Tambang

Tambang

Dalam kategori ini dibahas berbagai material-material yang khusus dari hasil pertambangan. Material-material hasil pertambangan yang belum diolah lebih kompleks ini banyak kita gunakan dalam keseharian kita. Material-material hasil tambang tersebut kita gunakan secara sadar maupun tidak keberadaannya. Material-material ini diambil dari perut bumi dengan cara-cara tertentu, khususnya penggalian. Meskipun demikian, material ini juga terkadang diambil dari permukaan bumi akibat telah terjadinya peristiwa alam tertentu.

Material-material hasil alam yang dikategorikan alami ini merupakan material yang masih belum diolah secara kimiawi, atau telah diolah secara kimiawi dasar saja. Material-material jenis ini dapat berupa cairan, gas atau benda padat.

Metode Umum Pengambilan Material Tambang

Material-material yang ada diperut bumi diambil dengan berbagai metoda yang secara umum disebut pertambangan. Pertambangan sendiri merupakan kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka penelitian, pengelolaan maupun bisnis. Pertambangan dilakukan dengan prosedur cukup panjang yang kini ditetapkan agar berwawasan lingkungan seperti

  1. Penyelidikan secara umum
  2. Eksplorasi secara umum maupun rinci
  3. Studi kelayakan yang meliputi studi teknis, ekonomi, lingkungan dan sebagainya
  4. Persiapan produksi
  5. Penambangan
  6. Reklamasi dan pengelolaan lingkungan
  7. Pengolahan
  8. Pemurnian
  9. Pemasaran
  10. CSR (Corporate Social Responsibility)
  11. Penutupan pertambangan

Tambang

Di Indonesia usaha pertambangan dibagi atas dua jenis umum yaitu pertambangan mineral dan pertambangan batu bara. Penggolongan ini tertera pada UU No. 4 tahun 2009. Berikut ini adalah beberapa golongan pertambangan mineral:

1. Pertambangan Mineral Radio Aktif

Pertambangan jenis ini merupakan pertambangan yang memiliki resiko cukup tinggi. Penambangan mineral jenis ini rentan terhadap pengaruh negatif terhadap kesehatan akibat radiasi. Material-material yang ditambang pada kategori ini berupa; Uranium, Thorium, Radium, Monasit dan bahan radioaktif lainnya.

2. Pertambangan Mineral Logam

Pertambangan ini merupakan aktifitas penambangan berbagai jenis logam yang terdiri dari litium, berilium, magnesium, kalium, kalsium, emas, tembaga, perak, timbal, seng, timah, nikel, mangaan, platina, bismuth, molibdenum, bauksit, air raksa, wolfram, titanium, barit, vanadium, kromit,antimoni, kobalt, tantalum, cadmium, galium, indium, yitrium, magnetit, besi, galena, alumina, niobium, zirkonium, ilmenit, khrom, erbium, ytterbium, dysprosium, thorium, cesium, lanthanum, niobium, neodymium, hafnium,scandium, aluminium, palladium, rhodium, osmium, ruthenium, iridium,selenium, telluride, stronium, germanium, dan zenotin.

3. Pertambangan Mineral Bukan Logam

Pertambangan jenis ini merupakan pertambangan bukan logam dan bukan bebatuan seperti; intan, korundum, grafit, arsen, pasir kuarsa, fluorspar, kriolit, yodium, brom, klor, belerang, fosfat, halit, asbes, talk, mika,magnesit, yarosit, oker, fluorit, ball clay, fire clay, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, gipsum, dolomit, kalsit, rijang, pirofilit, kuarsit, zirkon, wolastonit, tawas, batukuarsa, perlit, garam batu, clay, dan batu gamping untuk semen.

4. Pertambangan Mineral Batuan

Pada pertambangan jenis ini, yang ditambang merupakan material bebatuan yang terdiri dari; pumice, tras, toseki, obsidian, marmer, perlit, tanah diatome, tanah serap (fullers earth), slate, granit, granodiorit, andesit, gabro, peridotit,basalt, trakhit, leusit, tanah liat, tanah urug, batu apung, opal, kalsedon, chert, kristal kuarsa, jasper, krisoprase, kayu terkersikan, gamet, giok, agat, diorit, topas, batu gunung quarry besar, kerikil galian dari bukit, kerikil sungai, batu kali, kerikil sungai ayak tanpa pasir, pasir urug, pasir pasang, kerikil berpasir alami (sirtu), bahan timbunan pilihan (tanah), urukan tanah setempat, tanah merah (laterit), batu gamping, onik, pasir laut, dan pasir yang tidak mengandung unsur mineral logam atau unsur mineral bukan logam dalam jumlah yang berarti ditinjau dari segi ekonomi pertambangan

Indonesia memiliki berbagai jenis material tambang yang merupakan mineral-mineral cukup baik hingga jarang ditemui ditempat lain didunia. Namun demikian material-material tambang tersebut paling banyak diperuntukkan untuk ekspor. Hanya sebagian kecil dari material tersebut diolah dengan lebih lanjut didalam negeri. Material-material yang telah diekspor tersebut kembali ke Indonesia dalam bentuk barang setengah jadi atau barang jadi hasil industri.

WhatsApp chat
%d bloggers like this: