Tombak Asmat
Senjata Tradisional

Tombak Asmat Papua

Tombak Asmat merupakan senjata yang sangat penting untuk berburu dan berperang bagi masyarakat Papua. Tombak Asmat digunakan sebagai senjata pendamping sehari-hari ketika memasuki daerah perhutanan untuk memburu hewan yang dijadikan makanan. Dengan menggunakan tombak, masyarakat Papua akan lebih mudah menangkap hewan karena senjata ini sangat panjang dan bisa menjangkau jarak jauh.

Kegunaan Tombak

Tombak juga bisa dilemparkan dan mampu menjangkau binatang yang berada pada jarak sekitar 50 meter. Maka tidak heran jika banyak masyarakat Papua yang berhasil menjadi atlit lempar lembing professional. Tombak Asmat juga masih digunakan untuk berburu sampai sekarang. Hal itu karena tidak menimbulkan suara bising seperti senjata api sehingga proses perburuan juga akan lebih mudah.

Biasanya perburuan yang dilakukan yaitu untuk mencari binatang Rusa karena populasinya sangat tinggi dan mengganggu pertanian di pedesaan. Tentu saja keberadaan kawanan Rusa sering meresahkan masyarakat dan menggagalkan hasil panen dari pertanian.

Tombak yang digunakan untuk memburu rusa memang terdiri dari beberapa jenis berdasarkan ketajaman dan ukuran panjangnya. Ada mata tombak yang terbuat dari besi dan ada juga yang terbuat dari batu serta kayu.

Bentuk Tombak

Dari segi bentuk terdapat bermacam-macam mata Tombak dan terdapat puluhan jenis mata Tombak yang biasa dibuat masyarakat Papua, khususnya suku Asmat. Bentuk-bentuk mata Tombak memang tergolong unik karena ada yang bergerigi dan ada pula yang memiliki pengait. Pembuatan mata tombak tergantung dari penggunaannya karena ada Tombak spesial yang digunakan untuk berburu gajah yaitu mata Tombak kayu yang sangat runcing. Ada pula mata tombak yang digunakan untuk berburu Buaya di sungai dan rawa dengan bahan logam.

Bentuk gerigi juga berbeda-beda karena ada gerigi yang rapat, banyak dan sampai gerigi yang jarang serta jaraknya berjauhan. Terdapat pula mata tombak yang sangat kecil dan biasanya digunakan untuk berburu ikan di Sungai. Mata tombak yang berukuran kecil ini memang sangat gesit jika digunakan untuk diluncurkan dalam sungai ketika menghantam ikan. Bentuk gagang tombak juga sangat kecil sehingga penetrasinya sangat cepat meskipun didalam air.

Ukuran Tombak

Untuk panjang Tombak memang bervariasi dari ukuran sekitar 1m sampai 3m yang disesuaikan dengan penggunaannya. Tombak yang berukuran pendek biasanya digunakan untuk berburu ikan di sungai atau rawa-rawa. Sedangkan Tombak yang paling panjang seringkali dipakai ketika sedang memburu hewan buas seperti Babi, Rusa dan Buaya. Tombak yang panjang juga memiliki ukuran yang berat karena gagangnya besar sehingga lebih nyaman dalam genggaman tangan.

Pada tombak dengan ukuran sedang biasanya digunakan untuk berburu rusa dan babi hutan dengan melemparnya dari jarak jauh. Tentu saja jarak yang ditempuh bisa mencapai 70 m dan biasanya menggunakan mata tombak yang berbahan besi. Logam yang digunakan tidak terlalu besar agar terasa ringan sehingga lemparan bisa mencapai jarak yang terjauh. Bahan yang digunakan dari logam biasa dengan ditempa dan dibentuk seperti pisau yang runcing serta tajam. Selain itu, terdapart gerigi atau pengait pada mata tombak agar multifungsi dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Hal lainnya dari mata Tombak dengan bahan logam juga terdapat yang bermata satu, dua dan juga tiga untuk berbagai keperluan dalam berburu. Mata tombak yang tajam biasanya ditutup dengan paruh burung atau kuku burung kasuari agar lebih aman. Masyarakat Asmat biasa membuat gagang tombak dari kayu yang keras seperti kayu besi atau juga kayu yang berasal dari kulit pohon sagu dan lainnya.

Sumber: GPS WisataSumber.com.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: