Senjata Tradisional Indonesia

Senjata Tradisional

The Raid 2 - Karambit Fighting Scene
Pertarungan menggunakan (Senjata Tradisional Indonesia) Karambit pada film The Raid 2

Senjata tradisional Indonesia yang paling umum anda dengar barangkali adalah Keris. Sedangkan senjata ini juga di klaim oleh Malaysia dan Brunei Darussalam sebagai senjata tradisional mereka. Padahal Indonesia memiliki berbagai senjata tradisional lain yang tidak kalah hebat dibandingkan Keris. Senjata-senjata tradisional tersebut bukan hanya kaya akan filosofi namun juga memiliki nilai seni yang tinggi dan dibuat dengan material dan teknologi yang barangkali belum pernah anda dengar sebelumnya.

Produk Tradisional Indonesia yang hanya dilihat dari kaca mata estetika

“Indonesia memiliki kebudayaan yang luhur” bagi selain penggiat budaya sering kali hanya gimmic yang merefleksikan dunia disekitar estetika dan ke elokan. Produk budaya yang lebih dekat dengan produk seni ini menjadi lahan yang tarsier. Sehingga budaya “luhur” tersebut bahkan bagi banyak masyarakat Indonesia tidak lagi menjadi suatu yang menjadi bagian dari kehidupan mereka. Tradisionalisme yang melekat pada kebudayaan menjadi khazanah yang ketinggalan zaman.

Perlu kita sadari bahwa semua hal yang kita capai saat ini merupakan hasil dari milestone sejarah yang tersisihkan dalam kata tradisional. Dalam perkembangan tersebut banyak hal yang terjadi. Berbagai variable positif dan negatif mempengaruhi berkembang, bertahan, berubah dan hilangnya bagian dari tradisi tersebut. Dan tanpa kesadaran, puzzle positif yang terlepas dari rangkaian sejarah tersebut akan hilang selamanya lalu tidak dapat memberikan kita manfaat yang barangkali sudah disiapkan oleh leluhur kita.

Produk Tradisional Indonesia pada dasarnya adalah bagian dari tradisi yang mendefinisikan kebiasaan yang dijaga oleh sebuah kelompok. Sedangkan tata cara pembuatan produk tradisional yang diajarkan secara turun temurun kemudian berubah menjadi tradisi. Sehingga produk-produk yang dibuat dengan cara yang samalah pada hakikatnya berhak menyandang predikat produk tradisional. Namun demikian, kini penyematan predikat tradisional bagi produk berubah menjadi predikat pada objek-objek yang hanya bentuknya tidak berubah sejak zaman dahulu. Sedangkan cara pembuatan dan materialnya sama sekali baru. Sehingga tak ayal, penyematan predikat tradisional hanya diniliai dari aspek estetika visual. Sedangkan faktor lainnya luntur dalam ruang waktu sejarah.

Warisan teknik, sains dan material yang terlupakan pada senjata tradisional Indonesia

Bukanlah sesuatu mengherankan bahwa rasa cinta terhadap Indonesia saat ini berubah menjadi sesuatu yang banal. Bahkan rasa cinta tersebut sangat disayangkan hanya muncul untuk dipolitisasi dan mengkotak-kotakkan masyarakat. Padahal sejatinya cinta sejati muncul salah satunya akibat adanya sebuah alasan. Seharusnya menjadi satu pemahaman bagi kita bahwa rasa cinta yang hanya berlandaskan atas keindahan adalah retorika dan butuh proses pematangan. Rasa cinta sejati muncul karena sesuatu yang menjadi biasa dan kita menjadi kehilangan tanpanya dan tidak lupa harus melakukan sesuatu untuk membuktikannya.

Tidak ayal pemahaman terhadap budaya yang berlandaskan sejarah menjadi salah satu poin penting yang membentuk rasa cinta yang mendalam terhadap bangsa dan negara. Tanpa perasaan cinta tersebut, motivasi untuk belajar lebih banyak, mengembangkan dan melestarikan kebudayaan merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan. Salah satu warisan budaya dan tradisi Indonesia adalah senjata tradisional.

Senjata tradisional pada dasarnya bukan hanya menyimpan teknik pengolahan material. Namun juga diperkaya dengan ergonomi penggunaan yang sesuai dengan user experience dari pemesannya. User experience yang berasal dari ilmu beladiri atau penggunaan tertentu dari produk tersebut bukan hanya memperkaya bentuk tetapi juga memotivasi pembuat senjata untuk menghasilkan senjata yang lebih baik dari waktu kewaktu. Saat konflik telah diselesaikan, senjata tersebut kemudian barulah ditambahkan berbagai estetika dan dibuat sesuai dengan personality pemiliknya.

Dalam pembuatan senjata – teknologi metalurgi, pengolahan material kayu, safety, agility dan berbagai pengetahuan lainnya diterapkan dengan sesama. Teknologi dan sains yang diterapkan pada senjata ini perlu diteliti dan ditemukan mana yang dapat digunakan kembali atau dikembangkan untuk kepentingan saat ini.

Penggunaan Senjata Tradisional Indonesia

Pertarungan dalam sarungSalah satu karakteristik senjata tradisional di Indonesia adalah banyak yang berukuran kecil. Dominasi senjata berukuran pendek ini disebabkan adanya budaya pertarungan yang gentle, satu lawan satu. Hal ini juga dipengaruhi situasi konflik yang pernah terjadi di Indonesia pra-kemerdekaan. Konflik-konflik besar antara satu kelompok dengan kelompok yang lain, tidak sesignifikan dinegara-negara Eropa atau Amerika. Permasalahan yang krusial yang harus diselesaikan secara fisik dilakukan dalam pertarungan personal.

Hal ini mempengaruhi gaya pertarungan yang berasal dari daerah-daerah Indonesia. Kita tidak awam menemukan formasi-formasi perang yang jadi strategi pertempuran diberbagai wilayah Indonesia yang mendominasi pertarungan secara komunal. Namun kita akan lebih banyak menemukan berbagai bela diri tradisional untuk pertarungan satu lawan satu. Salah satu contohnya adalah Sigajang Laleng Lipa – pertarungan dengan menggunakan Badik Kawali satu lawan satu sampai didalam sebuah kain sarung.

Gaya pertarungan tradisional Indonesia yang kini sudah banyak yang hilang, sangat mengedepankan efisiensi, bukan durabilitas kekuatan fisik. Banyak dari jurus-jurus pada beladiri tradisional berupa jurus dan gerakan yang mematikan untuk mengakhiri pertarungan dalam waktu singkat. Jurus-jurus ini digunakan untuk menyerang bagian-bagian paling vital pada tubuh manusia. Sehingga jurus dan gaya bela diri tradisional tersebut tidak dapat diabadikan dalam pertarungan olah raga konvensional modern. Meskipun gaya beladiri tersebut tidak dapat dilestarikan pada pertarungan bela diri dalam kategori olah raga saat ini. Berbagai bela diri tradisional Indonesia ini dapat digunakan oleh Militer Republik Indonesia.

WhatsApp chat
%d bloggers like this: