Bein

BeIn (Belajar Indonesia) – Mainan Blog Kayu Yang Terinspirasi Dari Bangunan Rumah Adat Indonesia

Bein – Belajar Indonesia merupakan salah satu desain terbaik versi Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif. Desain ini mendapat penghargaan melalui acara RBDI (Reka Baru Desain Indonesia) yang mereka adakan. Mainan ini dibuat dari material sisa yang terdapat diperbengkelan kayu. Perbedaan warna didapat secara alami dari kayu yang berbeda-beda pula. Di finishing dengan bee wax yang aman bagi anak-anak.

Masing-masing provinsi di Indonesia memiliki berbagai jenis rumah adat. Rumah adat tersebut selain menyimpan kearifan lokal secara estetika, juga memiliki teknologi yang kerap tidak kita ketahui. Pengetahuan tersebut bahkan banyak yang tidak diketahui bukan hanya oleh masyarakat Indonesia secara umum, namun juga masyarakat lokal diprovinsi tersebut. Kesadaran akan uniknya teknologi, pendekatan ilmiah dan bentuk-bentuk rumah adat ini perlu kembali dibangkitkan. Sehingga dimasa-masa yang akan datang penelitian terhadap berbagai rumah adat di Indonesia semakin meningkat.

Pengetahuan tentang teknologi dan pendekatan ilmiah yang telah dikuasai oleh leluhur kita dapat mempertebal kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia. Hal ini perlu dipupuk sejak dini, salah satunya adalah dengan memberikan permainan yang memperkenalkan khazanah budaya Indonesia tersebut. Sangat disayangkan permainan-permainan yang ada saat ini lebih banyak di impor. Permainan-permainan tersebut berisi materi global dan hanya mengedepankan penjualan. Sedangkan permainan yang memiliki materi kekayaan budaya Indonesia sangat minim. Hal ini menginspirasi pembuatan Bein – Mainan blok kayu yang bertema rumah adat Indonesia.

Pemanfaatan Material Kayu Sisa

Sebagai desainer, saya harus mampu melihat potensi berbagai material yang ada disekitar. Hal ini ditambah dengan banyaknya sisa material kayu dari bengkel kayu yang saya miliki. Berbagai sisa material kayu dari proyek-proyek perkayuan yang telah selesai ditumpuk disuatu tempat dibengkel. Sisa-sisa kayu ini sengaja tidak kami buang, karena saya menyadari bahwa material tersebut masih dapat dimanfaatkan.

Sisa kayu tersebut bervariasi dari segi jenis dan ukuran. Kayu-kayu seperti kayu ruyung, mahoni, pinus, sonokeling, meranti dan sebagainya tersedia dalam berbagai ukuran. Bahkan material-material tersebut juga ada yang masih gelondongan yang belum diolah menjadi proyek. Berbagai jenis kayu dan ukurannya tersebut memberikan kami keuntungan. Selain dapat digunakan untuk proyek juga dapat digunakan sebagai material untuk produk-produk inovasi internal bengkel kami.

Berbagai ide diterapkan dalam pengolahan material-material tersebut, salah satunya dengan membuat desain mainan rumah adat ini.

Konsep Desain Bein

Bein dibuat agar dapat dimainkan oleh anak-anak yang berumur diatas 5 tahun. Anak-anak yang memainkan Bein diharapkan dapat mengingat bentuk-bentuk dasar yang unik dari rumah adat yang ada di Indonesia. Selain itu, paket permainan juga di isi dengan manual book yang dilengkapi beberapa informasi tentang kelebihan rumah adat tersebut. Bentuk dasar dan informasi-informasi tersebut diharapkan mampu di ingat oleh anak-anak. Sehingga dimasa yang akan datang menjadi informasi yang berharga dan mendorong mereka untuk minimal mencintai khazanah budayanya.

Desain rumah adat yang ada di Indonesia ada yang berbeda secara signifikan ada pula yang mirip. Untuk membuat desain berbagi mainan rumah adat perlu dicari desain-desain rumah adat yang cukup eksplisit perbedaannya. Hal ini cukup mudah dilakukan, karena dimasing-masing daerah dapat ditemukan rumah adat yang perbedaannya mencolok.

Permainan menyusun blok kayu sudah banyak kita temukan pada desain permainan anak-anak. Menyusun blok kayu menstimulasi motorik, daya ingat dan kreatifitas anak-anak. Setelah menemukan bentuk-bentuk dasar dari masing-masing rumah adat. Kemudian kami mencari ukuran default yang aman bagi anak-anak umur 5 tahun keatas. Berbeda dengan mainan plastik, memang permainan blok kayu ini lebih menantang karena perbedaan warna didapatkan dari jenis kayu yang digunakan. Namun hal ini juga dapat dimanfaatkan sebagai materi pengenalan jenis kayu.

Mengikuti Lomba Reka Baru Desain Indonesia

Pengembangan desain ini awalnya hanya dilakukan untuk kebutuhan internal perusahaan. Salah satu teman yang sempat membuat produk di bengkel kami melihat potensi dari mainan ini. Azizah yang awalnya menjadi klien kami, membantu menuliskan konsep mainan-mainan kayu yang telah kami buat. Sangat kebetulan ada kompetisi desain Reka Baru Desain Indonesia yang di adakan oleh Kementerian Pariwisata dan Industri kreatif yang dipimpin oleh Marie Eka Pangestu. Berbagai kelengkapan untuk mengikuti kompetisi tersebut dibuat oleh Jija.

Beberapa waktu kemudian kami mendapat pemberitahuan melalui email yang menyatakan kami lolos dan diharapkan dapat mempresentasikan karya kami tersebut. Presentasi dilakukan di hotel Alila di Jakarta. Beberapa prototype yang telah kami buat dibawa untuk keperluan presentasi.

Dari hasil presentasi tersebut kami dinyatakan sebagai salah satu pemenang desain terbaik dari 14 orang desainer lain dari berbagai profesi desainer lain. Ke 14 orang tersebut diberi kesempatan untuk memamerkan desainnya FX Plaza Senayan dan diberangkatkan ke London Inggris untuk mengikuti acara London Design Festival.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat