, ditemukan bukti bahwa Cina pada Dinasti Shang telah dapat membuat tembok, bangunan besar, peleburan kuningan dan workshop tulang serta pot.

Ujung batu diasumsikan sebagai salah satu bentuk senjata tertua oleh arkeolog, contohnya dapat ditemukan pada ujung batu yang berdarah binatang yang ditemukan di Natal yang kini dikenal sebagai daerah Afrika Selatan. Panah awal ini hanya berbentuk ujung batu, yang berguna dalam pengolahan material organik karena dapat menyebabkan luka yang lebih dalam pada binatang dan lebih mudah membunuhnya. Belum ditemukan bukti langsung busur panah saat zaman pleistosen di Afrika dan hipotesa yang terlalu cepat, ujung batu digunakan untuk membuat ujung anak panah dan panah dari bukti-bukti yang dikumpulkan. Beberapa hipotesis yang sejalan seperti penggunakan busur pembor juga sulit untuk dipahami.

Penyebaran Busur Panah

Busur dan panah tiba di Eropa diakhir periode Paleolitikum sekitar 9000 hingga 11000 tahun yang lalu dan sepertinya juga telah tiba di Amerika sekitar 6000 SM.  Busur tertua dari Holmegard di Denmark, yang berusia sekitar 6000 SM.  Karena busur cukup efektif untuk melawan musuh yang jauh dari pemanah maka kemudian pemanah ditemukan dalam rekruitmen pada tentara. Ketika manusia mulai mengendarai kuda sekitar 2500 SM diciptakanlah busur komposit. Pada 1200 SM, Hitites dari Anatolia, menembakkan busur panah mereka dari kereta kuda ringan. Pada tahun 1000 SM beberapa pemanah berkuda dari Asia Tengah menemukan busur yang dilengkung terbalik di ujungnya seperti huruf W yang meningkatkan elastisitas.

Manusia dari pinggiran sungai Nil menggunakan busur panah panjang untuk meningkatkan akurasi, mereka juga menggunakan panah komposit. Kebudayaan diseluruh dunia menggunakan busur panah sesuai dengan material yang ada disekitar mereka. Cina membuat busur dari batang bambu sementara yang lain tidak memiliki material yang serupa maka membuatnya dari maetrial komposit. Berdasarkan kepercayaan dan mitos cina, ada sebuah cerita yang ditulis dalam literatur Cina tua yang menceritakan bagaimana busur panah ditemukan.

Dahulu kala, Huangdi pergi berburu menggunakan pisau batu. Tiba-tiba, harimau melompat dari semak belukar, Huangdi memanjat batang mulberry untuk melarikan diri. Harimau menunggu dengan sabar dibawah pohon melihat apa yang akan terjadi. Huangdi melihat batang mulberry yang lentur, kemudian dia memotong rantingnya dengan pisau batunya untuk membuat busur. Kemudian dia melihat anggur merambat dipohon, lalu memotongnya untuk membuat senar. Kemudian dia melihat bambu yang lurus lalu memotongnya untuk membuat panah. Dengan busur dan panahnya dia memanah mata harimau. harimau lari dan Huangdi berhasil lolos.

Zaman Purba

Senjata purba merupakan evolusi pengembangan dari zaman batu, namun improvisasi pada material dan teknik kerajinan menciptakan berbagai revolusi dalam teknologi militer.

Pengembangan peralatan logam, yang dimulai dari zaman tembaga sekitar 3300 SM dan diikuti oleh kuningan menuntun pada zaman pedang kuningan dan senjata sejenis.

Struktur pertahanan awal dan perbentengan muncul pada zaman kuningan yang menandakan meningkatnya kebutuhan akan keamanan. Senjata yang digunakan untuk menembus benteng muncul pula tidak lama setelahnya seperti kereta penghantam dinding yang digunakan pada tahun 2500 SM.

Meskipun zaman besi awal tidak se superior zaman kuningan sebelumnya, saat pengerjaan logam dikembangkan tahun 1300 SM di Yunani pemeliharaan kuda dan penggunaan roda berjari-jari meluas pada 2000 SM mengarah pada kereta kuda tarik yang ringan. Mobilitas yang dihasilkan oleh kereta sangan penting pada masa-masa ini.. roda berjari-jari meningkat penggunaannya pada tahun 1300 SM kemudian menurun dan berhenti hingga pada abad ke 4 SM untuk penggunaan pada militer.

Kavaleri

Kavaleri dikembangkan setelah kuda diternakkan agar dapat menahan beban manusia. Kuda menambah jarak dan meningkatkan kecepatan penyerangan. Kapal dibuat sebagai senjata atau kapal perang seperti Trireme yang digunakan pada abad ke 7 SM. Kapal ini segera digantikan oleh kapal yang lebih besar pada abad ke 4 SM.

Peradaban awal di Mesopotamia Selatan yang kini kita kenal sebagai Irak adalah Sumeria dan Akadia. Tanah yang ramai dan sibuk ini sangat terbuka dari serangan  suku-suku Barbar. Pejuang Sumeria dilengkapi dengan tombak, gada, pedang, tongkat dan ketapel. Sargon dari Akkad (2333-2279 SM) merupakan pimpinan tertinggi menggunakan infantri dan kereta kuda. Pasukan kereta kuda menggunakan tombak dan panah yang terbukti efektif.

Sejak lama orang Mesir telah menggunakan strategi lokal yang menguntungkan untuk tetap bebas dari serangan musuh. Mesir merupakan negara yang aman di masa dahulu. Mereka diperkirakan tidak pernah melatih tentara untuk melakukan invasi atau pertahanan di provinsi-provinsinya. Saat dinasti ke 15, suku yang dikenal sebagai Hyksos mengagetkan mesir dengan penyerangan menggunakan kereta kuda pada periode tengah kedua. Pada masa ini senjata yang digunakan oleh orang Mesir dikembangkan di jauh di Asia. Mereka menggunakan senjata baru dan canggih ini untuk menaklukkan berbagai wilayah baru dan disaat yang bersamaan bertukar pengetahuan mereka dengan peradaban yang lain.

Hyksos

Hyksos berada didalam para penakluk ini. Berbagai sejarahwan percaya bahwa Hyksos berasal dari Mesopotamia, meskipun tempat pastinya masih belum diketahui.  Penjajah menggunakan busur komposit yang sudah di imporvisasi dengan lengkungan kepala panah. Sebelum penjajahan Hyksos, orang mesir tidak memiliki tentara berkuda karena mereka pikir kuda-kuda kecil mereka tidak cukup kuat untuk membawa pengendaranya dan Hyksos lah yang memperkenalkan kereta kuda yang dikendarai prajurit di kebudayaan Mesir. Setelah peperangan dengan Hyksos dan menaklukan pemimpinnya, sekali lagi bangsa Mesir berkuasa dan mereka terus menggunakan kuda kekang pada kereta kuda untuk menaklukkan musuh-musuh nya.

Perkapalan Zaman Pra Peradaban

Ikan merupakan salah satu sumber pangan utama di zaman purba dan orang Mesir hidup dari apapun yang disediakan oleh Sungai Nil untuk mereka. Kapal Papyrus dikabarkan merupakan kapal yang dibangun pada zaman pra peradaban untuk menangkap ikan. Bangsa Mesir banyak menggunakan kapal untuk membawa tentara. Untuk mencegat kapal asing, mereka menggunakan batu-batu besar yang dapat mereka arahkan ke kapal-kapal musuh dengan tangan atau ketapel. Bangsa Mesir berdagang dengan Bangsa Phoenisian pada tahun 2200 SM, untuk keamanan mereka, mereka memperbaiki panah Bangsa Mesir.

Kerajaan Mesir yang baru mengatur ulang militer dan membuat kapal-kapal yang sudah dikembangkan. Pada masa ini angkatan laut Mesir sangat besar, memiliki kapal-kapal raksasa yang dapat mengangkut 70-80 ton barang pelayaran. Banyak dari kapal-kapal kargonya diubah menjadi kapal perang. Pelayaran tidaklah aman, agar memiliki hubungan dagang yang lancar, mereka membuat kapal-kapal perang yang besar dan menguasai lautan. Kuil Medinet Habu memberikan gambaran kapal-kapal perang bangsa Mesir pada saat kepemimpinan Ramses III melawan orang laut. Bangsa Phonisia disebutkan mengembangkan kapal besar yang dilengkapi dengan penghantam untuk menyerang kapal lain di masa purbakala.

Kereta Kuda

Kereta kuda yang pada dasarnya adalah moda transportasi juga telah lama digunakan sebagai kereta perang oleh bangsa-bangsa terdahulu. Bangsa Hittites menggunakan kereta kuda untuk menghancurkan musuh-musuhnya sedangkan bangsa Mesir menggunakannya untuk menjauhi musuh dan menyerang mereka dengan panah dan tombak. Kendaraan ini pertama kali dibuat di Mesopotamia oleh Bangsa Sumeria sebagai kereta beroda empat yang ditarik oleh keledai. Setiap kereta dikendarai oleh dua orang, pengemudi dan prajurit yang memegang tombak dan kampak. Sebagian sejarahwan percaya bahwa kereta jenis ini dikembangkan pertama kali di Padang Rumput Eropa disekitar Rusia dan Uzbekistan.

Setelah kuda dan digunakan pada kendaraan ini maka kendaraan ini semakin cepat dan menjadi senjata yang ampuh kombinasi antara kecepatan, kekuatan dan mobilitas. Bangsa Hyksos memperkenalkan kereta kuda kepada bangsa Mesir, kereta kuda ini kemudian di modifikasi bergaya Mesir, komponennya diubah dan diberi dekorasi simbol-simbol Mesir dan bergambar khas Mesir. Pada abad ke 15 SM Tutmoses III membuat 1000 kereta kuda untuk ekspedisi militer. Setiap kereta kuda membawa 2 orang, satu mengemudi dan satu lagi pemanah. Tidak lama kemudia, bangsa Mesir merubah strategi dan membagi pasukan kereta kuda mereka menjadi 5 squadron, dengan 25 kereta pada masing-masing squadron dan 2 orang pada masing-masing kereta kuda; pengemudi dan prajurit yang dilengkapi dengan panah, tameng, pedang dan tombak ringan. Jika mereka telah kehabisan panah, maka mereka bisa menggunakan pedang untuk pertempuran jarak dekat.

Pedang Khopesh

Khopesh yang juga disebut sebagai Canaanite “Pedang Sabit” kebanyakan digunakan oelh suku-suku yang hidup dekat dengan Mesopotamia. Suku-suku ini, yang biasa menyerang bangsa Mesir menggunakan Khopesh sebagai senjata utama mereka. Suku-suku tersebut kemudian mulai berdagang dengan Mesir dan bangsa Mesir mengagumi pedang mereka ini dan mulai membuat versi mereka sendiri. Ramses II adalah firaun yang menggunakan Khopesh dalam pertempuran saat perang Kadesh.

Khopesh di desain demikian agar dapat digunakan sebagai kampak, pedang dan sabit sekaligus. Khopesh kemudian menjadi pedang yang populer di Mesir sehingga menjadi simbol kekuasaan kerajaan dan kekuatan. Raja Assyiria Adad-Nirari i (1307-1275 SM) sering menampilkan pedang ini saat upacara ritual, dan pedang ini sering tampak pada kesenian Mesopotamia dan lukisan-lukisannya. Sebagian jenis pedang ini berwarna hitam dan menggunakan full tang. Rata-rata panjang pedang Khopesh ini sekitar 40-60cm. Pedang ini juga menjadi insipirasi pedang Kesultanan Mamluk, Scimitar. Senjata ini kemudian menyebar keseluruh kerajaan Islam dan Eropa Timur.

Sementara gerombolan dari Jermania masih menggunakan pentungan dan gada kebudayaan Yunani klasik telah menguasai kesenian pembuatan tombak. Trisula tombak dengan tiga ujung digunakan untuk menangkap ikan adalah tombak yang terkenal di Yunani. Senjata ini telah digunakan oleh orang India dan dikenal sebagai Trishul dan oleh Gladiator di Roma yang mereka sebut sebagai Retarii, atau petarung jala, yang secara historis merupakan juga sebagai alat untuk menangkap ikan. Para petarung ini melemparkan jala ke lawannya kemudian menombaknya menggunakan trisula untuk membunuh atau melukai lawannya secara serius. Trisula juga di asosiasikan dengan berbagai dewa seperti Poseidon dan lawannya di Roma – Neptunus yang biasanya digambarkan menggunakan trisula, dan dewa Hindu – Siwa yang juga menggunakan trisula.

Syiria

Syiria

Assyiria merupakan kerajaan Mesopotamia utara yang dikenal sebagai budaya perangnya. Raja Shamsi Adad terkenal telah menaklukan wilayah hingga Mediterania pada abad 18 SM dan membuat kerajaan Assyiria yang pertama. Orang Syiria awalnya dikenal sebagai orang barbar yang haus darah. Sebagian cerita ini dibenarkan banyak sejarahwan. Mereka bahkan membuat sekolah militer untuk merubuhkan tembok lawan dan menambang tembok tersebut untuk keperluan lainnya. Orang Syiria dikelilingi oleh musuh yang kuat, dan suku-suku yang agresif oleh karena itu penting bagi mereka untuk melatih masyarakatnya supaya kuat.

Orang Syiria dikenal memiliki tentara yang menggunakan besi dalam peralatan perangnya. Tidak seperti kebudayaan lain, orang Syiria memiliki kereta kuda yang ditumpangi dengan tiga orang. Tambahan orang dibelakang berguna untuk melindungi bagian belakang kereta. Mereka yang pertama kali memperkenalkan kavaleri dan kesenian pengepungan dan pengepungan dengan menara berjalan serta peroboh tembok.

Kavaleri benar-benar menggantikan kereta kuda pada tahun 600 SM, Assyiria memiliki militer yang terorganisir, raja berdiri ditengah dengan kereta tempur, diapit bodyguard dan tentara yang berdiri. Pemanah berdiri didepan raja dan di lindungi oleh pemegang tombak yang kuat dan dilindungi oleh tentara yang bertarung pada pertarungan jarak dekat dengan musuh, dan ada pula kereta kuda berat dan penunggang kuda yang dapat menembus pertahanan musuh dengan kekuatan yang brutal.

 

Yunani Kuno

Persenjataan Yunani

Kerajaan Yunani kuno dikelilingi oleh musuh-musuh seperti Persia dan kemudian Roma. orang Yunani mengadopsi pola peperangan dan persenjataan yang benar-benar berbeda. Mereka mengadopsi gaya bertarung yang benar-benar strategis, melakukan penelitian terhadap kekuatan dan kelemahan musuh-musuhnya untuk menciptakan senjata yang dibutuhkan untuk pertarungan dengan mereka. Setelah ancaman terus menerus dari Persia, orang Yunani bersatu dan membentuk liga Delian, Sparta siap untuk penyerangan darat sementara orang Athena bergantung pada kekuatan angkatan lautnya.

Merasakan kekuatan militer Athena, negara-negara bagian dan minoritas pemukim Asia meminta mereka untuk memimpin kawanan. Athena memiliki angkatan laut yang kuat, mereka membuat banyak sekali kapal perang yang luar biasa dan tentara dari anggota liga. orang Athena membuat lusinan kapal perang yang dikenal sebagai Triremes untuk melindungi Yunani. Masing-masing kapal berisi sekitar 200 orang dengan kapten, 10 orang pejabat tinggi yang menjadi komandan, beberapa pemanah, tentara dan 170 orang pendayung.

Persia dan Yunani

Ketika Persia bertemu dengan Yunani mereka lebih banyak 3 banding 1, Persia yang terdiri dari infanteri dan kavaleri yang tangguh, taktik mereka adalah bertahan dengan banyaknya para pemanah, dan mereka juga dilengkapi dengan Akinakes, sejenis pedang belati bermata dua.

Orang Yunani menggunakan tombak, tameng dan helm serta penutup dada untuk melindungi mereka dari hujan panah. Tameng orang Yunani sangat kuat sehingga dapat merusak tombak tentara Persia secara mengejutkan. Tombak panjang orang Yunani dengan ujung tombak yang sangat tajam terbuat dari besi, gagang kayu dan ujung berduri membantu mereka menembus barisan musuh dan menghancurkan tentara Persia. Jika tombak mereka rusak mereka menggunakan pedang untuk pertempuran jarak dekat.

Orang Yunani membawa banyak perubahan dalam teknologi peperangan. Kemenangan di Persia-Greko pada Salamis dan Plataea berhasil mengakhiri ancaman dari Persia pada wilayah Yunani. Dengan pecahnya perang Peloponnesia gaya peperangan Yunani semakin menarik. Pada tahun 424 ekspedisi Gergaji Brasida diseluruh Yunani membuktiakn bahwa tanggapan lama tentang tentara darat tidak dapat mengalahkan kekuatan laut salah.

Macedonia.jpg

Macedonia

Bangsa Macedonia muncul sebagai kekuatan setelah runtuhnya Sparta di peperangan Lauctra, memuncaknya kekuatan Raja Phillip II melalui kombinasi antara kekuatan militer dan diplomasi menyatukan negara-negara bagian Yunani dan membentuk Liga Corinthian untuk memerangi Persia. Macedonia meneruskan strategi perang tradisional yang di adopsi oleh negara-negara bagian Yunani, Strategi Phalanx meskipun tidak seperti daerah Yunani yang lain Macedonia dilengkapi dengan Sarrisa sebuah tombak dengan panjang 15 kaki dengan ujung tombak seperti daun.

Tidak seperti berbagai kota milik Yunani, tentara Macedonia juga memiliki kavalery yang berdedikasi karena daerah datar yang lebih cocok untuk peperangan dengan kavaleri dibandingkan wilayah pegunungan didaerah selatan. Insinyur-insinyur Macedonia mengembangkan senjata-senjata berat dan artileri untuk menembus gerbang dan benteng. Ketaple pegas dikembangkan kemudian serta senjata berat seperti Ballista dan yang lebih kecil dan senjata portable seperti Cheiroballistra yang diimprovisasi oleh Raja Phillip II dan Alexander Agung.

Kerajaan romawi.jpg

Roma

Setelah Roma dipecat oleh Senones pada tahun 390 SM, mereka berkelompok kembali dan membentuk aliansi negara bagian. Mereka mengerahkan tentara berpengalaman digarda paling depan untuk melindungi Roma untuk mencegah serangan lanjutan. Tentara ini dibagi menjadi dua bagian yaitu legiun dan pembantunya. Legiun berasal dari warga Roma sedangkan pembantu-pembantunya berasal dari suku-suku yang direkrut dan sekutunya.

Mereka berhasil menaklukan Gaul dan menguasai penuh semenanjung Itali dan barat laut Eropa. Bangsa Romawi tidak pernah menggunakan senjata-senjata yang kompleks. Baju zirah dan senjata yang mereka gunakan diawasi dan dilatih bersamaan dengan kepemimpinan yang baik dan disiplin yang membuat Romawi dapat menjadi kekuatan militer yang hebat. Baik tentara reguler maupun non reguler dilatih dengan cara yang baik untuk menaklukkan lawan-lawannya. Latihan mereka biasanya menggunakan pedang dari kayu.

Gladius

Gladius adalah pedang tradisional bangsa Romawi yang pendek dan ringan untuk membunuh dengan cepat. Pedang ini panjangnya tidak lebih dari 60cm yang dibuat dari besi disertai gagang dan sarung yang terbuat dari kayu yang dilapisi kuningan atau tulang pada pangkal pedang, pommel dan grip. Gladius memiliki panjang yang variatif mulai dari 34.5cm hingga 60cm sesuai dengan tingkatan tentaranya. Gladius biasanya digunakan untuk menusuk sehingga memiliki efek terbatas saat menunggangi kuda.

pilum.jpg

Selain Gladius tentara Romawi juga menggunakan Pilum; tombak pendek dengan mata tombak yang panang. Mereka membawa dua buah Pila untuk dilemparkan kepada musuh. Pila dibuat agar mudah menembus tameng musuh dan mudah bengkok jika tidak berhasil mengenai sasaran, sehingga jika tidak mengenai sasaran pilum tidak dapat dilemparkan kembali kepada tentara Romawi.

Awal Abad Pertengahan

Suku barbar dari Jermania terus menerus mempenetrasi jauh kedalam wilayah Roma, suku-suku ini sebagian dikenal sebagai Osthrogoths, Visigoths, Vandals dan Franks. Setelah kematian Marcus Aurelius Roma sangat rentan diserang dari segala penjuru. Kaum Huns yang disebut berasal dari dataran Asia tengah juga mulai mendorong suku-suku barbar yang lain untuk menembus wilayah Romawi, tetapi kaum Huns juga menyerang suku-suku barbar tersebut sekaligus menyerang Romawi.

Pada kala itu Romawi telah terpisah menjadi timur dan barat. Bangsa Hun selalu berperang dari atas kuda menggunakan busur panah komposit. Kemudian Flavius Aetius membentuk aliansi dengan Visigoth, Alan dan Vandal menggunakan senjata bangsa Romawi untuk melawan bangsa Hun yang pada akhirnya berhasil pada tahun 410. Setelahnya bangsa Visigoth berhasil merampok Roma dibawah kepemimpinan Alaric.

Attila the Hun.jpg

Byzantium

Setelah kekalahan bangsa Romawi barat, kerajaan Romawi timur berhasil bertahan yang dikenal sebagai Bizantium. Kerajaan barbar mulai membangun kerajaannya dan kembali merekrut dan memajukan tentara dan persenjataannya. Pejuang mereka diberikan penghargaan tinggi dengan tanah, title dan berbagai keuntungan lainnya, dan para tuan tanah ini kelak menjadi bangsawan abad pertengahan.

Frankish.JPG

Bangsa Frank

Banyak dari kaum barbar pernah menjadi tentara di kerajaan Romawi sehingga mereka memiliki persenjataan yang serupa dengan bangsa Romawi. Namun dalam waktu singkat suku-suku barbar seperti Vandal, Ostrogoth, Visigoth, dan Frank mulai mengembangkan persenjataan mereka sendiri. Para pemanah mulai menembakkan panah berujung besi, kavelery dan infantri di inisiasi untuk menggunakan pedang dua mata yang lebih panjang. Sementara itu kaum Frank menggunakan berbagai macam persenjataan, mereka memilih untuk tidak menggunakan baju zirahnya melainkan menggunakan lebih banyak persenjataan. Pada tahun 470 Sidonus Apollinaris mengadakan rapat pertama dengan kaum Frank dan menurutnya, kaum Frank menggantungkan pedangnya di pundak, mereka juga menggunakan tombak berduri dan kampak lempar.

Banyak pejuang Frank juga tidak menggunakan helm. Mereka membawa kampak dua mata tradisional mereka dan tidak pernah membawa senjata tembak seperti panah. Diantara kaum barbar Frank dengan kerajaan Merovingian-nya merupakan kerajaan terkuat di Eropa barat. Kebanyakan kekuatan mereka didapat dari pimpinan militer yang memegang tampuk kekuasaan kerajaan Merovingian pada tahun 600 Masehi.

Charles Martel

Pippin II yang berkuasa penuh di kerajaan Merovingian menjadikan anak haramnya Charles Martel sebagai walikota pada tahun 714. Charles Martel bertanggung jawab memodernisasi tentara Frankish dan mengalahkan kaum Muslimin pada pertempuran Tours. Pada pertempuran tersebut bangsa Frank membawa pedang dan kampak, kepala besi dari senjata mereka sangan tajam dan kampak mereka dibuat dari sebuah besi tidak terputus. Kemudian pada abad ke 7 produksi kampak mulai menurun karena penurunan pada penggunanya.

Pada masa rezim Justinian, kaisar Konstatinopel, kerajaan Bizantium sangat aktif dalam kemiliteran. dia mengirim tentara secara besar-besaran untuk merebut kembali provinsi Afrika Utara dari kaum Vandal dan pada tahun 534 M jendral Belasarius berhasil menghancurkan kekuatan Vandal dan melanjutkan perjalanan menuju Itali untuk merebut Roma dari Ostrogoth. Pada tahun 565 Bizantium menyapu bersih Ostrogoth dari Itali. Bangsa Bizantium menyaksikan perkembangan pesat teknologi kemiliteran, menguasai disiplin militer yang tinggi serta teknisi militer yang berkontribusi dalam pengembangan senjata pengepungan yang belum pernah dilihat kebudayaan lain di dunia.

Api Yunani

Pada tahun 672 M sebuah pembakar yang dikenal sebagai Api Yunani ditemukan. Api Yunani disemburkan dari pelontar api pada kapal yang dikenal sebagai Dromos, bahkan para peniliti masih belum dapat membuat duplikat zat yang digunakan saat itu, kapal dapat dibakar dengan api yang menempel dan mampu membunuh pejuang didalamnya dalam satu tembakan. Alat yang pertama-tama digunakan oleh bangsa Bizantium adalah mesin tenaga pegas yang digunakan untuk menembakkan panah dengan intensitas tinggi. Para insinyur militer Bizantium belajar dan mengembangkan senjata-senjata sergap yang lebih canggih pada masa itu, pada abad ke 10 mereka bahkan mulai mengembangkan rekayasa teknik yang telah dikuasai oleh orang-orang Muslim.

Teknologi Senjata Islam

Pada masa yang serupa dunia Islam telah memiliki teknologi militer yang jauh dibandingkan tempat-tempat lain di dunia, hal ini disebabkan oleh adanya hubungan dagang dengan berbagai belahan dunia lain, salah satunya adalah cina yang sudah lebih unggul dibandingkan Yunani dan Romawi. Jendral-jendral arab memacu penggunakan teknologi-teknologi terbaru dalam perang penyergapan. Trebuchet yang dibuat untuk melemparkan batu-batu besar dan bebatuan ditemukan oleh Timur Tengah oleh insinyur-insinyur muslim yang kemudian di adopsi oleh Mongol dan dibawa oleh mereka ke barat. Sebagian trebuchet digunakan untuk melemparkan kuda mati ke kota yang dikepung untuk menyebarkan penyakit.

Kaum Muslimin mengadosi teknologi dan tradisi dari wilayah-wilayah yang mereka taklukkan. Seperti bangsa Syiria, Iran dan kemudian Bizantium. Kaum muslimin juga menyerang Bizantium menggunakan teknologi pengepungan terkini. Di abad ke 8 Khalifah Marwan II dari Syiria memiliki lebih dari 80 pelontar batu yang mereka simpan. Khalifah Abbasyah yang ibukotanya di Bagdad menspesialisasikan diri dalam pengoperasian Mangonel dan menempatkan teknologi militer ini di berbagai bentengnya.

Orang-orang Cina telah menyaksikan berbagai konflik dan peperangan yang terjadi terus menerus di seluruh wilayahnya. 50 tahun setelah kejatuhan Dinas`1ti Tang, cina menyaksikan 5 pergantian dinasti di utara dengan lusinan negara-negara kecil di selatan dalam waktu yang singkat. Jatuh bangun dalam jangka waktu yang singkat negara ini dan perpecahan adalah hasil dari munculnya berbagai panglima perang dipertengahan dinasi Tang. Pada tahun 960 M, Zhao Kuangying melakukan kudeta untuk mengambil alih dominasi Dinasti Zhou yang terakhir dan membuat dinasi Song. dia akhirnya berhasil menyatukan negara bagian selatan dan mengakhiri permasalahan kudeta militer belakangan.

Song

Song mendirikan ibu kota Kaifeng di sungai Kuning. Pada dinasti ini cina mulai memproduksi bubuk mesiu menggunakan nitrat, sulfur dan karbon. Beberapa sejarahwan percaya bahwa awalnya cina tidak mempertimbangkan bubuk mesiu untuk persenjataan, meskipun kenyataannya mereka adalah yang pertama menggunakan mesiu untuk persenjataan dalam skala besar. Bahkan bangsa arab yang telah lebih dahulu menggunakan mesiu dibandingkan bangsa eropa menyebut potassium nitrat sebagi salju dari cina dan orang Persia menyebutnya sebagai garam cina.

Pada abad ke 10 mesiu sudah banyak digunakan sebagai material pembuat petasan dan mengiprovisasi senjata yang sudah ada seperti ditempelkan pada tombak untuk memberikan kejutan pada penyerangan, atau panah sehingga bisa terbang lebih cepat dan lebih jauh atau bahkan ditembakkan tanpa busur. Pada abad ke 12 orang cina telah menggunakan granat dan menggunakan bentuk awal roket dan meriam yang di adaptasi dari petasan.

Abad Pertengahan Akhir

William the conqueor

Satria Norman yang menyerbu Inggris dan mengalahkan Saxon pada perang Hasting tahun 1066 M menggunakan Chainmail (baju zirah yang terbuat dari rantai-rantai kecil) dan mengayunkan pedang dari atas kuda membuat sejarah. William sang penakluk telah berhasil membawa tentara Norman yang terdiri dari infanteri berisi penombak, satria berpedang dan pemanah ke Inggris untuk mengklaim kedudukannya atas Inggris. kavaleri dilengkapi dengan tongkat berduri, kampak dan pedang serta baju zirah berkulit.

Roman siege warfare.jpg

Pada masa ini Eropa Barat telah mencapai tingkatan kecanggihan militer, Bangsa Arab juga telah mengadopsi Ifranji atau Frankish, alat pelempar batu. Orang Eropa dengan berbagai cara berusaha mengalahkan Byzantium, orang India dan Arab dalam teknologi pengepungan. Sedangkan orang Mongol disisi lain telah membawa berbagai revolosi dalam perang penyergapan. Mereka telah belajar seni pembuatan senjata penyergapan dengan mengalahkan cina bagian utara, memperbaiki beberapa Mangonel, Trebuchet dan Penghancur tembok dari insinyur-insinyur cina.

The Crusaders

 

Turki SeljukBangsa Norman dan Byzantium berhasil mengusir orang Muslim dari kepulauan Yunani, Itali selatan dan Sisilia. Dengan operasi militer ini, bangsa Eropa mengira kaum Muslimin lemah dan memulai sebuah misi untuk merebut kembali tanah suci mereka yang hilang berabad-abad yang lalu. Bagaimanapun, sebuah suku yang sangat kuat dari padang rumuput Asia tengah, Turki Seljuk muncul dan mulai membantai peziarah Kristen di Siria. Menanggapi penyerangan ini, Bangsa Bizantium menyulut perang atas Bangsa Turki Seljuk yang disebut sebagai pertempuran Manzikert. Dalam pertempuran tersebut Bangsa Byzantium kalah dan menarik tentaranya dari Asia kecil.

Kaisar Byzantium meminta bantuan dari orang Kristen, dia mengirimkan petisi kepada Pope Urban II untuk memberikan bantuan pada Byzantium untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang hilang. Pope Urban II membuat tentara Kristen pada tahun 1095 M dan mengirim mereka untuk merebut kembali tanah suci dari tangan kaum Muslimin. Tidak banyak diketahui perihal persenjataan yang mereka produksi saat itu, bukti yang didapatkan hanyalah kavaleri mereka menggunakan lembing.

Tentara Eropa juga menggunakan Crossbow besar, hal ini disebut sebagai senjata infanteri terbaik oleh orang Eropa. Pada akhir abad ke 13, kekuatan dari Crossbow menurun, senjata tentara Salib memiliki berbagai bentuk, ukuran dan kualitas. Berbeda dengan tombak, pedang dan belati, kaki para tentara juga dilengkapi dengan senjata yang kadang melambangkan asal mereka. Pedang bermata dua sering digunakan oleh tentara yang berjalan dan berkuda.

Turki Mamluk

Tentara-tentara Islam juga memiliki organisasi kemiliteran yang canggih, tentara mereka terdiri dari orang Asia Tengah, Turki Mamluk atau Infanteri Ghulam. Lebih jauh, orang Turki Lokal, Kurdi, Arab, Armenia, Persia juga di rekrut dari seluruh Mediterania. Persenjataan mereka tidak jauh berbeda dari orang Kristen, mereka menggunakan belati, kapak, tombak dan busur panah. Busur di buat spesial, menggunakan multimaterial yang di lem bersama agar bisa menghasilkan jarak tembak yang jauh dan tancapannya. Pedangnya juga memiliki desain yang agak berbeda, kavaleri muslim menggunakan pedang untuk pertempuran jarak dekat dan baju zirahnya dipakai didalam kain untuk menghindari panas berlebihan. Tentara muslim juga menggunakan tameng berbentuk bulat atau seperti layangan.

Perang ratusan tahun.jpeg

Perang ratusan tahun adalah berbagai perang besar dan kecil yang terjadi antara Inggris dan Prancis yang terjadi antara tahun 1337 hingga 1453. Raja Philip VI dari Prancis meminta wilayah yang dikuasai Inggris yaitu Gascony dan Guyenne dikembalikan kepada Prancis. Tetapi raja Inggris Edward III tidak memenuhi permintaan ini sehingga menyebabkan perang antara keduanya. Orang Inggris mengawasi industri wool di Flanders dan mereka memiliki pemerintahan yang lebih stabil serta tentara yang efisien untuk berperang dengan Prancis.

Pada periode ini sebagian besar orang eropa banyak bergantung pada Infanteri. Dominasi infanteri mengambil alih korban yang sering terjadi pada kavaleri. Menggali parit, membangun benteng kereta, atau membanjiri tanah yang sudah berawa, sehingga tentara hanya bisa menyerang dari satu arah serta berbagai strategi yang dibuat oleh kedua belah pihak sepanjang perang ratusan tahun. Biro organisasi efektif Jean and Gaspard yang membuat senjata altileri menyiapkan tentara Prancis untuk perang terbuka seperti perang pengepungan. Di Castillon, tentara Prancis menghancurkan tentara Inggris dengan meriam, pistol dan kavileri berat.

Longbow

Panah berbusur besar atau Longbow berkontribusi besar dalam membuat Inggris menjadi kekuatan militer besar pada akhir abad pertengahan. Inggris memperkenalkan panah mematikan ini pada Pertempuran Crecy. Raja Edward III menghancurkan desa-desa pada penyerangan Prancis, Raja Philip VI menyergap Inggris didekat kota Crecy. Prancis dengan mudah mengalahkan Inggris. Terpisah dari Satria Berzirah, tentara Prancis memiliki 4000 Genoese Crossbowmen.

Tetapi pemanah Inggris dapat mengalahkan pemanah Genoese dan hujan panah. Orang inggris dapat memanah 5 kali lebih cepat dibandingkan Genoese Crossbowmen. Ketika kesatria mencoba memasuki garis pertahanan Inggris, Longbowmen mengubah perhatian mereka dan mulai menembak, menyebabkan kekacauan. Kuda mulai saling bertabrakan, kavaleri dihancurkan dan tentara Prancis dikalahkan. Longbow dibuat dari potongan kayu sederhana, tetapi desainnya sangat canggih. Bagian belakang busur mengarah berlwanan dari pemanah dan menggunakan kayu yang lebih lentur dari kayu gubal yang membantu busur melengkung lebih besar tapi menjaga busur tidak rusak.

Mounted Knights

Kesatria Berkuda

Tugas utama kesatria berkuda adalah menyerbu ketengah barisan musuh dan membuat kekacauan. Pada masa ini, tameng dan baju zirah lama diganti dengan tameng dan baju zirah yang lebih canggih. Tombak digunakan oleh penyerang depan untuk penyerangan awal. Setelah melemparkan tombak dan mengobrak abrik pertahanan depan musuh, tombak diganti dengan pedang, kampak, palu perang untuk pertarungan jarak dekat.

Early gunpwder guns

Penemuan bubuk mesiu merevolusi perang penyergapan. Bubuk mesiu disebutkan ditemukan di cina ketika bangsa Mongol, setelah menginvasi cina mereka menundukkan Jepang. Kapal mereka tenggelam karena dihantam oleh angin topan, akibatnya setengah tentaranya tenggelam dilaut. Arkelog kelautan menyebutkan bahwa orang-orang Mongol membawa bubuk mesiu didalam pot keramik. Pot yang sama yang ditembakkan dari artileri melawan pertahanan Jepang. Bahkan lukisan lama Jepang menunjukkan Samurai Jepang mempertahankan diri mereka dari bom dan roket yang dilemparkan penjajah.

Sebagian sejarahwan mengatakan bahwa hanya 14% laki-laki di Eropa yang memiliki senapan. Lebih dari setengah senapan itu tidak dapat digunakan saat masa pertengahan. Penggunaan bubuk mesiu hanya menggantikan ketapel dan onager perubahannya lambat. Membeli senapan pada saat itu adalah urusan mahal, harga senapan saat itu sama dengan gaji dua bulan artisan yang berbakat. Pada tahun 1450, para penemu meningkatkan pembuatan senjata dengan membuat Matchlock Gun. Beberapa penemu muncul dengan teknologi baru, proses pengisian kembali saat lama setiap ditembakkan. Seiring berjalannya waktu muncullah senapan yang lebih cepat, kavaleri dapat menembus para penembak dan menghancurkannya.

Era Modern Awal

Senjata abad pertengahan tetap digunakan dizaman Renaissace dan perang saudara. Beberapa senajata abad pertengahan yang masih digunakan adalah Guisarme dan Halberd, Mace dan Partisan. Halberd adalah senjata tradisional yang digunakan oleh Swiss, yang dibuat dari kapak yang kepalanya berduri dengan pengait dipangkalnya. Senjata ini biasanya digunakan oleh tentara darat melawan kavaleri, Halberds menjadi usang ketika jarum yang dikembangkan dalam jumlah yang besar. Sementara itu Partisan dikenalkan di Inggris pada abad ke 14 dan banyak serta sering digunakan di Eropa terutama di Prancis. Awalnya partisan adalah tombak yang diberi sayap dibawahnya. Sedangkan pedang tetap menjadi senjata yang populer di zaman Renaissance.

Arquebus.jpg

Pedang mengalami banyak perubahan pada masa-masa ini. Banyak hal yang ditambahkan dan dirancang sedemikian rupa agar dapat melindungi tangan penggunanya. Pedang yang digenggam dua tangan banyak digunakan di Eropa Barat baik oleh kaum bangsawan atau rakyat jelata. Tentara pada masa ini biasanya dilengkapi dengan pedang dua mata, Helberd, Arquebus, Crossbow dan Kampak yang di improvisasi.

Siege Machine leonardo.jpg

Leonado Da Vinci

Perjalanan Leonardo Da Vinci ke Matua, beristirahat disana lalu dari sana menuju Venesia. Bahaya yang mengancam dari Turki meningkat dikota tersebut yang menginspirasinya untuk membuat penemuan lain. Seperti kapal selam dan alat untuk snorkling serta setelan menyelam lainnya. Tapi Venesia berpikir mereka tidak memerlukannya, jadi dia kembali ke Florensia pada tahun 1502. Dan diangkat oleh Valentino sebagai pimpinan insinyur. Leonardo menggambarkan perangkat baru untuk perang seperti proyektil artileri serta bantalan bom udara.

China Cannon.jpg

Cina adalah negara pertama yang menggunakan meriam untuk peperangan. Meriam logam di produksi dan dipasang di tembok besar cina untuk melindungi mereka dari orang-orang Mongol. Orang Mongol mempelajari teknologi ini lalu kemudian digunakan untuk menyerang Korea. Pada tahun 1593 meriam digunakan secara efektif pada pengepungan Pyongyang, pejuang  Ming menggunakan meriam untuk berperang melawan Jepang. Peperangan dimenangkan oleh orang Ming karna orang Jepang tidak memiliki persenjataan yang seimbang.

Big cannon turk.jpg

Pada pengepungan Constantinopel di 1453, Muhammad sang penakluk, Sultan Turki memerintahkan insinyur hungarianya, untuk membuat senapan terbesar yang pernah dilihat. Ketika senapan ini selesai dan ditempatkan pada posisi kemudian ditembakkan, dinding Konstatinopel jatuh. Hal tersebut mengebabkan efek mendalam pada orang-orang Eropa. Para insinyur mulai membuat dinding mereka lebih baik karena mengingat kekuatan senjata yang dimiliki oleh Turki.

Era Modern

Penggunaan bayonet pada abad ke 17 memungkinkan para tentara untuk menggunakan Musket sebagai tombak pada pertempuran jarak dekat. Flintlock ditemukan tidak lama kemudian dan membuat senjata api lebih dapat diandalkan. Peluru juga ditemukan pada waktu-waktu ini dan membuat senjata api lebih mudah di isi.

17th-century-submarine.jpg

Teknologi kapal selam mulai meningkat secara bertahap pada abad ke 17 hingga ke 18. Kapal selam awal menggukan tangkai dan ditenagai dengan dayungan tangan. Pada pertengahan abad ke 19, torpedo dengan penggerak otomatis mulai digunakan. Semuanya masih belum efektif digunakan sebelum abad ke 19, saat listrik dan mesin bakar dapat membuat mereka lebih kuat.

Shrapnel.jpg

Pada tahun 1803, Inggris mulai menggunakan Shrapnel. Rifling ditemukan pada tahun 1498 tapi belum praktis hingga abad ke 19. Sebagaimana semakin modernnya senjata api dan teknologi artileri, senjata otomatis mulai muncul dalam peperangan. Segera setelah matchlock muncul, maka munculnya berbagai upaya untuk membuat senjata api yang pelurunya tidak dimasukkan lewat moncong. Percobaan awal seperti Ferguson Rifle terbukti terlalu sulit bagi tentara biasa. Pada tahun 1836 pandai senjata dari Jerman; Johann Nicolaus Von Dreyse menemukan Dreyse needle rifle, bolt-action rifle yang pertama. Senjata yang di adopsi oleh tentara Prussia untuk bertugas pada tahun 1848. Pada tahun 1866 saat perang Austro-Prussia saat kemenangan penentuan Prussia pada pertempuran Koniggratz. Jelas sekali bahwa rifle muzzle-loading tidak efektif pada pertempuran.

Tidak lama setelahnya, seluruh negara Eropa mulai mengadopsi breech-loader dan mengubah rifle tugas mereka menjadi breech-loader. Contoh rifle itu adalah Snider Rifle-nya Inggris dan Chassepot Rifle milik Prancis. Rifle baru ini, bersamaan dengan dipatentkannya revolver (1836) serta kemunculan mesin pada tahun 1860. Memperlihatkan kebutuhan caranya perang sudah harus berubah. Bagaimanapun, baru setelah Perang Dunia Pertama taktik menggunakan senjata-senjata ini direalisasikan. Kapal besi pertama, USS Monitor dibuat pada tahun 1862. Dibuat pada saat Perang Saudara Amerika dan digunakan oleh angkatan laut Union.

Abad ke 20

Tank Pertama.jpg

Pada tahun 1915, pesawat baling-baling yang menggunakan senapan mesin dan menembak dengan baik berhasil ditemukan. Penemuan ini kemudian menyebabkan pertempuran udara pada Perang Dunia Pertama. Tank juga pertama kali digunakan pada Perang Dunia Pertama. Namun masih sangat lambat meskipun memberikan mobilitas yang lebih baik dari sebelumnya menggunakan kendaraan tempur serupa. Tank pertama dipasangi senapan mesin dan artileri ringan. Kendaraan lapis baja dengan roda baru digunakan belakangan, tapi tidak dapat melintasi parit. Tank digunakan lebih banyak pada Perang Dunia Kedua. Bom Atom pertama di uji coba dan digunakan pada tahun 1945 dan tidak ada senjata nuklir yang digunakan setelah itu.

Fungsi Senjata

Dari berbagai defenisi dan sejarah yang kita temukan tadi kita dapat menyimpulkan  bahwa fungsi senjata secara umum yaitu :

Sebagai alat untuk menyerang

Senjata yang digunakan untuk menimbulkan korban atau kerusakan pada lawannya. Baik pada lawan yang sadar maupun yang tidak sadar, yang tidak dapat membela diri atau yang sebaliknya. Misalnya pedang yang digunakan untuk menyerang lawan dalam penjajahan pada area tertentu.

Sebagai alat untuk membela diri

Senjata jenis ini digunakan untuk menangkis serangan dari senjata yang digunakan sebagai alat untuk menyerang. Ataupun alat yang disiapkan untuk hal tersebut. Misalnya pedang yang digunakan untuk menangkis serangan dari pedang.

Lihat Juga: Pedang Para Pemburu Kepala Yang Berasal Dari Nias

Sebagai alat untuk menakut-nakuti

Senjata ini merupakan senjata yang tidak dipergunakan secara langsung untuk melukai secara fisik namun sebagai daya tawar kepada lawan. Senjata-senjata yang dimiliki oleh negara tertentu dapat digunakan oleh negara tersebut untuk menakuti lawan-lawannya.

Sebagai daya tawar dalam pameran kekuatan

Dalam diplomasi peperangan atau dalam kondisi tenang, kuantitas dan kualitas militer dihitung sebagai kekuatan sebuah grup atau bahkan negara. Sehingga menjadi pertimbangan bagi negara lain jika menyulut konflik dengan negara tersebut. Untuk menunjungkan kekuatan tersebut sebuah negara dapat mengadakan parade militer, latihan perang, atau kompetisi militer antar negara.

Senjata Berdasarkan Kerusakan Yang Ditimbulkan

Dari penjabaran fungsi tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa sifat dasar senjata adalah menciptakan kerusakan. Dan sebaliknya mencegah melindungi objek yang menggunakannya dari kerusakan itu sendiri. Untuk memahami hal tersebut kita dapat melihat ilustrasi membedakan jenis senjata berdasarkan kerusakan yang dapat ditimbulkannya seperti :

Fisik

Fisik yang dimaksud bukan hanya fisik secara biologis namun kerusakan fisik yang terjadi pada infrastruktur atau aset secara ekplisit. Misalnya granat yang dilemparkan ke sebuah bangunan, sehingga dapat merusak bangunan tersebut. Atau pedang yang tebaskan pada seseorang sehingga orang tersebut kehilangan salah satu komponen badan biologisnya.

Psikologis

Senjata pada taraf ini dapat berupa barang fisik yang bisa di identifikasi dengan panca indera maupun produk digital. Produk ini menggunakan kode-kode yang hanya terdeksi melalui bios. Barang yang fisiknya dapat di identifikasi oleh panca indera dapat digunakan sebagai alat untuk merusak psikologis. Misalnya dengan memberikan trauma karena melihat orang lain diberikan kerusakan fisik oleh senjata tersebut. Sedangkan produk digital yang dapat dirupakan sebagai senjata misalnya program atau aplikasi yang merubah watak manusia menjadi lebih buruk. Meskipun terdengar normatif, sistem dan propaganda seperti ini dikenal secara tradisional pada tataran perang urat saraf.

Multi-impact

Pada produk-produk yang dilabeli senjata pada dasarnya dapat menyebabkan baik kerusakan fisik maupun mental. Secara psikologis meskipun salah satu dampak lenyap setelah satu dampak muncul. Senjata api yang membunuh orang mengakibatkan kerusakan fisik dan kehilangan nyawa bagi korbannya. Serta menyebabkan ketakutan dan trauma pada yang melihatnya. Namun apabila pembunuhan dengan senjata api tersebut tidak memiliki saksi, hanya memberikan satu dampak yaitu kerusakan fisik.

Senjata berdasarkan kondisi

Pada dasarnya hampir semua objek dapat digunakan sebagai senjata secara kondisional. Makanan yang diberi racun dapat menjadi senjata mematikan bagi korbannya. Sendok yang sedang digunakan untuk makan dapat menyebabkan luka pada bagian fisik korbannya. Luka ini mungkin intensinya hanya mengagetkan seorang tersebut. Sehingga dia secara tidak sengaja mengarahkan sendok tersebut pada mata orang yang mengagetkannya. Oleh karena itu berdasarkan kondisinya, senjata dibagi sebagai berikut

  1. Senjata spontan atau refleks.
  2. Benda umum yang direncanakan sebagai pembuat kerusakan.
  3. Senjata dengan defenisi konstan.

Senjata menurut jumlah operatornya

Dari sudut pandang pengguna, senjata dapat dibagi menjadi

  1. Senjata Pribadi
  2. Senjata Kru
  3. Senjata Pelengkap Kendaraan

Senjata menurut jarak kerusakan yang dapat ditimbulkan

Dari jarak kerusakan yang dapat ditimbulkan

  1. Senjata jarak dekat
  2. Senjata jarak tebas
  3. Senjata lontar
  4. Senjata tembak
  5. Senjata pancar

Senjata berdasarkan kerusakan yang ditimbulkan

Dari jenis kerusakan yang ditimbulkan

  1. Senjata psikologis
  2. Senjata pembunuh
  3. Senjata perusak
  4. Senjata penghancur

Dalam kondisi yang kondusif, senjata maksimal digunakan sebagai alat untuk berburu bahan makanan. Sedangkan pada kondisi kritis senjata dapat digunakan sebagai alat mempertahankan keselamatan. Namun dengan tendensi tertentu senjata dapat digunakan untuk agresi.

Man Behind The Gun

Secara personal maupun komunal senjata dapat digunakan secara positif maupun negatif tergantung orientasi penggunanya. Pada taraf daya tawar pemilik senjata sejatinya dapat terlindungi dari niat agresi eksternal. Meningkat menjadi alat pertahanan diri, senjata dapat digunakan sebagai objek penangkis dari senjata agresor. Subjek yang tidak dapat melindungi dan atau membela dirinya dari agresi rentan menjadi korban karna kompleksitas lingkungan yang dinamis.

Kepemilikan persenjataan selayaknya diatur oleh pihak yang berwajib berdasarkan konteks tertentu, sehingga pengguna dan pengunaannya menjadi proporsional. Senjata yang dapat menimbulkan kerusakan tinggi hingga korban sepatutnya hanya dimiliki penegak hukum. Sedangkan senjata yang dapat melumpuhkan dan digunakan untuk melindungi diri. Dapat dimiliki secara umum dalam tatanan hukum yang ditegakkan secara objektif.

Sumber : Merriam Webster, Dictionary,  Oxford, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Wikipedia

2 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: