Bambu

Mengapa harus Bambu?

Di Indonesia saat ini Bambu kembali diminati berbagai kalangan termasuk para desainer sebagai material untuk membuat produk. Selain ketersediaannya di alam sangat melimpah pohon ini juga memiliki berbagai karakteristik yang dapat menginspirasi kita untuk mengembangkannya sebagai bahan baku produk.

Di Indonesia telah digunakan sebagai bahan baku berbagai produk sejak lama, mulai dari rumah, rakit, alat bercocok tanam hingga senjata. Tidak heran beberapa jenis Bambu cukup familiar bagi kita dan semakin banyak digunakan. Meski demikian bagi masyarakat umum paradigma tentang pohon ini sebagai material tradisional masih perlu terus diperbaiki. Salah satunya dengan menciptakan desain-desain produk yang kontemporer.

Varietas Bambu di Indonesia cukup banyak, hingga saat ini tidak kurang 200 jenis tumbuh subur di Indonesia. Sebagian diantaranya merupakan pohon yang endemik. Tiap jenis memiliki karakter dan kegunaan yang berbeda bagi masyarakat. Kearifan lokal diberbagai daerah di Indonesia juga menyimpan berbagai pengetahuan mulai dari tata cara panen, pemanfaatan hingga filosofi dari komoditas ini.

Teknologi pengolahan dan pemanfaatannya pun semakin meningkat dari waktu ke waktu. Di Asia tenggara termasuk Indonesia telah berdiri berbagai industri pengolahan Bambu. Mulai dari parket, furniture bahkan kuliner dengan pasar keseluruh dunia yang terus meningkat setiap tahunnya.

Menurut berbagai penelitian, pohon ini dipercaya dapat berkontribusi memperbaiki Lingkungan saat ini sudah banyak terdegradasi. Akar serabut yang dimiliki Bambu dapat memperkuat struktur lereng gunung atau bukit sehingga tidak mudah longsor, menaikkan kadar air dengan kemampuan penyerapannya dan meningkatkan ketersediaan oksigen di udara jika pembudidayaannya dilakukan dengan tepat.

Secara Ekonomi budidaya pohon ini membutuhkan modal lebih sedikit dibandingkan komoditas perkayuan lain. Bambu yang notabene termasuk keluarga rumput membutuhkan treatmen dan perhatian yang minim serta dapat dipanen dalam waktu singkat. Kuantitas panenpun semakin lama semakin bertambah seiring besarnya rumpun Bambu yang tumbuh.

Selain desainer dan Arsitek, banyak komunitas atau personal yang memanfaatkannya sebagai subjek penelitian dan penggarapannya dari waktu ke waktu juga tumbuh dengan baik dan perlu terus ditingkatkan. Kerjasama antara berbagai pihak secara nasional dipercaya mampu membawa Bambu menjadi komoditas yang dapat menciptakan perubahan positif bagi Lingkungan dan perekonomian masyarakat.

Baca juga: Yuk Cari Tahu Di Sini Tentang Rotan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: