Kedik – Alat Yang Digunakan Orang Bangka Dalam Perkebunan Lada

Kedik adalah senjata tajam yang biasa digunakan masyarakat Bangka Belitung sebagai alat pertanian. Masyarakat di sini biasanya menggunakan alat ini terutama dalam perkebunan. Adapun jenis tanaman perkebunannya adalah Lada.

Sebagai senjata tradisional, Kedik pada umumnya hampir sama seperti senjata tradisional lainnya yang berada di pulau Sumatra. Banyak dipengaruhi oleh kebudayaan melayu. Hal tersebut tidaklah heran pasalnya mayoritas penduduk dari pulau Bangka dan Belitung ialah masyarakat melayu.

Kedik Senjata Tradisional Bangka Belitung

Kedik sebagai alat pertanian

Senjata tradisional ini selain digunakan sebagai alat untuk mempertahankan diri dari serangan musuh dan sebagai pelengkap untuk acara adat, namun juga biasa digunakan sebagai senjata atau alat perkebunan. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam berkebun.

Lihat Juga : Ini dia Siwar dari Bangka

Bagi masyarakat Bangka ataupun Belitung, senjata tradisional ini lebih di kenal dengan sebutan Parang Bingkok, khususnya bagi masyarakat Belitung. Kedik sendiri biasa digunakan untuk membantu masyarakat dalam merawat perkebunan Lada. Mengingat perkebunan Lada yang ada di sana sangat banyak dan begitu luas, sehingga wajar jika banyak tumbuh ilalang atau rumput liar lainnya.

Alat ini digunakan dengan cara seperti meletakan di tanah dan memangkas berbagai jenis rumput liar atau ilalang yang tumbuh di kebun. Dalam penggunaannya, si pemilik atau pengguna harus menggunakannya dengan cara berjongkok dan bergerak mundur atau pun menyamping. Hal ini tentunya sangat efektif untuk membersihkan rumput-rumput liar di halaman perkebunan.

Terlebih pada zaman dahulu, belum ada mesin rumput yang bisa digunakan, sehingga dengan adanya alat ini sangat membantu pekerjaan masyarakat setempat. Dengan menggunakan Kedik masyarakat yang memiliki perkebunan lada sangatlah terbantu, sebab banyak rumput liar yang menjadi pengganggu pertumbuhan lada.

Bentuk Kedik

Kedik memiliki bentuk seperti Parang atau Golok. Namun alat ini memiliki bilah yang melengkung, atau bengkok. Oleh karena itu beberapa daerah di Bangka Belitung  lebih mengenal alat tersebut dengan sebutan Parang Bingkok. Bingkok sendiri memiliki arti yakni Bengkok.

Dilihat dari segi ukuran, alat ini tidak memiliki ukuran yang terlalu besar. Kedik memiliki panjang sekitar 38cm hingga 50cm, dan masa yang tidak terlalu berat, biasanya tidak lebih dari 2kg.

Material Pembuatan Kedik

Bahan Baku pembuatannya sendiri tidak terlalu sulit dan mudah untuk di temukan. Pasalnya pembuatan alat ini sama seperti senjata tradisional lainnya yaitu Parang. Hanya membutuhkan besi sebagai bahan pembuatan mata pisaunya dan kayu sebagai hulunya. Hanya saja besi yang digunakan harus dibengkokan atau di bentuk sedikit melengkung pada bagian atasnya.

Verdant Studio