Perahu Malahayu

Malahayu Recreation Boat

Pada tahun 2016 saya menjadi mentor pada tim yang diterjunkan di Brebes untuk program IKKON (Inovatif dan kreatif bersama kolaborasi Nusantara) pertama yang kini menjadi program unggulan dari BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) hingga saat ini. Dengan tim berjumlah 11 orang yang terdiri dari desainer produk, desainer interior, desainer grafis, arsitek, fashion designer, photographer dan filmaker kami ditempatkan di desa Salem yang terletak 3 jam menuju selatan dari ibu kota kabupaten Brebes. Desain dan prototype perahu Malahayu merupakan produk yang dibuat untuk rekreasi di danau Malahayu.

Selama lebih dari 5 bulan, tim mendesain berbagai produk, dan prints yang berjumlah hingga 121 produk. Jumlah produksi ini menjadi rekor jumlah produksi terbanyak sepanjang program IKKON hingga kini. Sebagai mentor yang juga desainer produk selain memberikan arahan kepada tim saya turut serta mendesain 2 produk berupa parang dan perahu yang merespon kebutuhan kapal rekreasi untuk danau Malahayu.

Danau Malahayu merupakan danau buatan yang cukup luas dan memiliki pulau ditengahnya. Selain menghasilkan ikan-ikan untuk dijual oleh nelayan lokal, tempat ini juga difungsikan sebagai tempat rekreasi yang dipadati pengunjung setiap minggunya. Saat itu, sudah tersedia kapal-kapal untuk membawa pengunjung berkeliling danau, namun demikian kapal-kapal tersebut berkapasitas cukup besar hingga 10 orang. untuk pengunjung yang terdiri dari keluarga kecil ber anak 1 atau dua orang tentu saja kapasitas ini terlalu besar. Untuk itu saya berinisiatif untuk mendesain sarana transportasi yang memiliki kapasitas yang lebih kecil sebagai alternatif bagi pengunjung.

Pembuatan Prototype Perahu Malahayu

Dibantu oleh pembuat perahu lokal yang tempat tinggalnya tidak jauh dari danau tersebut, perahu dibuat dalam waktu kurang lebih 3 minggu dengan biaya mencapai 8 juta rupiah. Perahu yang panjangnya mencapai 4 meter ini dibuat oleh dua orang dengan hanya menggunakan power tools dan kayu jati yang dipesan khusus langsung dari saw mill terdekat.

Meskipun hasilnya cukup berbeda dari desain yang telah saya buat. Namun demikian kami menghargai jerih payah para pengrajin lokal yang telah membuatnya. Beberapa hal yang menyebabkan hasil produksi yang agak berbeda dengan desain awal ini salah satunya adalah supervisi. Supervisi yang hanya dilakukan beberapa kali saja, dengan demikian para perajin yang mungkin tidak cukup baik dalam membaca gambar kurang mendapat arahan dari saya. Namun sebagai mana halnya produksi prototyping diberbagai tempat, tidak dapat dilakukan hanya sekali saja. Terutama untuk alat trasnportasi yang ukurannya cukup besar. Sangat diperlukan model skala sehingga dapat menjadi acuan bagi tim produksi untuk menciptakan prototype yang maksimal.

Dari visualiasi produkakhir dapat dilihat berbagai kekurangan dibandingkan dengan dimensi yang telah diberikan pada perajin. Saya menyadari ada beberapa kekurangan pada prototype yang kami buat. Mulai dari ukuran body kapal yang tidak sesuai, proporsi, komponen yang terdapat pada rancangan perahu hingga finishing yang saya inginkan. Saya juga mengakui bahwa saya tidak cukup mumpuni dalam perancangan perahu seperti ini sebelumnya. Terbatas hanya dengan berbagai referensi online dan waktu yang cukup singkat. Desain ini tentunya juga perlu banyak koreksi dari yang lebih memahami desainer dan produsen kapal.

Untuk melihat rancangan kapal ini secara 360° pembaca dapat melihat modelnya berikut ini. Klik play button pada unggahan model di skethfab yang saya sertakan dibawah ini.

Terimakasih

2 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat