Senjata Tradisional,  Spesialisasi

Keris dari Jawa Tengah

Keris yang berasal dari Jawa Tengah terlihat lebih detail. Hal itu karena bahan baku yang digunakan adalah 19 bahan logam terbaik. Bahan baku itu digunakan agar bisa awet sampai berusia ribuan tahun.

Meskipun pada zaman itu belum ada alat peneliti logam, namun para empu bisa melihat dan merasakan bahan logam yang baik untuk pembuatan keris. Biasanya para empu melakukan pengetesan dengan memukul atau menjentikkan jari pada besi untuk mendengar bunyi suaranya agar bisa mengetahui jenis dan kualitasnya.

Di antara bahan-bahan tersebut terdapat beberapa logam yang mengeluarkan pamor jika ditempa dan dipanaskan terus menerus. Pembentukan pamor dengan cara dipanaskan dalam lipatan berulang kali sampai menghasilkan corak dan motif yang sesuai dengan keinginan. Untuk menghasilkan pamor yang bagus diperlukan sampai ratusan dan bahkan sampai ribuan lipatan. Keris yang memiliki kualitas sangat bagus biasanya telah melalui proses lipatan minimal 2 ribu kali dan hal ini akan menentukan bentuk dan juga alur pamor tersebut.

peskeris

Bahan baku logam yang dibuat memiliki berat sekitar 600 gram. Pamornya menggunakan bahan nikel dengan berat sekitar 350 gram untuk menggantikan batu meteor. Tentu saja karena batu meteor susah dicari dan harganya juga sangat mahal sehingga nikel bisa dijadikan sebagai penggantinya. Nikel memiliki warna putih yang akan berada dalam bilah keris dengan alur natural karena proses lipatan ribuan kali sehingga terlihat seperti ukir-ukuran yang sangat indah.

Tekstur keris ada yang berbentuk lurus dan ada juga yang memiliki luk atau belokan yang terdiri dari beberapa macam. Ada luk yang berjumlah 9, 11 dan 13 yang semuanya disesuaikan untuk pembuatan keris berdasarkan penggunaannya. Alas besi untuk pembuatan keris lurus memiliki berat sekitar 12 kg. Sedangkan alas besi pembuatan keris dengan luk berbobot sekitar 18 kg.

Keris dibuat oleh seorang empu sebagai pandai besi yang mumpuni dalam membuat senjata dari bahan besi dan baja. Biasanya para empu dalam membuat keris telah melakukan ritual puasa sebelumnya untuk meminta petunjuk dari Tuhan tentang pembuatan dan meminta ditunjukkan lokasi jatuhnya batu meteor. Tanah Jawa memang sering menjadi lokasi jatuhnya meteor dan hal ini bisa diketahui dengan banyaknya keris yang menggunakan pamor batu luar angkasa tersebut.

Batu meteor dengan kandungan titanium yang memiliki kelebihan tahan karat, tahan panas dan merupakan bentuk logam yang sangat keras serta berwarna putih mengkilap. Pembuatan keris dengan memadukan berbagai macam jenis logam serta melalui proses pelipatan hingga ribuan kali akan menghasilkan keris yang berkualitas. Tentu saja keris yang berkualitas bisa berdiri ataupun tegak lurus karena logamnya mengandung unsur magnet. Proses berdirinya keris yaitu menyeimbangkan antara kutub utara dan selatan seperti yang terjadi pada pisau silet.

Keris Jawa Tengah mengandung filosofi yang tinggi dari bentuk gagang sampai warangka atau sarungnya. Gagang pada keris selalau menghadap ke kanan sebagai lambang kebenaran dan ujung gagangnya selalu menunduk merupakan perwujudan sikap rendah hati sebagai manusia dan makhluk Tuhan. Bentuk tangkai sarung terdiri dari beberapa macam, ada yang menyerupai kapal dengan bagian depan sangat panjang dan lengkung. Selain itu, ada juga yang berbentuk seperti kapal bulat sebagai representative negara kepulauan yang sudah maju dalam bidang maritim.

Sebenarnya keris digunakan untuk membela diri, terutama dari serangan santet atau roh jahat karena logam dalam keris sangat ditakuti oleh roh-roh jahat. Hal inilah manfaat sejatinya bagi kehidupan manusia untuk selalu terlindungi dari bisikan dan gangguan roh jahat yang akan menyesatkan. Karena itulah, pembuatannya menggunakan bahan baku batu meteor dan juga baja murni berkualitas yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia.

Baca juga: Keris Dari Yogyakarta

Sumber : Keris Pusaka.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: