Senjata Tradisional,  Spesialisasi

Penggunaan Kayu Pada Konstruksi Bangunan

Konstruksi bangunan kayu biasanya diaplikasikan untuk membuat Rumah, Villa, Bungalow, Restoran, Café dan lainnya. Dengan menggunakan bahan kayu, maka bangunan mudah didesain dalam berbagai macam bentuk dan model yang sesuai dengan selera pemiliknya.

https://i1.wp.com/www.sahwahita.com/wp-content/uploads/2017/03/Bongkar-Pasang-Rumah-Adat-Minahasa.jpg?fit=400%2C297&ssl=1

Hampir semua daerah di Indonesia memiliki rumah adat yang menggunakan konstruksi dari kayu. Dengan berbagai bentuk dan corak budaya khas wilayah masing-masing. Tentu saja ada puluhan bentuk rumah adat yang berbeda-beda. Bentuk-bentuk ini bisa dijadikan sebagai acuan ketika akan membuat rumah kayu. Seperti contoh bentuknya ada yang menggunakan tiang dan lantainya diatas tanah lebih dari 3 meter.

Bangunan yang menggunakan bahan baku kayu bisa tertata rapi sehingga menonjolkan sisi keindahan. Semua elemen bangunan bisa menggunakan bahan  baku kayu, mulai dari rangka, atap, lantai, tiang penyangga, kuda-kuda, dinding, pintu dan jendela. Terdapat beberapa bagian untuk menguatkan bangunan kayu, diantaranya balok, tiang dengan sambungan yang menggunakan paku atau pelat logam.

https://dekorrumah.net/wp-content/uploads/2017/06/garasi-mobil-dari-kayu.jpg

Khusus untuk penggunaan kayu pada bangunan berat, seperti garasi ataupun gudang tentu saja pada sambungan kayu lebih baik menggunakan mur dan baut sehingga bisa sangat kuat. Bahan kayu yang akan digunakan harus benar-benar kering agar nantinya tidak melengkung ataupun memuai ketika berhadapan dengan kondisi cuaca serta efek sinar matahari.

Bahan kayu yang sudah kering juga sangat penting untuk penerapan pada kuda-kuda agar tidak mudah mengalami kembang susut karena pengaruh udara yang lembab. Proses pengeringan juga disertai dengan pengawetan untuk membersihkannya dari zat makanan yang disukai hama ataupun serangga. Biasanya, para pengusaha kayu juga melindungi kayu dengan mengoleskan bahan kimia ataupun pengecatan.

Bangunan yang terbuat dari bahan baku kayu juga biasa dijadikan sebagai kontruksi semi permanen karena semua bagian-bagiannya mudah dibongkar-pasang ataupun ketika akan melakukan renovasi. Proses pembangunannya juga lebih mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama sehingga cepat selesai. Penggunaan bahan baku batu ataupun beton hanya digunakan untuk pondasi agar rumah kayu bisa berdiri dengan kokoh dan bertahan lama.

Bahan Baku Konstruksi Bangunan Kayu

  1. Kayu Solid

Bahan baku kayu solid merupakan bagian yang sangat penting dalam bangunan dan biasanya digunakan untuk rangka, seperti tiang, kuda penopang, palang, bantalan serta lainnya. Bahan yang digunakan tentunya kayu yang sangat kuat agar bangunan bisa tegak berdiri, seperti kayu Jati, Meranti, Borneo, Kamper dan lainnya. Ukuran potongan kayu bisa disesuaikan dengan kebutuhan untuk pembuatan kayu balok, reng, kaso, galar, papan dan lainnya.

  1. Kayu Lapis atau Plywood

Kayu lapis juga memiliki peran penting dalam konstruksi bangunan untuk pembuatan paneling atau penyekat ruangan, pintu dan jendela. Kayu yang berbentuk papan ini juga digunakan sebagai bahan baku untuk dinding, lantai, atap dan lainnya. Kayu lapis biasa dijadikan sebagai pengganti kayu solid karena mudah ditemukan dan harganya juga terjangkau. Bobot kayu lapis juga lebih ringan sehingga sangat cocok digunakan untuk dinding dan atap agar tidak terlalu memberatkan tiang dan balok.

  1. Veneer

Veneer merupakan potongan-potongan kayu berbentuk lembaran tipis yang diiris dari kayu gelondongan atau log. Veneer juga digunakan untuk bahan pembuatan multiplex dan triplex yang biasa diaplikasikan pada beberapa bagian bangunan kayu. Jenis kayu yang biasa digunakan antara lain, kayu jati, walnut dan kayu keras lainnya. Bahan baku veneer biasanya digunakan untuk furniture, pelapis dinding dan juga penutup lantai kayu agar tampak lebih indah.

Sumber : Greenwood.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: