Black Borneo Mandau

Black Borneo Mandau

Black Borneo Mandau merupakan proyek pembuatan desain parang yang di inisiasi kebutuhan Eiger untuk membuat produk parang. Parang ini harus dapat merepresentasikan budaya Indonesia dalam teknik survival.

Pada tahun 2016 tim product development dari Eiger mengundang kami untuk mengembangkan sebuah produk premium untuk program mereka yang berjudul Black Borneo. Program ini merupakan kegiatan survival adventure yang dilakukan dibeberapa wilayah Kalimantan yang di branding untuk meningkatkan brand awarness terhadap produk-produk survival yang dimiliki oleh Eiger.

Didalam pertemuan tersebut tim product development Eiger telah memiliki brand concept dan rancangan awal dari produk yang akan mereka kembangkan ini. Didalam rapat tersebut kami dari TKardin Pisau membawa produk dan ide-ide yang turut membuka cakrawala mereka dalam pengembangan produk senjata tajam yang selama ini kami geluti.

Black Borneo Mandau – Pengembangan Produk

Dari brief yang telah mereka sampaikan, saya sebagai desainer dan production manager mencari berbagai materi tentang Mandau, kebudayaan Dayak dan visualisasi yang merepresentasikan mereka. Tantangan utama dari pengembangan produk ini adalah bagaiamana menggabungkan antara budaya tradisional dan kebutuhan survival modern saat ini.

Lihat Juga : Mandau Senjata Suku Dayak Yang Melegenda

Berbagai masukan dari teman-teman dari Wanadri baik secara filosofis, teknik dan visual untuk pengembangan produk ini. Dari penelitian tersebut mulailah saya membuat ideation dalam bentuk sketsa. Pada ideation ini saya membuat rancangan yang tetap harus memperhatikan karaktersitik dari Mandau tradisional. Terutama bagian bilah ciri khas dari mandau harus tetap tampak.

Black Borneo Mandau – Pengaplikasian Desain Produk

Kebutuhan utama survivor dan penjelajah dilapangan pada parang terutama dihutan adalah untuk menebas ranting dan penghambat jalan yang mereka lalui. Sehingga penggunaan parang sangatlah krusial karena sepanjang jalan dibutuhkan oleh mereka. Kebutuhan ini memberikan impact pada berat produk maksimal.

Secara ergonomi penggunaan parang saat ini oleh penjelajah dihutan adalah digenggam satu tangan. Hal ini memberikan implikasi pada desain gagang yang ukurannya tidak boleh terlalu besar sehingga mudah digenggam. Pada saat diayun untuk membacok juga perlu diperhatikan posisi jempol dan telapak tangan sehingga ditambahkan thumb rest dan lengkungan untuk telunjuk untuk memperkokoh penebasan.

Pisau Seraut Sebagai Anak Mandau atau Pengganti Dohong

Dalam perjalanan terutama saat istirahat penjelajah membutuhkan pisau kecil untuk mengolah makanan atau pekerjaan-pekerjaan detail lainnya. Untuk itu sebagaimana layaknya Mandau yang biasa dilengkapi oleh Dohong, Black Borneo Mandau juga dilengkapi dengan pisau kecil.

Beberapa alternatif pisau kecil ini juga kami buat seperti double blade spear knife yang multi fungsi. Namun pada photo ini yang dilampirkan adalah pisau seraut. Pisau seraut ini bertipe Trailing point dengan swedge pada spine dan finger groove pada bilah untuk memper erat genggaman.

Pada bagian guard dan pommel Bblack Borneo Mandau diberi lobang untuk paracord sehingga bisa diberikan aksesoris atau dipergunakan untuk mengunci genggaman pada handle.

Pemilihan Material

Material yang digunakan pada produk ini adalah D2. Material ini memang berbeda dari material logam yang digunakan pada Mandau tradisional yang biasa menggunakan monokel. D2 yang memiliki 12% yang di ekspos pada blade edge membuatnya lebih terjaga dari karat. Selain blade edge bagian bilah ditutupi dengan black powder coating yang diberikan identitas dan juga membantunya terjaga dari kerusakan akibat korosi.

Selain D2 baja O1 juga sempat digunakan untuk meminimalisir pengeluaran. Hanya saja default material O1 membuat bilahnya harus di tipiskan beberapa mm lagi.

Bagian handle dibuat dengan micarta dari lapisan kain jeans yang menjadi laminate sehingga menjadi sangat kuat. Bahan ini juga biasanya digunakan sebagai cover gagang pistol yang dimodifikasi.

Untuk sarung kami menggunakan kulit sapi yang lembut dan juga diberikan karakteristik mandau seperti paracord yang melilit pada badan sarung. Sarung juga dilengkapi dengan chamber khusus untuk pisau Seraut.

Asyraaf Ahmadi.

One Comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat