Kayu

Tipe dan Ukuran Potongan Kayu

Tipe dan ukuran potongan kayu memang terbagi dalam beberapa macam. Hal ini dilakukan agar memudahkan para pengusaha, pengepul material dan tukang bangunan dalam mengelompokannya. Terlebih lagi bagi masyarakat awam atau orang yang baru menekuni dunia perkayuan.

Proses identifikasi tipe dan ukuran kayu memang sangat bermanfaat sehingga para pengusaha kayu bisa melakukan pemotongan sesuai dengan kebutuhan para konsumen. Pihak pengepul material juga mendapatkan kemudahan sehingga ketika menjualnya sudah dalam bentuk kayu gelondongan dan ukurannya sudah memenuhi standar

Setidaknya terdapat 5 macam pembagian tipe potongan kayu berdasarkan kesepakatan bersama dalam dunia jual beli kayu atau standar pabrik. Pembagiannya terdiri dari beberapa tipe, di antaranya  Piton, A1, A2, A3, A4.

Istilah tersebut dipakai dalam dunia perkayuan untuk mengelompokan kayu yang masih gelondongan berdasarkan ukuran besar kecilnya diameter. Ini berlaku untuk jenis kayu Log atau kayu Gelondongan.

Keterangan Tipe dan Ukuran Potongan Kayu

  1. Tipe A0 atau Piton

Piton adalah tipe kayu yang paling kecil dari semua ukuran standar lainnya dan biasa digunakan untuk bahan-bahan bangunan. Ukuran yang disepakati adalah kayu yang memiliki diameter 7 cm atau kurang dari 10 cm. Biasanya kayu-kayu yang termasuk dalam tipe Piton tentu saja tidak termasuk dalam kayu balok karena ukuran diameternya tidak simetris.

Salah satu contohnya yaitu pada kayu setengah balok yang memiliki ukuran tidak sempurna dengan lebar 10 cm dan tebal 5 cm. Biasanya ukuran ini terdapat pada kayu yang dinamakan Galar karena bentuknya persegi panjang dan digunakan untuk bahan bangunan rumah serta lainnya. Selain itu, masih banyak lagi jenis kayu lain yaitu setengah balok dengan lebar 12 cm dan tebal 6 cm. Jenis kayu yang termasuk dalam golongan Piton, antara lain Kusen, Kaso, Papan Lambir, Papan Cor, Reng dan lainnya.

  1. Tipe A1

Tipe A1 adalah kelompok kayu Log dengan ukuran diameter 10, 13, 16, dan 19 cm atau secara sistematis terbagi antara diameter 10 cm sampai 19 cm. Ukuran tersebut memang sebagai patokan saja dan kayu yang memiliki ukuran diameter 11, 12 dimasukkan pada ukuran yang mendekati. Bentuk kayu memiliki sisi yang sama atau kayu balok  mengelompokkannya berdasarkan ukuran sisinya yaitu 10 x 10 cm dan seterusnya. Biasanya kayu balok A1 digunakan untuk kebutuhan kuda-kuda ataupun batang struktur, balok langit dan juga tiang balok serta lainnya.

  1. Tipe A2

Untuk tipe A2 yaitu kayu Log dengan ukuran standar diameter 22, 25, dan 28 cm atau dari ukuran 20 cm sampai 29 cm. Terdapat 3 ukuran standar karena penggunaan kayu tipe A2 yang paling banyak terdapat pada ketiga ukuran tersebut.

  1. Tipe A3

Pada tipe A3 yaitu kayu Log yang memiliki ukuran diameter antara 30 sampai 39 cm atau biasa disebut dengan kayu Grade 30-39 dari standar industri. Karena ukurannya sangat besar, maka kayu tipe A3 akan dihitung berdasarkan diameternya atau sesuai dengan ukurannya.

  1. Tipe A4

Sedangkan pada tipe A4 yaitu kayu Log dengan ukuran diameter lebih dari 40 cm dan tentunya menjadi tipe yang paling besar berdasarkan besarnya kayu. Semua kayu yang memiliki ukuran diameter lebih dari 40 cm dimasukkan dalam golongan Ripe A4.

Baca juga: Yuk, Kita Kenali Peraturan Pemerintah Tentang Kayu

Sumber: RimbaKita.

One Comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: