Belahan Kayu Sonokeling
Kayu

Sonokeling – Rosewood Yang Juga Tumbuh Di Indonesia

Sonokeling merupakan salah satu kayu yang banyak diminati baik didalam negeri maupun secara Internasional. Potongan kayu ini berwarna gelap sehingga produk-produk yang menggunakan kayu ini dapat terlihat sangat elegan. Kayu ini tergolong kayu keras yang memungkinkan dapat diolah menjadi produk-produk berukuran kecil.

Spesifikasi Sonokeling

  • Sonokeling, Indian Rosewood, East Indian Rosewood
  • Distribusi : India, Sri Langka, Indonesia
  • Ukuran : Tinggi hingga 30 meter dan lebar hingga 1.2 meter
  • Berat Kering Rata-rata : 830kg/m³
  • Terdapat 2-3 pori berganda radial, baur dan soliter berjumlah 5 hingga 8 pori per mm²
  • Diameter tangensial sekitar 80-175 mikron dengan bidang perforasi sederhana berendapan merah kecoklatan
  • Berat jenis, sedang hingga berat sekitar 0,83 berada di antara 0,77-0,86
  • Kelas awet 1
  • Kelas kuat 2

Kayu Rosewood atau Kayu Sonokeling Banyak Terdapat di Indonesia

Kayu Rosewood atau Sonokeling sudah menjadi salah satu komoditi utama bagi para pengusaha mebel dan pengrajin kayu karena teksturnya sangat kuat serta memiliki daya tahan yang tinggi. Selain itu, kayu ini memiliki sangat keindahan dengan perpaduan urat kayu yang lurus dan bergelombang berwarna coklat serta bercak hitam. Rosewood adalah salah satu jenis kayu yang memiliki guratan dengan warna gelap sehingga terlihat unik dibanding bahan baku kayu pada umumnya.

Kayu Rosewood Sebagai Bahan Baku Berkualitas Tinggi

Sementara warna putih atau krem hanya terdapat pada pinggiran kayu dan bentuknya melingkar tepat berada di permukaan luar setelah kulit kayu dikupas. Lebar warna putih pada kayu ini hanya sekitar 1 sampai 5 cm membungkus bagian dalam dan tentunya akan hilang jika kayu sudah dipotong-potong. Kayu Rosewood merupakan salah satu kayu unggulan dan banyak disukai masyarakat yang memiliki minat akan seni serta keindahan.

Jenis kayu ini memiliki tingkat keawetan yang tinggi serta kebal terhadap serangan serangga maupun jamur perusak. Bobot kayu juga memang termasuk sebagai bahan baku yang agak berat dan banyak dimanfaatkan untuk pembuatan lemari serta meja kursi. Kebanyakan masyarakat Indonesia menggunakan kayu ini sebagai bahan utama furniture ruang tamu karena memberikan kenyamanan dan kehangatan ketika duduk di kursi tersebut.

Furniture

Karena teksturnya yang keras sehingga termasuk sebagai kayu berkualitas tinggi dan fleksibel digunakan untuk berbagai macam barang. Banyak yang menggunakannya sebagai ornamen lantai karena berdasarkan tingkat kekerasannya dan juga segi keindahan dari kayu ini. Jika kita pernah melihat rumah Joglo masyarakat Jawa, maka sebagian besar bahan bakunya menggunakan kayu Rosewood kecuali pada tiangnya.

Alat Musik

Pemanfaatan lainnya digunakan sebagai alat musik, seperti gitar akustik dan gitar elektrik karena bisa menghasilkan suara yang bagus. Banyak produsen gitar dan biola yang memilih kayu Rosewood sebagai bahan baku utama untuk keindahan suara dan corak warnanya yang sangat indah. Kayu Rosewood digunakan hampir pada semua ornamen kedua alat musik tersebut, dari ujung atau grid nada sampai kontruksi untuk badan gitar dan biola.

Produk-produk kecil

Pengaplikasian kayu ini juga digunakan kebutuhan mode sebagai bahan untuk pembuatan jam tangan, pulpen, kerangka kacamata, pipa rokok dan lainnya. Barang lainnya yang menggunakan kayu ini antara lain kipas angin gantung, sisir, gelang dan rosario. Selain itu, dimanfaatkan untuk pembuatan alat olahraga, seperti bet tenis meja, pedang kayu atau bokken, dan bidak catur. Sekitar tahun 50an, pembuatan radio dan televisi juga menggunakan bahan baku kayu Rosewood sebagai tampilan luarnya sehingga terlihat lebih indah dipandang.

Tableware

Untuk kebutuhan kuliner, ada beberapa alat yang menggunakan kayu ini seperti piring, sendok, nampan, sumpit serta gagang pisau. Sedangkan pada bidang otomotif juga dimanfaatkan untuk bahan baku stir mobil pada kendaraan Mercedez Benz dan juga pada bagian luar speedometer serta interior pintu bagian dalam dan juga AC mobil. Barang lainnya yang terbuat dari kayu ini antara lain tongkat, notebook kayu dan kerajinan kayu lainnya seperti pahatan patung, gapura pintu dan jendela.

Pohon Rosewood di Indonesia

Bagi masyarakat Indonesia, kayu Rosewood bukanlah barang asing karena di negeri ini banyak tumbuh jenis kayu tersebut dan biasa disebut dengan nama kayu Sonokeling. Pada saat musim kemarau, daunnya berguguran dan merupakan pohon asli Indonesia yang sudah ada sejak masa lampau. Pohon Sonokeling sebagian besar berada di daerah Jawa Tengah serta Jawa Timur. Pohon ini juga banyak tumbuh di negara India dan berada di kawasan hutan hujan tropis di daerah pegunungan. Kayu Sonokeling termasuk dalam daftar merah sejak tahun 1998 karena populasinya yang semakin menurun.

Lihat Juga : Kayu Maple – Kayu Favorit Orang Amerika Untuk Furniture

Umumnya para pengusaha kayu Sonokeling memanen pohon tersebut ketika sudah berusia lebih dari 10 tahun agar hasil kayu berkualitas dan harganya juga tinggi. Kayu Sonokeling dengan ukuran dan kualitas maksimal sebaiknya dipanen pada umur 20 tahun. Namun ada juga pengusaha yang memanen pohon Rosewood setelah berusia 5 tahun untuk digunakan sebagai bahan pembuatan barang-barang kerajinan. Pohon yang ditebang masih bisa tumbuh lagi sehingga bisa melakukan panen 2 kali karena bibit pohon dapat tumbuh di bekas tebangan pohon. Pohon Sonokeling atau Redwood ini cocok dijadikan kayu untuk investasi, dengan ketersediaannya yang kini bahkan lebih sedikit dibandingkan dengan kayu Jati, sedangkan karakternya yang mempesona bagi pencinta produk-produk kayu, harganya menjadi semakin meningkat. Investasi yang di maksud dapat berupa bahan baku setengah jadi serta hutan kayu-nya.

Kelebihan dan kekurangan kayu Sonokeling

  1. Warna kayu yang indah dan elagan. Kayu Sonokeling bewarna coklat hingga kehitaman dengan variasi tekstur yang menawan dan memberikan kesan yang eksklusif.
  2. Bagian gubal yang biasa dijadikan bahan baku, bersifat keras sehingga dapat dibuat menjadi produk-produk kecil yang detail. Karena termasuk kayu keras juga dapat di ukir kecil-kecil
  3. Meskipun keras, Kayu Sonokeling tidak mudah retak dan memiliki daya membal yang cukup baik, sehingga banyak juga yang digunakan sebagai popor senjata atau handle dari pistol.
  4. Karena keuatannya, kayu Sonokeling juga sering digunakan sebagai Booken, atau pedang kayu untuk latihan. Massa Jenis yang cukup berat lebih dekat massa yang dimiliki logam pada pedang samurai.
  5. Bagian gubalnya, dalam kondisi kering juga tahan terhadap serangan jamur dan rayap. Sedangkan kayu terasnya perlu treatment khusus supaya lebih awet, bagian teras ini bewarna lebih terang dibandingkan dengan gubalnya, dan sering dijadikan bahan kesenian karena masih menampakkan karakteristik ulir kayu Sonokeling.
  6. Sebagian orang dapat terdampak alergi dari serbuk kayu ini. Bagi yang memiliki alergi tersebut, serbuk kayu Sonokeling dapat menyebabkan ruam dan gatal-gatal.
  7. Redwood atau Sonokeling memiliki kadar air yang cukup tinggi hingga 15% sehingga perlu treatment seperti pengeringan alami atau buatan sehingga kadar air bisa mencapai 10%-12%

Bagi para pengrajin, kayu Sonokeling termasuk bahan yang sulit untuk dipotong secara manual karena teksturnya yang keras. Tentu saja proses pemotongan harus menggunakan gergaji mesin agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dan hasil potongan juga lebih rajin. Selanjutnya para pengrajin hanya perlu melakukan proses finishing untuk segala kebutuhan barang yang menggunakan kayu Rosewood. Harga kayu ini dipasaran mulai dari Rp 1.300.000 perkubiknya untuk parket berukuran 180x90x1,5cm. Sedang dalam bentuk lembaran  berukuran 300x20x3cm bisa mencapai Rp 16.000.000/m³.

Verdant Studio

3 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: