Pertimbangan Teknis Pembuatan Pisau

Menjelang pulang dan mengakhiri kegiatan kemarin saya dan partner sempat berdiskusi tentang tendensi desain terhadap output yang ingin dicapai pada pembuatan pisau. Obrolan ini muncul akibat kita mendapatkan material logam baru dari dari seorang teman yang sampe saat ini identitas material tersebut masih disembunyikan partner saya. Akibatnya muncul perdebatan penting atau tidaknya nama dan komposisi material pada pembuatan pisau.

Seakan-akan ingin membuat roket, saya pribadi berpikir semua material yang digunakan dalam pembuatan pisau harus teridentifikasi dengan jelas karena identitas tersebut merupakan salah satu pertimbangan user dalam pembelian pisau. Sebaliknya menurut pendapat partner saya, hal tersebut tidak selamanya penting, pada kondisi tertentu user membeli pisau hanya berdasarkan fungsi dan harga.

Dalam pembicaraan beberapa hari sebelumnya, kami sempat menyimpulkan bahwa bahan bilah pisau dari logam dapat dibagi menjadi 3 kategori umum, yaitu :

  1. Logam industri
  2. Logam hasil tempa
  3. Logam campuran

Logam industri merupakan material logam pisau hasil pabrikan yang teridentifikasi secara jelas dan memiliki aturan pengolahan secara teknis yang jelas pula. Komposisi material pembuat logam yang dipaparkan produsennya dilengkapi dengan tata cara pengolahannya untuk mendapatkan hasil akhir yang optimal hingga finishing yang cocok untuk diterapkan sesuai kegunaannya.

Tentunya berbagai jenis logam padat sebelum masuk kepasaran umumnya mengalami proses penempaan. Namun logam tempa yang kami maksudkan adalah logam yang ditempa oleh knife maker atau blade smith untuk membuat pisau. Karena ditempa sendiri, kualitas bilah pisau akan benar-benar tergantung dari pembuatnya. Konsistensi kualitas sulit dicapai dalam pembuatan pisau berskala massal dengan cara ini.

Sedangkan logam campuran disini dimaksudkan sebagai logam hasil tempa dengan material lain agar memiliki tekstur dan visual tertentu yang dikenal di Indonesia sebagai pamor, balik mipih atau di luar negeri dikenal sebagai Damascus.

Bagi saya dalam pembuatan pisau dengan bahan logam industri dengan melihat kecenderungan para knife maker dan beberapa industri pembuat pisau kebanyakan memberi identifikasi terhadap logam yang mereka gunakan, termasuk di Indonesia. Namun demikian partner saya tidak sependapat, menurut beliau pisau pada akhirnya secara umum dilihat dari bentuk berdasarkan kegunaannya. Definisi bentuk disini melingkupi bentuk pisau secara umum serta jenis mata pisaunya. Sedangkan menurut saya yang berpikir bahkan Tramontina yang cukup populer di dunia survival juga mencantumkan jenis bajanya ternyata juga tidak.

Sehingga akhirnya saya harus sepakat bahwa memang pada kenyataannya pisau-pisau fungsional yang dibuat industri termasuk pisau-pisau bukan hanya buatan cina tidak semua mengidentifikasi material yang mereka gunakan pada bilah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *