Senjata Tradisional

Kris Siginjai Pusaka Kesultanan Jambi

Pernahkah anda memperhatikan logo resmi dari provinsi Jambi? Jika kita  lebih mencermatinya, maka akan terlihat gambar sebilah senjata Keris pada bagian tengah logo tersebut. Senjata Keris itu bernama Siginjai.

Menurut beberapa literatur, Keris Siginjai ini merupakan senjata yang dimiliki oleh Raja Rangkayo Hitam. Biasanya digunakan untuk melindungi diri. Sang Raja selalu membawa Kris Siginjai kemanapun, karena senjata tersebut berfungsi sebagai tusuk kondenya. Dalam Bahasa Jambi Tusuk Konde disebut dengan Ginjai. Itulah yang melatarebelakangi penamaan senjata tradisional ini.

Keris Siginjai menjadi pusaka yang dimiliki secara turun temurun oleh Kesultanan Jambi. Selama 400 tahun senjata ini tidak hanya sekedar lambang mahkota kesultanan Jambi, tetapi juga sebagai lambang pemersatu rakyat Jambi. Sultan terakhir yang memegang benda kerajaan itu adalah Sultan Achmad Zainuddin pada awal abad ke 20.

Lihat Juga: Alat Yang Digunakan Masyarakat Bangka Dalam Berkebun

Keris Siginjai memiliki panjangnya sekitar 39 cm, berluk atau berlekuk 5, dan terbuat dari bahan dasar Besi, Nikel, Emas, dan juga Kayu untuk serangkanya.

Struktur Keris Siginjai

1.Bilah Keris (Wilahan)

Bilah Keris Siginjai memiliki panjang kurang lebih 39 cm dan berlekuk 5. Menurut beberapa sumber, permukaan bilah Keris Siginjai pada mulanya ditutupi dengan lapisan emas murni. Hal itu berdasarkan adanya bekas lapisan emas yang terlepas.

Lapisan emas itu berfungsi untuk memperindah keris dan menutupi pamor pada keris yang bermotif flora. Pamor keris ini semakin ke ujung semakin kabur. Pada lekuk pertama hingga keempat pamor itu tampak jelas, namun pada lekuk kelima sampai ke mata Keris, pamornya sudah tidak jelas lagi.

Keris Siginjai memiliki dua buah buah ganja, yang salah satunya melengkung ke arah mata keris. Sedangkan, pada sisi terlebar pangkal bilah keris terdapat bentukan yang menjorok ke luar dan memiliki 6 buah tonjolan yang ujungnya runcing, mirip dengan senjata penjepit pada binatang kalajengking. Tonjolan yang terbesar disebut belalai gajah atau keluk kacang.

2. Hulu Keris

Hulu (gagang) Keris Siginjai terbuat dari kayu Kemuning yang bagian kepalanya dibuat agak kearah permukaan badan Keris. Sedangkan pada bagian yang dekat dengan wilahan terdapat mendak yang berbentuk kelopak bunga teratai.

Diatas mendak terdapat 16 garis lengkung yang disetiap lengkungannya dipasang sebuah batu mulia, yang terdiri dari 8 buah intan berbentuk segi tiga dan 8 buah berlian berbentuk lonjong (oval). Dibawah setiap intan dan berlian terdapat bidang lengkung yang semakin menyempit kearah bilah keris. Pada permukaan bidang lengkung tersebut dilapisi dengan emas murni dan  diukir hiasan bunga-bunga kecil.

Dibawah setiap intan dan berlian terdapat bidang lengkung yang semakin menyempit kearah bilah keris. Garis lengkung itu terdapat jalinan berbentuk benang-benang email warna hijau dan kuning.

3.Sarung Keris (Warangka)

Sarung Keris Siginjai ini terbuat dari kayu Kemuning. Sedangkan pendoknya terbuat dari lempengan emas murni yang seluruh permukaannya dihiasi dengan ukiran bermotif tumbuhan. Pada bagian ini juga terdapat gayaman berbentuk perahu agak kecil tetapi tebal. Kemudian di dekat gambar perahu tersebut terdapat lengkungan yang berbentuk sedikit bundar.

Sumber: Disini aja. Kamera Budaya, Ronal Saputra.

 

3 Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: