Pisau,  Spesialisasi

Jenis Material Kayu Untuk Pembuatan Gagang Pisau

Berbicara mengenai proses pembuatan pisau, tentunya tak bisa terlepas dari bagian gagang dan sarungnya. Untuk membuat gagang pisau bahan yang digunakan pun beragam. Seperti ada yang terbuat dari tulang, kayu, dan lainnya. Bahan kayu salah satunya  yang menjadi favorit pengrajin untuk membuat gagang. Bahan ini lebih mudah ditemukan daripada bahan tanduk atau gading. Namun setiap pengrajin pisau memilih jenis kayu berbeda-beda yang sesuai dengan pertimbangan dari tingkat keawetan dan kemudahan dalam mencari material serta memilii nilai seni dan keindahan.

Adapun peralatan yang digunakan untuk membuat sarung dan gagang pisau di antaranya, gergaji tangan, gerinda amplas, bor kayu dan lainnya. Penggunaan amplas juga berbeda-beda tergantung dari tingkat kasar sampai halus dengan nomor amplas, 0, 240, 500, 1000. Perlengkapam lainnya yang perlu digunakan adalah Ferri Klorida untuk pembuatan sketsa logo dan ukiran. Selain itu, memerlukan lem untuk menempelkan amplas pada gerinda dan oli bekas untuk oil quenching dan lainnya.

Jenis-jenis Kayu yang Biasa Untuk Membuat Gagang dan Sarung Pisau 

  1. Kayu Cempedak

Kayu Cempedak memiliki nama latin Artocarpus Integer dan termasuk sebagai kayu keras, namun mudah untuk dipahat karena teksturnya halus. Kayu ini termasuk sebagai bahan kelas 2 atau 3 dari tingkat kualitas kekerasan dan keawetannya. Biasanya, kayu Cempedak digunakan untuk bahan baku bangunan serta perabot rumah tangga. Tapi banyak pengrajin yang mengaplikasikan kayu Cempedak sebagai gagang pisau.

Cara mengeringkan kayu ini juga sangat mudah dan cukup diletakkan di sembarang tempat dan kondisi kayu tidak akan mengkerut serta mengembang. Kualitas kayu memang cukup baik karena meskipun sering terkena air, namun awet serta tahan lama. Kondisi kayu memang bagus dengan warna alami. Keindahan kayu Cempedak akan terlihat mengkilap dengan warna kuning keputihan jika dipoles dan tampak seperti gading.

  1. Kayu Kijulang

Jenis kayu Kijulang memang berkualitas sebagai kelas 1 dengan tingkat keawetannya yang tinggi dan sering digunakan sebagai bahan-bahan penting dalam kehidupan manusia. Beberapa tahun yang lalu, kayu Kijulang sering dijadikan sebagai kincir angin dan juga bantalan kereta api karena tingkat kekerasannya yang sangat tinggi. Tentu saja kayu ini menjadi primadona dan sulit ditemukan sehingga harganya sangat mahal.

Tekstur kayu Kijulang memang mirip dengan kayu Merbau dan banyak pengusaha kayu yang menjadikan kayu ini untuk penggantinya. Kayu ini banyak terdapat di pulau Jawa dan bisa tumbuh diatas tanah dataran rendah sehingga membentuk kayu yang berkualitas serta awet. Kayu Kijulang banyak digunakan untuk sarung golok dengan warna krim dengan serat lurus seperti rambut berwana hitam sehingga memiliki nilai keindahan.

  1. Kayu Sonokeling  

Sonokeling adalah jenis kayu berkualitas tinggi dan salah satu bahan baku kelas atas yang biasa digunakan untuk material pembuatan furniture dan lainnya. Serat kayu sangat halus dan memiliki ketahanan tinggi terhadap serangan rayap serta jamur sehingga harganya sangat mahal. Biasanya kayu Sonokeling juga digunakan untuk membuat sarung pisau, golok serta keris yang bersifat elegan dengan mengedepankan seni dan keindahan. Jenis kayu ini juga memiliki beberapa varian berdasarkan bentuk urat kayu seperti Sono Doreng dan Sono Kembang.

  1. Kayu Cendana

Kayu Cendana memiliki aroma yang harum karena mengandung minyak yang bisa mencegah karat untuk pisau ataupun golok. Kayu ini memiliki warna kuning serta coklat tua dengan serat yang halus sehinggam emiliki nilai seni tinggi akan keindahan. Hal ini membuat kayu Cendana memiliki harga yang sangat mahal dan biasa diekspor.

  1. Kayu Timoho

Kayu Timoho merupakan salah satu bahan untuk sarung dan gagang pisau maupun golok dengan mempertimbangkan nilai seni yang tinggi. Hal ini karena kayu ini berwarna kuning dengan garis  yang sangat indah sehingga seratnya agak kasar. Banyak pecinta senjata tajam menganggap bahwa kayu Timoho memiliki nilai magis karena bisa menjauhkan dari gangguan jin dan ilmu hitam sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai pertahanan diri.

  1. Kayu Jati

Kayu Jati merupakan jenis bahan kayu berkualitas tinggi dan sering dijadikan sebagai material furniture dan bahan bangunan. Semakin tua, maka tekstur kayu akan makin kuat dan tahan lama dari serangan rayap dan jamur. Biasanya kayu Jati dipanen setelah berusia lebih dari 15 tahun untuk menghasilkan kayu yang berkualitas. Bentuk kayu sangat indah meskipun tanpa menggunakan vernis ataupun bahan keindahan lainnya. Proses pembuatan kayu Jati untuk keperluan sarung dan gagang pisau memang memerlukan pengeringan yang sangat lama. Hal ini agar kayu tidak mudah menyusut ketika mengalami perubahan cuaca ekstrim.

Baca juga: Pisau Komando TNI

Sumber : Pisau Dapur.

4 Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: