Senjata Tradisional

Mengenal Mandau Tangkitn

Mungkin selama ini masyarakat lebih mengenal Mandau sebagai senjata tradisional yang dimiliki oleh suku Dayak. Tetapi taukah anda, suku ini juga memiliki senjata lainnya di antaranya Dohong, Sumpit, Talawang, yang telah dibahas beberapa waktu lalu. Nah pada artikel kali ini akan membahas tentang Mandau Tangkitn.

Mandau Tangkitn adalah senjata tradisional yang terbuat dari besi. Pada bagian hulu senjata ini memiliki bentuk melengkung, ujungnya bertampuk kuningan dan tidak memiliki gagang layaknya sebilah Mandau yang terbuat dari kayu atau tulang. Jika dilihat secara sekilas ukurannya mirip dengan Mandau. Namun jika dilihat lagi dari segi bentuk Mandau Tangkitn sangat berbeda dengan Mandau.

Berikut ini perbedaan antara Mandau dan Mandau Tangkitn;

  1. Gagang, Mandau memiliki gagang yang terbuat dari kayu, tulang atau tanduk binatang dan dihiasi dengan rambut hasil dari Mengayo. Sedangkan Tangkitn gagangnya cukup dililit dengan kain merah, kemudian ditambah aksesori berupa Samoop (batu manik yang memiliki lubang ditengahnya) dan Rambe yang menyerupai untaian-untain benang seperti rambut. Kain merah ini melambangkan keberanian dan kebanyakan pada pangkal bawah pegangan tersebut terdapat cepu yang terbuat dari Tembaga.
  2. Mandau Tangkitn tidak memiliki sarung/biado karena pada penggunaannya di musim Bakayo. Keberadaannya dipercaya lebih tua dari pada senjata Mandau.

Lihat Juga: Senjata Talawang Yang Berasal Dari Kalimantan Timur

Mandau Tangkitn biasa digunakan dalam upacara-upacara ritual seperti upacara pengobatan yaitu Baliatn (baiotn), Badukun/Balenggang. Selain itu ada juga yang  digunakan untuk keperluan sehari-hari atau pertanian oleh sub suku Dayak Salako. Senjata tradisional ini tidak diasah dengan batu asah pada umumnya tapi cukup dilumuri dengan jeruk nipis pada mata Tangkitn, hal ini dilakukan agar matanya lebih tajam.

Senjata ini memiliki goresan-goresan disekitar pangkalnya. Hal ini menandakan keturunan keberapa yang sedang memegangnya saat ini. Didalam Tangkitn biasanya juga ditanam kuningan atau tembaga, selain itu konon katanya agar lebih sakral lagi ditanam besi kuning yang dipercaya bisa menambah kekuatan magis dalam senjata tersebut.

Dewasa ini keberadan Mandau Tangkitn tidak terlalu banyak diketahui masyarakat  karena keberadaan senjata ini sudah hampir punah. Bahkan beberapa literatur menyebutkan banyak oknum yang tidak bertanggung jawab yang memperjual belikan senjata ini.

Mandau Tangkitn kini hanya dijumpai pada keluarga Dayak Salako dan Kanayatn di Kabupaten Sambas. Di wilayah ini Mandau Tangkitn terbagi menjadi dua varian yaitu Tangkitn untuk laki-laki dan Tangkitn untuk perempuan. Tangkitn untuk laki-laki memiliki bentuk yang lebih panjang.

Sumber: Budaya Indonesia, Mister Pangalayo.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: