Pengembangan

Tahap pengembangan desain merupakan proses dalam mendesain produk yang lebih banyak menuntun dan menguji skill desainer. Pada tahap ini, desainer mengolah berbagai data yang dihasilkan pada riset untuk menjadi landasan dalam pembuatan desain awal hingga prototype. Data-data dari hasil riset dipilih, diolah dan diaplikasikan pada desain secara general dan spesifik pada komponen-komponen yang ada pada produk yang di rancang.

Panjang atau pendeknya proses ini bukan hanya tergantung pada kompleksitas produk yang ingin dirancang. Namun juga berdasarkan hasil data dan output yang dinginkan pada desain. Pada akhirnya, proses inilah yang menghasilkan berbagai keputusan desain berkaitan dengan estetika, hubungan teknisnya dengan mekanisme atau komponen teknik yang berada didalamnya hingga, batasan pada desain yang dibuat.

Pengembangan Desain

Komponen Pekerjaan Desain dalam Tahap Pengembangan

Panjang atau pendeknya sebuah tahap pengembangan desain banyak dipengaruhi oleh selengkap apa riset yang dilakukan. Hasil riset memberikan batasan sekaligus arahan terhadap proses pengembangan desain yang akan dilakukan. Pada tahap ini proses yang dilakukan boleh diurutkan sesuai dengan hirarki yang diputuskan secara subjektif atau kolektif. Hirarki yang diputuskan oleh desainer tersebut atau yang diputuskan secara kolektif akan sering mengalami penyesuaian dan maju mundur karena evaluasi dan revisi yang disepakati. Namun demikian, penting dibuat check list yang menyatakan bahwa, salah satu proses sudah matang atau tidak.

Dalam proses pengembangan beberapa komponen turunan dapat berupa :

  1. Ideation atau sketsa awal bentuk yang akan dibuat
  2. Perancangan konfigurasi komponen atau layout komponen pada produk
  3. Penetapan hubungan antar komponen
  4. Flow chart hubungan antar komponen
  5. Ketersesuaian hubungan antar komponen dengan komponen teknis atau mekanik yang dimilikinya
  6. Styling atau penggayaan desain yang berhubungan dengan visualisasi produk
  7. Drafting atau pembuatan gambar kerja yang terdiri dari tampak, potongan, detail dan sebagainya
  8. Pembuatan mock up
  9. Studi model
  10. Pembuatan prototype
  11. Pengujian prototype
  12. Penyusunan dokumen desain dan SOP penggunaan produk
  13. Persiapan fabrikasi
  14. Re check proses pengembangan

Proses tersebut merupakan tahap yang umum dalam development sebuah produk. Tahapan ini dapat dipilih, dipersingkat atau ditambahkan sesuai dengan kebutuhan pada desain yang ingin dihasilkan. Yang paling penting pada tahap ini adalah pengujian yang ditetapkan pada output masing-masing proses. Pengujian ini dapat berupa pengujian teknis, mekanis berdasarkan teori-teori yang ada pada keilmuan desain atau kesepakatan yang dihasilkan bersama dalam satu kelompok.

Dalam proses ini penetapan tentang apa yang sudah selesai atau belum harus ditetapkan secara seksama. Semakin personal keputusan yang dihasilkan, semakin subjektif pula hasil desain yang dikeluarkan.

WhatsApp chat
%d bloggers like this: