Sintetis

Material Sintetis

Pengertian dasar dari sintetik adalah palsu. Dalam deskripsi yang lebih jauh material sintetik dapat diartikan sebagai material palsu, atau material buatan. Jenis material ini merupakan kebalikan dari material alami. Material jenis ini dibuat agar memberikan nilai lebih pada fungsi yang biasanya menggunakan material alami. Selain itu material sintesis dapat pula merupakan material baru yang memiliki fungsi yang baru pula. Namun demikian secara garis besar sintetik merupakan sesuatu yang artifisial. Bahkan dalam budaya tertentu sintetik dapat dikaitkan dengan perasaan, secara psikologis. Sedangkan dalam pembahasan ini, material sintetis dimaksudkan sebagai material yang dibuat dengan proses kimiawi.

Sebelum kita melanjutkan pembahasan ini ada baiknya kita memperjelas satu hal. Bahwa sintetis atau sintetik merupakan kata yang jauh berbeda dengan sintesis. Pengertian sintetik berkaitan dengan penggunaannya dalam proses kimiawi untuk menghasilkan material buatan (artifisial). Sedangkan sintesis merujuk pada cara menyimpulkan suatu argumen penelitian. Dan dalam pembahasan ini, kita tidak mengeksplorasi tentang sintesis atau sintesa.

Material Sintetis – Material Masa Depan

Material kayu yang tidak dimakan rayap dan tidak rusak terpapar air? rumput yang tidak perlu disiram dan dipotong? atau kulit yang tidak berbau walaupun dijadikan bahan sepatu? mungkinkah? Yup kini semuanya mungkin jika material-material tersebut merupakan material sintesis. Material buatan ini bukan diambil dari alam, namun dibuat untuk menyerupai fungsi material aslinya, bahkan lebih kuat. Bahkan dapat diproduksi dalam waktu yang jauh lebih singkat serta jumlah yang lebih banyak dari material aslinya. Sehingga didalam industri terntu, produksi dan penggunaan material ini dianggap jauh lebih ekonomis dibandingkan menggunakan material asli.

Tentu saja kita tidak bisa terburu-buru menganggap material sintetis merupakan hasil development industri yang buruk. Semua material memiliki sifat positif dan negatif dan secara subjektif semua orang berhak memilih preferensinya masing-masing. Disatu sisi bagi sebagian industri manufakturing penggunaan material sintetik dapat memberikan dampak ekonomi yang positif. Namun disisi yang lain penggunaan material ini dapat membawa dampak negatif bagi pemilik perkebunan penghasil material tertentu. Di Indonesia salah satu contohnya adalah penggunaan karet sintetis, penggunaan material ini membuat pemilik kebun karet di daerah Sumatera banyak yang gulung tikar.

WhatsApp chat
%d bloggers like this: