Kayu

Pembalakan Kayu

Kebutuhan kayu yang terus meningkat mengakibatkan ketidakseimbangan antara ketersediaan bahan baku dan tingkat konsumsi. Hal ini membuat sebagian orang melakukan hal-hal yang curang dengan melakukan bisnis pembalakan kayu di hutan secara illegal atau tanpa izin dari pemerintah. Tentu saja para pencuri kayu akan melakukan penebangan secara membabi buta. Mereka tidak perduli dengan kayu hasil curian serta faktor keseimbangan alam.

Hal yang ada dalam otak para pencuri hanya untuk mendapatkan untung besar walaupun resikonya besar. Hal ini karena para pencuri biasanya seorang pakar ekonomi yang mengerti idiom dalam sebuah usaha yaitu resiko yang besar akan mendapatkan keuntungan yang besar pula. Tentu saja mereka juga harus siap untuk melakukan kejar-kejaran dengan polisi hutan dan masyarakat setempat serta aparat pemerintah lainnya.

Bisnis pembalakan kayu merupakan salah satu cara licik yang bisa menghasilkan keuntungan yang besar. Karena harga kayu saat ini sangat mahal. Banyak pengusaha mebel dan bangunan yang mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku dari kayu untuk memenuhi permintaan para pelanggannya. Biasanya, para pengusaha mebel memberikan istilah untuk kayu curian dengan nama “Kayu Spanyol” (Separo Nyolong). Tentu saja, terkadang para pengusaha bangunan dan mebel juga tidak mengetahui jika mereka telah membeli kayu curian.

Jika kayu sudah diangkut dari hutan, maka jejaknya akan hilang entah kemana karena sudah membaur dan bercampur dengan kayu lainnya di masyarakat. Pihak kepolisian hutan kesulitan untuk melacak kayu yang sudah keluar dari hutan. Karena itulah. Biasanya para pencuri bisa tertangkap ketika kayu masih berada dalam lingkungan hutan. Pihak polisi hutan memang memiliki keterbatasan dalam melakukan patroli. Mengingat hutan Indonesia  sangat luas.

Sedangkan para pencuri tentu saja akan memanfaatkan kelemahan terbatasnya aparat kepolisian hutan untuk melakukan aksinya dalam pencurian kayu. Pihak pencuri bukanlah kelas maling biasa, namun memiliki tingkat intelektual yang tinggi dalam membuat perencanaan untuk menjalankan aksi pencurian kayu. Selain itu, mereka juga memiliki sistem dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi sehingga bisa mengelabuhi aparat kepolisian.

Pihak pencuri juga membuat jadwal penebangan kayu sesuai dengan rencana agar tidak sampai ketahuan dan tertangkap polisi hutan. Salah satu strategi yang jitu bagi para pencuri untuk melakukan aksi pembalakan liar yaitu memanfaatkan momen yang ada di negara ini. Momen seperti hari raya lebaran dan natal serta lainnya. Ketika terjadi pergolakan politik yang berupa demo ataupun pemilu adalah saat-saat yang tepat untuk melakukan aksi pencurian di dalam hutan.

Ketika konsentrasi banyak orang berada di kota, maka para pencuri kayu juga melakukan konsentrasi di dalam hutan sehingga aksi pencurian akan berjalan mulus dan aman. Momen saat-saat banyak orang mudik merupakan saat yang tepat untuk melakukan penebangan hutan dan melakukan pemotongan kayu. Selama manusia terlalu sibuk dengan hal-hal mainstream, maka para pencuri bisa bebas untuk melakukan pencurian tanpa akan ketahuan. Bentuk kayu yang aman untuk dibawa, tentunya jika kondisinya sudah terpotong-potong ataupun lempengan, karena mudah untuk membawanya.

Sedangkan jika masih dalam bentuk utuh sebesar pohon aslinya, maka akan lebih susah untuk mengangkutnya karena membutuhkan alat transportasi besar dan akan lebih mudah tertangkap basah. Biasanya, bentuk kayu yang masih utuh, akan dibawa melalui perairan yang dibawa dengan ditarik menggunakan kapal kecil untuk diangkut ke kapal besar dan diselundupkan. Tentu saja para pencuri akan mendapatkan banyak uang karena harga kayu memang sangat mahal dan biasanya untuk melakukan operasi pencurian sangat murah.

Baca juga: Mau Pakai Lantai Kayu? Kenali Dulu Manfaatnya

Sumber:  Wikipedia,

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: