Kayu,  Material

Inilah Beberapa Faktor yang Menurunkan Kualitas Kayu

Faktor-faktor perusak kayu bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti hewan atau bakteri, jamur dan kondisi cuaca. Tentu saja, kualitas kayu akan semakin menurun jika bersentuhan langsung dengan hal-hal yang bisa menyebabkan kerusakan tersebut. Selain kualitasnya, tingkat keawetannya pun akan berkurang seiring berjalannya waktu. Kerusakan yang dapat terjadi pada kayu di antaranya berupa retak-retak, keropos, pecah dan goresan.

https://i2.wp.com/www.antijamur.net/wp-content/uploads/2017/10/penyebab-dan-pengobatan-untuk-noda-pada-kayu.jpg?fit=1536%2C1020&ssl=1

Penyebab kualitas kayu yang buruk juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut di antaranya:

  1. Pemeliharan pohon yang kurang cermat dan proses penebangan pohon secara sembarangan.
  2. Proses penggergajian yang kurang tepat.
  3. Proses pengeringan kayu yang tidak memenuhi standar sehingga menyebabkan kadar airnya tidak merata.

Karena itulah, diperlukan penanganan khusus dari para ahli dalam mengambil kayu dari hutan. Sehingga dalam melakukan proses pengeringan pun bisa sesuai standar. Para pengelola hutan negara maupun hutan rakyat tentunya harus memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup agar bisa memberikan kayu yang berkualitas. Disertai dengan mutu terbaik dan memiliki ketahanan dalam waktu yang sangat lama.

https://i1.wp.com/www.crafter.id/wp-content/uploads/2017/10/TAHAPAN-PROSES-PENGERINGAN-KAYU.jpg?resize=660%2C330&ssl=1

Proses pengeringan kayu merupakan hal yang sangat penting agar bisa menghasilkan kayu yang berkualitas tinggi. Jika proses pengeringannya kurang sempurna dan tingkat kelembaban masih tinggi, maka serangga dan jamur akan datang untuk merusak kayu. Karena jamur dan serangga hanya bisa bertahan hidup pada kayu yang masih lembab.

Kerusakan yang diakibatkan oleh serangga bisa membuat kayu menjadi lapuk, Bisa dijadikan sebagai sarang untuk tempat tinggal serangga. Ada beberapa jenis serangga yang biasa merusak kayu, diantaranya adalah serangga bubuk kayu, rayap tanah dan rayap kayu kering. Tentu saja rayap dan serangga akan betah berada dalam kayu sampai kondisinya habis dan tidak tersisa.

Sedangkan bakteri yang menjadi perusak merupakan binatang bersel satu. Bakteri ini akan berkembang biak dan menumbuhkan jamur pada pohon. Jika kondisi kayu memiliki kelembaban yang tinggi bakteri bisa bertahan. Hal ini akan menyebabkan pelapukan dan pembusukan pada kayu. Selain itu, bisa juga merubah warna kayu menjadi biru dan kotor, sehingga tampilan serat kayu menjadi pucat. Terdapat beberapa jenis jamur, yaitu jamur pelapuk kayu, jamur pewarna kayu dan juga jamur pelunak kayu.

Ada juga jenis binatang laut yang bisa merusak kayu, terutama pada kayu yang bersentuhan langsung dengan air laut. Binatang laut akan lebih cepat dalam merusak kayu sehingga perlu memilih jenis kayu yang tepat jika akan digunakan untuk pembuatan kapal atau jembatan di sekitar laut. Jenis kayu yang tahan dengan binatang laut diantaranya, kayu Ulin, kayu Giam dan kayu Lara. Mengapa kayu tersebut? Karena  kayu-kayu itu memiliki zat minyak sebagai penangkal bagi binatang laut.

Tentu saja jika para pegusaha kayu bisa melakukan perawatan yang baik sejak di dalam hutan akan membuat kualitas kayu terjaga. Selain itu, pada proses pengeringan menjadi salah satu sarana untuk bisa membuat penangkal agar kayu tidak dirusak oleh serangga maupun rayap. Perlindungan lainnya juga bisa dilakukan dengan cara melakukan pengawetan menggunakan bahan kimia berupa borak dan khesim dengan mencelupkannya pada suhu panas ataupun dingin sesuai dengan kebutuhan pada masing-masing jenis tekstur kayu.

Sumber : Uli Adriani.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: