https://geotimes.co.id/wp-content/uploads/2015/12/SCLK-Kurang-Sosialisai.jpg
Kayu,  Material

Yuk Kenali Peraturan Pemerintah Tentang Kayu

Pada tahun 2018 Peraturan pemerintah tentang kayu ditangani oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Peraturan ini akan mendukung peningkatan kegiatan ekspor kayu yang dilakukan oleh pengusaha. Namun pemerintah juga mengimbau agar para pengusaha mau mengikuti peraturan yang telah ditetapkan, dan membatasi dalam penebangan hutan negara maupun hutan rakyat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Pemerintah juga akan segera menutup pabrik pengolahan kayu yang terbukti melakukan penebangan secara ilegal atau tidak berizin. Karena itulah, pemerintah mengimbau agar para pengusaha kayu segera melengkapi dokumen legalitas penggergajian di dalam hutan. Tentu saja jika pemerintah tidak menetapkan peraturan dalam pembatasan pengelolaan hutan, maka banyak kalangan yang akan merusak hutan. Akibatnya bisa mengancam keselamatan masyarakat karena mengakibatkan bencana ekologi serta akan merugikan negara.

Pihak pemerintah juga sudah mengatur undang-undang mengenai pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Jika terdapat warga negara yang melanggar peraturan, maka akan dikenakan hukuman penjara sekitar 1 sampai 5 tahun. Selain itu, dikenakan denda sebesar Rp.500 juta sampai Rp.2,5 miliar. Peraturan tersebut menjadi sinyal dan perhatian bagi para pengusaha kayu agar tidak mengeksplorasi hutan secara membabi buta.

Tingkat kepedulian pemerintah kepada para pengusaha kayu memang sangat besar. Hal itu terbukti dengan  mempermudah layanan untuk mendapatkan sertifikat atau Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Tujuan dengan adanya peraturan legalitas ini sebagai bukti bahwa kayu yang dihasilkan telah melalui izin dan asal usul kayu jelas. Selain itu, sudah melalui proses izin penebangan, pengangkutan, pengolahan, perdagangan dengan dilengkapi dokumen yang sah dari pemerintah.

kayu ilegal

Tentu saja Sertifikat SVLK merupakan kewajiban bagi semua industri pengolahan kayu sehingga bahan baku yang dikelola jelas asal usulnya, meskipun telah diolah menjadi berbagai produk yang siap jual. Sertifikat ini dibuat pemerintah untuk mempermudah masalah perdagangan dan peredaran kayu di tingkat nasional maupun luar negeri.

Sedangkan untuk produk kayu yang akan diekspor memerlukan dokumen V-Legal. Dokumen ini sebagai bukti atau jaminan bahwa produk kayu tersebut memang resmi dan sudah mendapatkan izin dari pemerintah. Selain itu, sudah tersedia program fasilitas pembiayaan SVLK bagi industri kecil atau UMKM yang dicanangkan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendorong produk kayu ekspor. Tentu saja program ini hanya ditujukan pada wirausaha kecil atau industri rumah tangga dengan investasi kurang dari Rp.500 juta.

Fasilitas lainnya yang dilakukan pemerintah adalah Program Pinjaman Tunda Tebang Tanaman Kehutanan melalui Badan Layanan Umum (BLU), Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (P2H), Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Program ini bertujuan agar para petani kayu tidak melakukan penebangan pohon sebelum waktunya. Fasilitasnya dengan memberikan pembiayaan atau kredit sampai waktu yang telah ditentukan. Kredit tersebut bisa dimanfaatkan para petani untuk modal usaha tanpa harus menjual kayu yang masih muda.

Program ini dilakukan pemerintah karena melihat banyak para petani yang memaksakan diri untuk menebang kayu meskipun masih muda. Dengan adanya program ini diharapkan para petani bisa mempertahankan lahannya agar tetap ditanami pohon sampai saat tebang tiba. Selain itu, pemerintah juga berusaha untuk melaksanakan pemerataan ekonomi bagi para petani agar tetap mengelola lahannya sebagai hutan rakyat dan menjadi penopang hidup.

Hal ini juga akan memudahkan para petani untuk mendapatkan sertifikasi kayu legal dari pemerintah dan memperoleh harga premium sesuai dengan ketentuan pasar. Program ini juga didukung banyak pihak karena merupakan solusi yang baik bagi kelangsungan hutan di negara kita agar tetap lestari dan mampu menjaga kestabilan ekosistem bagi seisi alam.

Baca Juga: Bisnis Ekspor Kayu Indonesia Meningkat

Sumber : Blup3h.

One Comment

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: