Senjata Tradisional,  Spesialisasi

Mandau Kalimantan Utara

Mandau Kalimantan Utara memiliki ciri khas tersendiri jika dibandingkan dengan propinsi lainnya. Hal itu bisa dilihat dari bentuk bilah dan kumpangnya. Proses pembuatannya juga menggunakan bahan logam besi yang memiliki kandungan berbeda berdasarkan tempat pengambilan batu yang mengandung jenis bijih besi. Selain itu, masih ada lagi jenis logam lainnya sebagai hiasan untuk mempercantik dan memberikan kesan elegan pada senjata tradisional tersebut.

Bahan Pembuatan Mandau

Sebagian besar suku Dayak membuat mandau Kalimantan Utara dengan mengambil bijih besi pada batu-batuan dari hulu sungai Baram yang ada di daerah Kucing, Serawak. Tentu saja bijih besinya memiliki mineral yang berbeda. Zaman dahulu Nenek moyang suku Dayak bisa mendeteksi batu sungai yang memiliki kandungan bijih besi. Dan bisa  menentukan bahan mana yang bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan mandau.

Proses Pembuatan Mandau

Selain karena sudah berpengalaman, banyak juga para pandai besi yang melakukan ritual dengan meminta petunjuk leluhur untuk menemukan bijih besi. Petunjuk yang didapatkan bisa diperoleh melalui mimpi ketika tidur ataupun karena memiliki naluri yang tajam. Setelah menemukan batu yang mengandung bijih besi, maka selanjutnya batu dibakar dengan suhu yang sangat tinggi. Biasanya pembakaran dilakukan disekitar sungai karena proses pengambilan bijih besi dari batu memerlukan banyak air.

mandau kalimantan utara1.jpg

Setelah pemanasan batu dirasa sudah cukup, maka batu tersebut diletakkan didalam sungai agar menjadi dingin. Kemudian batu tersebut akan dipecah untuk mengambil serpihan bijih besi yang ada di dalamnya dan dikumpulkan dengan menggabungkannya bersama tanah liat yang dikepal menjadi bulat. Setelah bulatan tanah liat sudah kering, maka akan dibakar sampai beberapa kali untuk memilih bijih besi yang masih murni agar menghasilkan logam yang kuat.

Para nenek moyang sudah memiliki teknologi untuk memilih bijih besi yang terbaik menggunakan tanah liat. Bijih besi yang dihasilkan masih lunak, namun setelah melalui proses penempaan secara terus menerus akan menghasilkan logam yang sangat kuat dan awet. Tentu saja memang tidak mudah dalam membuat mandau yang berkualitas tinggi karena banyak sekali tahapan yang harus dilalui dari proses pemilihan bijih besi sampai penempaannya menjadi bilah mandau.

Campuran Bahan Mandau

Biasanya masyarakat Dayak Kalimantan Utara juga memberikan campuran tembaga pada bilah Mandau agar menghasilkan Mandau yang kuat dan indah. Selain itu, logam tembaga juga sering dijadikan hiasan selain emas dan perak pada sisi bilah yang tebal serta tumpul. Sedangkan sisi yang tajam dibuat dari bijih besi murni agar menghasilkan senjata dengan ketajaman yang tinggi sehingga bisa memotong apa saja dalam satu sabetan.

Sedangkan pada sarung atau kumpang Mandau dibuat dengan berbagai ukiran dan warna agar tampilannya menjadi indah. Masyarakat Kalimantan Utara menyukai seni ukir-ukiran dan sarung yang terbuat dari kayu Meranti. Dihiasi dengan ukir-ukiran yang agak rumit merupakan salah satu ciri khas suku Dayak. Hiasan lainnya yang terdapat pada sarungnya yaitu tali dan kain yang berwarna merah, putih serta hitam sebagai warna favorit masyarakat Kalimantan Utara. Warna-warna tersebut diyakini bisa membawa keselamatan dan keberuntungan bagi para pemilik mandau.

Untuk gagangnya sebagai pegangan tangan dibuat dari tanduk rusa atau kayu dengan bentuk kepala binatang yang memiliki paruh seperti burung atau naga. Pada kepala hiasan tersebut terdapat aksesoris yang diambil dari rambut manusia. Letaknya ada di berbagai sisi, yaitu depan, atas dan bawah pada gagang tersebut. Sedangkan tempat untuk pegangan tangan dililiti dengan tali rotan agar cengkeraman lebih kuat dan tidak mudah terlepas ketika mengayunkan mandau.

Biasanya gagang yang digunakan berwarna putih sesuai dengan warna yang disukai masyarakat Kalimanta Utara. Setiap bentuk ukiran dan warna yang terdapat pada sarung dan gagang mandau memiliki filososfinya tersendiri. Hal itu dilihat berdasarkan pengalaman hidup yang telah ditempuh oleh para pembuatnya. Untuk Mandau yang memiliki hiasan emas, perak dan tembaga biasanya diperuntukkan bagi para sesepuh adat suku Dayak Kalimantan Utara.

Sumber:  Tribun, GPS Wisata.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: