Pedang Jenawi
Senjata Tradisional

Pedang Jenawi – Pedang Melayu Yang Berasal Dari Banjar

Riau, merupakan salah satu provinsi yang berada di Pulau Sumatera. Begitu banyak hal yang menarik untuk diamati dan diteliti, salah satunya adalah kebudayaan. Provinsi ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu kebudayaan melayu. Salah satunya senjata tradisional Pedang Jenawi misalnya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sepanjang sejarah, Pulau Sumatera memiliki banyak Kerajaan-kerajaan besar diberbagai daerahnya. Kerajaan tersebut mulai dari Kerajaan Sriwijaya hingga Kerajaan Melayu yang wilayah kekuasaannya membentang hingga semenanjung Malaysia. Kerajaan Melayu pada masa lalu memiliki angkatan bersenjata yang cukup disegani dan memiliki berbagai persenjataan termasuk pedang. Senjata tradisional yang dimiki oleh Riau tentunya sangat banyak, namun yang dibahas disini adalah Pedang Jenawi. Pada zaman dahulu, senjata digunakan sebagai alat untuk melindungi diri dari ancaman lingkungannya, Seperti halnya untuk melawan binatang buas atau untuk kelengkapan berperang melawan Kerajaan lain.

Asal Usul Pedang Jenawi

Pedang Jenawi merupakan pedang yang awalnya berasal dari Kerajaan Banjar yang kini dikenal sebagai Banjarmasin. Banjarmasin yang juga merupakan kerajaan Islam saat ditaklukkan oleh penjajah berpencar hingga ke wilayah Sumatera. Para prajurit dan petinggi bekas Kerajaan Banjar membawa berbagai perlengkapan yang kemudian diadaptasi oleh kerajaan Melayu. Salah satunya adalah senjata ini yang dikenal mulai abad ke 18. Banyak artikel yang keliru dengan memberikan keterangan visual bahwa senjata ini disamakan bentuknya dengan Samurai Jepang.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tidak sembarangan orang dapat memiliki senjata ini. Pemakai Pedang Jenawi pastilah orang yang memiliki kekuasaan, orang yang dihormati, memiliki kecerdasan, sehingga menjadi panutan, dan sebagainya. Senjata ini memiliki ketajaman di tiga sisi, yakni bagian kanan, kiri, dan depan.

Ini sangat menguntungkan penggunanya. Ketika perang berlangsung musuh tidak terduga datang dari mana saja, jadi senjata ini sangat cocok untuk peperangan. Mata pedangnya terbuat dari besi kualitas baja sedangkan hulunya terbuat dari tembaga.

Penggunaan Pedang Jenawi

Pedang jenawi inilah yang dipakai oleh para mujahid Melayu di Riau sewaktu agresi menentang Belanda dalam kurun waktu 1947-1949. Daerah pertempuran yang cukup dahsyat antara lain adalah Cerenti dan Kuala Indragiri, di mana Pak Boyak (abang budayawan Riau Idrus Tintin) gugur sebagai syuhada.

Keunggulan pedang jenawi adalah bisa ditebaskan ke kiri dan ke kanan, di samping dapat menjadi tombak diarahkan ke depan. Dengan demikian pedang jenawi dapat memberikan ancaman dari tiga arah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kalau orang Melayu sedang mengamuk dengan Pedang Jenawi, menentang musuhnya (kafir Belanda) maka dia dengan pedang ini akan mengatakan: “ rambah ke kanan rambah kelayau. Rambah ke kiri rambah keladi.” Artinya, pedang itu bisa merambah sasarannya seperti lembutnya batang kelayau dan batang keladi: tidak terasa tapi mematikan.

Pedang jenawi hanya dipegang oleh para pejuang yang bukan sembarangan. Orang ini niscaya andal dalam bersilat tetapi lebih-lebih adalah orang yang cukup zuhud dalam Islam. Karena itu langkahnya, dipandang oleh anak buahnya bukan langkah sembarangan tapi langkah yang telah meminta ridha pada Allah Swt. Ia mungkin bersembahyang dua rakaat sebelum membawa senjata ini ke medan jihad.

Filosofi Pedang Jenawi

Pada tempo dulu Pedang Jenawi digunakan sebagai senjata perang yang sering digunakan oleh panglima zaman dahulu. Berarti senjata ini tidak sembarangan orang boleh memakainya. Pedang biasanya diukir dengan hati-hati dan memiliki bentuk istimewa. Tidak heran jika kemudian memang digunakan untuk orang istimewa.

Pedang jenawi memiliki makna kecerdasan, ketangguhan raga, kekayaan, dan lain-lain. Mengapa dimaknai kecerdasan? Berarti orang yang memakainya haruslah mereka yang memiliki kecerdasan. Hal ini agar senjata ini dapat digunakan dengan bijak dan tidak sembarangan.

Lihat Juga : Badik Tumbuk Lada – Senjata Yang Gagangnya Dipakai Menggetok Lawan

Katangguhan raga memiliki arti ketangguhan jenawa jika digunakan dalam peperangan. Pemakainya pun harus memilki ketangguhan yang sama, agar pedang ini dapat digunakan secara benar dan tidak jatuh ke tangan lawan.

Kekayaan berarti bahwa pembuat pedang ini merupakan orang berpunya. Pasalnya pedangnya sendiri terbuat dari besi dengan kualitas tinggi. Pedang jenawi terbuat dari besi dengan kualitas baja. Bagian hulunya dibuat dengan berbahan dasar tembaga.

Sumber: Riau Berbagi, Bimbingan, Ini bangsaku, Riau Berbagi

2 Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: