Dohong, Senjata Tradisional Khas Suku Dayak

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dewasa ini, mungkin masyarakat lebih mengenal Mandau dan Parang sebagai senjata tradisional yang dimiliki oleh suku Dayak. Namun tunggu dulu, suku yang mendiami Pulau Kalimantan ini juga memiliki banyak senjata tradisional lainnya, sepert Dohong atau Duhung.

Dohong Dayak 1

Dohong merupakan senjata khas suku Dayak Ngaju. Mereka mengenalnya sebagai senjata yang digunakan untuk serangan jarak dekat. Senjata ini termasuk senjata tikam dan tusuk yang sederhana dengan bilah yang simetris. Karena itu mereka kerap membawanya dalam kegiatan berburu untuk melindungi diri dari serangan binatang buas dalam jarak yang dekat.

Lihat Juga: Senjata Kaum Hawa Di Bali

Senjata tradisional ini juga merupakan mata tombak yang dapat digunakan sebagai pisau dan memiliki panjangnya sekitar delapan inchi. Sebagai pisau, senjata ini dilengkapi dengan gagang bulat dan sebuah sarung yang terbuat dari kayu. Pada zaman dahulu oleh masyarakat Dayak juga digunakan sebagai senjata untuk berperang.

Secara kasat mata sekilas terlihat seperti tombak. Hanya saja senjata ini, memiliki ketajaman pada kedua belah sisinya. Cara penggunaannya biasanya mereka menyelipkannya di bagian depan pinggang. Senjata jenis ini bisa disebut dengan dohong papan benteng.

Penggunaan Dohong

Senjata ini dari dulu juga digunakan oleh masyarakat untuk berburu dan bercocok tanam, namun kini hanya boleh dimiliki oleh Pisur atau ketua adat masyarakat Dayak. Senjata tradisional tersebut dipercaya oleh banyak masyarakat Dayak sebagai senjata tertua yang dimiliki oleh mereka. Dalam perkembangannya, saat ini sudah jarang digunakan sebagai senjata melainkan disimpan sebagai benda pusaka.

Sumber : Borneo News, Folks of Dayak, Adat Tradisional, Viking Sword