Arit Sebagai Senjata Tradisional dan Alat Pertanian di Bali

Arit merupakan benda tajam dengan bentuk setengah lingkaran seperti bulan sabit dan sisi yang tajam berada di bagian dalam. Masyarakat Bali menggunakannya ketika akan pergi ke sawah untuk membersihkan rumput yang ada di sekitar lahan padi. Jika tanaman padi bersih dari rumput, maka pertumbuhannya bisa lebih baik dan dapat menghasilkan panen melimpah.

Para petani yang memanen padinya juga menggunakan senjata tradisional ini untuk memotong tanaman padi yang gabahnya telah berwarna kuning atau matang. Dengan menggunakan alat ini, maka proses pemotongan padi akan lebih cepat karena ujungnya yang melengkung sehingga mudah untuk mengait dan memotong. Para petani bisa melakukan pemotongan 1 ikat tanaman padi dengan sekali gerakan saja.

Selain itu, masyarakat Bali yang memiliki hewan ternak, seperti sapi dan kambing menggunakannya untuk memotong rumput sebagai makanan ternak. Memotong rumput dengan senjata ini bisa sangat cepat karena para peternak bisa memotong satu genggam rumput dengan sekali ayunan saja. Tentu saja bentuknya yang memiliki ujung melengkung memang membuat arit menjadi senjata yang paling mudah untuk memotong rumput.

Lihat Juga: Senjata Kaum Perempuan Di Bali

Bentuk Arit Bali    

Tampilan arit Bali memang berbeda dari yang ada di beberapa daerah di Indonesia karena masyarakat Pulau Dewata mencintai keindahan. Warnanya putih bersih dan lebih tipis serta mengkilap sehingga sedap dipandang mata. Hal ini berbeda dengan kebanyakan arit Jawa yang berwarna hitam, sedangkan warna putih hanya terdapat diujungnya saja pada bagian yang paling tajam.

Bahan Baku Arit Bali

Biasanya para pandai besi memilih bahan baku dari besi atau baja yang kuat sehingga jika sering digunakan tidak akan mudah tumpul. Walaupun penggunaanya hanya sekedar memotong rumput dan tumbuhan lainnya, namun para pandai besi menginginkan agar bisa bertahan lama agar tidak cepat aus dimakan usia.

Untuk mendapatkan arit yang berkualitas tinggi, para pandai besi memilih kualitas baja yang biasa digunakan untuk rel kereta api. Hal ini karena kekuatan baja tersebut lebih tangguh dalam menghadapi benturan, terutama jika berbenturan dengan benda keras. Bahan baku lainnya yaitu baja bekas peer atau shockbeker yang memiliki daya tahan tinggi dan mampu bertahan lama.

Tentu saja kualitas senjata yang dihasilkan memang tangguh karena termasuk stainless steel dengan beberapa kandungan mineral, seperti Karbon, Kromium, Mangan, Kolibdelum dan lainnya. Namun kekuatan baja akan berkurang ketika dibakar dalam suhu yang tinggi dan ditempa dengan benda yang lebih keras.

Dimensi Arit Bali   

Bentuk dari senjata ini tipis dan melengkung memang memiliki bobot yang ringan dan hanya sekitar 1 kg sehingga mudah dibawa kemana saja. Bobot tersebut hanya pada logamnya saja, sedangkan pada pegangan tangan atau handle menggunakan bahan dari kayu yang ringan. Untuk ukuran panjang keseluruhan arit Bali sekitar 45 cm, namun karena ujungnya melingkar sehingga ukurannya sekitar 35 cm.

Arit Bali Sebagai Senjata Tradisional Petani dan Peternak

Setiap orang yang berjalan kaki di daerah Bali dan memegang senjata tajam memang bisa membuat takut masyarakat yang melihatnya. Namun hal ini berbeda jika yang dipegang tersebut adalah arit, karena benda tajam yang melengkung ini sudah identik dengan para petani yang ingin pergi ke sawah untuk bercocok tanam.

Selain itu, banyak juga para peternak sapi dan kambing yang membawa arit ketika pergi untuk mencari rumput sebagai makanan ternak. Hal ini sudah menjadi tradisi dan budaya Bali bahwa senjata ini bukanlah sebagai senjata mematikan. Namun fungsinya sebagai alat pertanian dan peternakan. Hampir semua rumah masyarakat Bali yang ada di pedesaan memiliki sebuah arit untuk memotong rumput ataupun sebagai alat pemotong semak-semak.

Sumber : GPS Wisata.