Kayu

Cedar – Kayu yang Memiliki Kandungan Resin

Pohon Kayu Cedar atau dikenal juga dengan pohon Aras merupakan tumbuhan konifer dari genus Cedrus, famili Pinaceae. Tumbuhan ini berasal dari Pegunungan Himalaya sampai Mediterania. Biasanya  tumbuh pada ketinggian 1500 – 3200 meter di kawasan Himalaya dan 1000 – 2200 meter di Mediterania.

Kayu Cedar memiliki ciri khas dibandingkan dengan kayu lainnya yakni mengeluarkan aroma yang harum, karena pohon ini mengandung resin. Kandungan  inilah yang  bisa menyerap kelembaban dan bau.

Papan Kayu Cedar

Tampilan Warna Kayu Cedar

Secara alamiah, kayu Cedar memiliki warna krem muda dan coklat tua dengan sedikit warna putih pada kedua sisinya. Namun ada juga kayu ini yang memiliki warna coklat kemerah-merahan. Hal inilah yang membuat kayu ini mudah dikenali.

Kayu Cedar memiliki bentuk garis lurus secara vertikal dengan bercak hitam bekas dahan atau batang pohon yang menambah keindahan penampilannya. Pohon ini memiliki banyak batang atau dahan dengan jarak yang berdekatan sehingga bercak-bercak hitam tersebar memenuhi bagian kayu ini.

Pohon Kayu Cedar

Bentuk Pohon Cedar

Pohon Cedar memiliki ketinggian sekitar 30 – 60 meter yang meruncing ke atas seperti kerucut. Bentuk daunnya kecil-kecil, namun banyak sekali. Pada satu batang bisa mencapai puluhan dahan dan panjang tiap batangnya bisa mencapai 5 meter. Pohon ini cocok hidup di daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 1000 meter dari permukaan laut.

Lihat Juga : Kayu Oak Yang Mudah Kering Jika Terkena Air

Pohon Cedar memiliki tingkat ketahanan yang sangat tinggi. Pohon ini bisa bertahan pada cuaca dibawah suhu 25 derajat Celcius. Tentu saja mampu bertahan hidup walaupun di daerah yang bersalju, maka tidak heran jika kualitas kayu ini memang sangat tinggi.

Pohon Cedar juga mengeluarkan aroma wangi. Aroma itu sering dimanfaatkan untuk pembuatan aroma terapi serta bahan kecantikan dan kesehatan.

Daun Kayu Cedar

Kayu Cedar Salah Satu Material Terbaik Untuk Bahan Eksterior Rumah

Karena kontruksinya yang keras dan memiliki ketahanan tinggi terhadap serangan bakteri, jamur dan serangga, membuat kayu ini sering dijadikan hiasan eksterior. Banyak pemilik rumah mengaplikasikannya untuk pagar di depan rumah, teras dan pagar outdoor di lantai dua. Selain itu untuk pembuatan dinding kayu dan jendela juga sangat baik menggunakan kayu ini, karena memiliki daya tahan terhadap sinar matahari langsung.

Selain itu, Kayu ini bagus untuk dijadikan bahan meja dan kursi yang diletakkan di depan atau samping rumah. Beberapa orang juga menggunakan kayu Cedar sebagai kursi dan meja pada taman atau cafe outdoor. Pemanfaatan lainnya, ada yang menggunakan kayu Cedar sebagai usuk ataupun atap rumah.

Pemilihan kayu Cedar untuk kebutuhan eksterior memang berdasarkan tekstur kayu yang awet dan tahan selama bertahun-tahun walaupun diletakkan diluar ruangan. Kondisi cuaca tidak begitu berpengaruh pada kualitas kayu ini. Kayu ini juga menampilkan sisi keindahan pada guratan kayu sehingga pemilik rumah akan merasa senang dan puas.

Penggunaan Kayu Cedar Untuk Material di Dalam Rumah

Banyak yang memanfaatkan kayu Cedar untuk pembuatan ranjang tidur serta kursi yang ada di dalam rumah karena ketahanannya yang tinggi. Penggunaan pada lantai juga sangat baik menggunakan kayu ini dan tentunya akan lebih awet dibandingkan jenis kayu lainnya. Sedangkan pengusaha mebel juga banyak yang memilih kayu ini untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan lemari, kabinet serta peti untuk penyimpanan barang.

Bahan pembuatan pintu juga sering memanfaatkan kayu Cedar, karena tidak mudah melengkung terhadap cuaca ekstrem yang selalu berganti-ganti. Suasana di dalam rumah juga semakin indah, mana kala tangga untuk naik ke lantai atas menggunakan kayu ini.

Sumber : Bibit Bunga. Wikipedia, Bibit Bunga.

One Comment

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: