Senjata Tradisional,  Spesialisasi

Keris Jawa Timur

Dilihat dari segi konstruksinya Keris Jawa Timur terlihat lebih halus. Hal itu karena pada zaman dahulu banyak sekali pembuat Keris (Empu) yang mengutamakan keindahan. Sehingga dalam membuat senjata khas ini, para Empu membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bisa memakan waktu sampai berbulan-bulan.

Bentuk Keris Jawa Timur

Bentuk bilah Keris Jawa Timur lebih ramping dan bobotnya ringan karena penempaan logamnya yang sangat matang. Proses penempaan bisa mencapai panas dengan total suhu mencapai 15.000 derajat sehingga logam benar-benar sudah matang. Akibatnya semua komponen besi dan batu meteor bisa menyatu dengan sempurna.

Pori-pori logam Keris sangat kecil dan rapat. Hal itu membuat Keris lebih kuat terhadap benturan dan tahan lama dalam jangka waktu sampai ratusan tahun. Energi yang terdapat dalam keris memang sangat kuat dan berfungsi untuk membela diri dari gangguan dan serangan roh-roh jahat. Karena itulah, Keris memang sakral dan biasanya dimiliki oleh para raja ataupun petinggi kerajaan dan juga orang-orang  yang memiliki kedudukan tinggi dalam masyarakat.

keris jawa timur 2

Keris Mpu Gandring

Salah satu kreasi dari Jawa Timur yang paling terkenal yaitu Keris Mpu Gandring yang dibuat pada zaman kerajaan Singosari. Sejarah keris Mpu Gandring sangat populer karena memiliki aura negatif dan membunuh para pemiliknya sendiri yaitu raja-raja Singosari. Hal ini membuat salah satu raja Singosari yaitu Wisnuwardana ingin mengakhiri pembunuhan atas keris tersebut dan membuangnya ke dalam kawah gunung Kelud sekitar abad ke 13 M.

Pembuat Keris

Pembuat Keris atau Empu yang paling terkenal di wilayah Jawa Timur yaitu Sumenep, Madura. Hingga saat ini masih terdapat lebih dari 500 empu yang menekuni senjata keramat ini. Keris hasil buatan dari Sumenep memang lebih halus dibandingkan daerah lainnya sehingga banyak sekali kolektor yang memesan Keris di pulau tersebut. Bentuk Keris Madura juga terkenal dengan keunikannya yang bisa dibuat dalam berbagai tampilan dan ada yang panjang seperti pedang.

Maka tidak heran jika banyak orang Madura yang menekuni usaha rongsokan besi karena memang sangat dibutuhkan para pembuat Keris, terutama besi-besi tua yang masih memiliki kualitas dengan kandungan logam mutni dibandingkan dengan besi zaman sekarang. Tentu saja untuk bisa menghasilkan keris yang berkualitas juga harus didukung bahan-bahan logam murni yang mengandung titanium serta nikel.

Sedangkan daerah lainnya yang masih banyak terdapat pengrajin keris yaitu kota Tuban sebagai salah satu kawasan pesisir yang memiliki ciri khas tersendiri dalam membuat senjata ini. Sebagian besar keris yang dibuat para empu dari Tuban tidak memiliki Luk atau berbentuk lurus dan lebih menampilkan keindahan dengan hiasan pamor yang unik. Proses pembuatan keris lebih menekankan banyaknya lipatan dalam penempaan agar memiliki bentuk yang sempurna. Biasanya para empu mengatur jumlah lipatannya lebih dari 64 agar mendapatkan keris yang cantik dan awet.

Para pengrajin keris dari Tuban lebih senang menggunakan bahan utamanya berupa bijih besi yang diambil dari pesisir pantai. Hal ini bisa dilihat pada bagian luarnya dengan warna bilah dominan kelabu agak putih bersih seperti pasir pantai. Umumnya bilah keris memiliki panjang sekitar 35cm dan pori-porinya sangat kecil sehingga memiliki daya tahan yang sangat kuat dalam waktu yang cukup lama.

Salah satu pamor yang terkenal di Jawa Timur yaitu Junjung Darajad yang merupakan gabungan 2 pamor. Pamor ini biasanya terletak pada pangkal Keris. Setiap pamor memiliki kesaktian tersendiri karena bahan baku pembuatannya menggunakan batu meteor yang jatuh dari angkasa. Batu tersebut mengandung titanium dan nikel murni. Jika dipanaskan atau ditempa secara terus-menerus akan membentuk lipatan yang indah dan sempurna.

Sumber : Krispusakajawa. GPS Wisata Indonesia.

Baca juga: Mandau Kalimantan Selatan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: