Badik Lampung Senjata Tradisonal yang Beracun

Badik Lampung merupakan senjata tajam yang berfungsi sebagai lambang keperkasaan dan kewibawaan nenek moyang. Bentuk Badik Lampung berupa pisau besar dan panjang seperti golok dengan gagang melengkung membentuk huruf L atau J. Hal ini karena ada gagang yang terlalu melengkung dan ada juga gagang dengan lengkungan yang tidak terlalu dalam.

Sejarah Badik Lampung

Pada kehidupan masyarakat Lampung di masa lalu, Badik digunakan sebagai senjata terakhir di kala bertarung dengan lawan. Zaman dahulu masih banyak begal dan perampok yang menghadang di jalanan. Selain itu, Badik juga berfungsi untuk membela diri dari serangan binatang buas yang masih banyak sekali pada masa itu. Karena itulah para saudagar maupun kalangan kerajaan menggunakan Badik sebagai senjata tajam dan beracun untuk membela diri.

Sebenarnya masyarakat Lampung pada saat itu, memiliki martabat dan harga diri yang tinggi serta menguasai ilmu pencak silat untuk bertarung dengan tangan kosong. Badik hanya akan dikeluarkan jika posisi sedang tertekan atau ketika dikeroyok beberapa lawan agar pertarungan bisa seimbang. Tentu saja fungsi utama Badik hanya sebagai senjata pelengkap dan bukan senjata utama karena masyarakat Lampung dahulu sebagian besar lebih menyukai duel dengan tangan kosong.

Badik Lampung memang sudah ada sejak abad 19 dan belum ada kepastian kapan pertama kali senjata ini ada. Terdapat puluhan jenis senjata tradisional ini berdasarkan nama dan usia bagi masyarakat Lampung dalam menggunakan Badik. Untuk para sesepuh dan ketua adat  maupun raja, biasanya memegang Badik dengan gagang yang terbuat dari gading dan sarungnya berlapis emas. Badik asli yang dipegang para sesepuh memang unik, karena cara menguji keasliannya yaitu diletakkan diatas air dan tidak akan tenggelam.

Lihat juga: Senjata Warisan Kerajaan Tulang Bawang

Ukuran Badik Lampung

Bentuk Badik Lampung terdiri dari beberapa macam, ada yang kecil dengan ukuran panjang sekitar 11 cm dan lebar 2 cm. Sedangkan yang besar dinamakan Badik Siwokh yang memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar lebih dari 2 meter. Selain itu, ada juga jenis Badik yang berukuran sangat kecil dan dipegang para gadis Lampung untuk berjaga-jaga yang biasanya diletakkan pada rambut sebagai tusuk konde.

Material Badik Lampung

Badik Lampung terbuat dari bahan baja asli dan bisa dilihat dari warna putihnya yang sangat mengkilap serta bisa menyilaukan mata. Untuk bisa mengetahui kualitas bahan pada Badik Lampung, bisa mengujinya dengan memukulkannya pada benda tajam atau disentil dengan kuku jari. Jika suaranya terdengar sangat nyaring dan memekakkan telinga, maka bisa dipastikan bahwa kualitas Baja yang digunakan  sangat baik dan bisa dikatakan sebagai 100% Baja.

Biasanya konstruksi pada Badik Lampung memiliki garis-garis yang ada di badan senjata sehingga terlihat seperti guratan atau bercak-bercak. Hal ini karena dalam proses pembuatannya menggunakan berbagai macam campuran baja agar Badik memiliki daya tahan yang tinggi serta menghasilkan senjata yang sangat tajam dan tidak mudah patah. Selain itu, karena ditempa dengan panas yang tinggi sehingga terlihat seperti ada bekas lelehan.

Badik Lampung dikenal memiliki racun yang mematikan. Siapa saja yang kena sabetan pada kulit tubuh, maka bisa dipastikan akan terluka parah ataupun meninggal. Racun yang biasanya digunakan masyarakat Lampung yaitu Bacem Kodok. Cara membuat racun tersebut memang unik karena bahan racun diambil dari tubuh hewan Kodok.

Proses pembuatan racun Bacem Kodok yaitu dengan cara merendam Badik pada ember yang telah berisi air dan tubuh binatang kodok yang telah dikeluarkan isi perutnya. Proses perendaman memerlukan waktu sekitar 3 hari 3 malam. Setelah itu, Badik dijemur. Kemudian setelah kering, maka senjata ini sudah mengandung racun yang mematikan bagi manusia maupun binatang. Sedangkan untuk menghilangkan racun tersebut, yaitu Badik diletakkan di dalam bambu dan menguburnya di bawah tanah selama mungkin.

Sumber Referensi : Suarawajarfm.