Material non-tambang

Non-Tambang

Banyak dari material non-tambang merupakan material-material yang berasal dari makhluk hidup. Karena material-material jenis ini berasal dari makhluk hidup sehingga kita kenal sebagai material organik. Material jenis organik rata-rata dapat direproduksi lebih cepat dibandingkan material non organik seperti material hasil pertambangan. Oleh karena itu material organik kerap kali dianggap lebih sustainable dibandingkan material hasil pertambangan. Namun demikian banyak dari material alami jenis ini juga telah sulit didapatkan karena sumbernya telah punah atau dilindungi. Kepunahan akibat ini dapat disebabkan faktor iklim maupun keterlambatan kesadaran manusia akan pentingnya pengolahan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Material-material organik banyak yang dapat langsung digunakan oleh manusia untuk membuat produk. Namun demikian banyak peraturan yang diterapkan manakala produk-produk tersebut dimasukkan dalam penjualan terutama untuk ekspor. Material ini sebaiknya memang harus diolah terlebih dahulu, sehingga kualitas dan durabilitasnya dapat ditingkatkan. Hingga tahap pengolah tertentu material jenis ini tetap dikategorikan sebagai material yang organik.

Material non-tambang

Indonesia Surganya Material Non-Tambang

Kayu, bambu, rotan, kulit binatang dan banyak jenis material organik dapat kita temui di Indonesia. Banyak dari bahan-bahan tersebut juga endemik dari daerah-daerah tertentu di nusantara. Sehingga Indonesia dapat disebut sebagai salah satu surga yang menghasilkan produk-produk bahan organik ini. Meskipun demikian banyak jenis material yang kini telah punah karna manajemen pengelolaan yang buruk serta pengawasan pemerintah yang tidak maksimal.

Kesadaran kita terhadap keberlangsungan sumber daya alam memang kerap harus dievaluasi. Pengelolaan sumber daya alam yang bijak memastikan ketersediaannya terus ada. Sehingga eksploitasi yang berlebihan dapat dibendung.

Budaya Indonesia yang sejak dahulu kala telah akrab dengan pengolahan material-material organik ini memiliki nilai positif dan negatif. Bagaimanapun, material-material organik memiliki umur yang lebih pendek dibandingkan material-material hasil pertambangan. Sehingga banyak dari produk-produk peninggalan budaya masa lampau banyak pula yang telah sulit kita temukan saat ini. Hal ini disebabkan karena produk-produk tersebut telah lenyap dan terdegradasi secara alami. Salah satu contohnya adalah rumah-rumah tradisional Indonesia yang banyak dibuat dari bambu atau kayu. Rumah-rumah tradisional yang asli sudah banyak yang telah rusak bahkan beberapa jenis-nya hanya tinggal cerita saja.

WhatsApp chat
%d bloggers like this: